Alergi Telur

Alergi Telur

Telur merupakan lauk alternatif yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat selain daging, tahu, tempe dan ikan. Meski demikian, tidak semua orang bisa mengkonsumsi telur. Hal ini dikarenakan ada sebagian orang yang memiliki alergi jika mengkonsumsi telur. 

Alergi telur merupakan reaksi tubuh dari sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa menerima jenis makanan yang memiliki bahan dasar telur. Seperti : kerak telur, mie, kue, burrito telur, omelette putih telur, omelette gulung, telur mata sapi, telur dadar dan masih banyak jenis makanan lainya yang mengandung telur.

Gejala

Alergi telur juga banyak ditemui pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Gejala yang sering timbul ini biasanya terjadi setelah anak mengkonsumsi aneka jenis makanan yang memiliki bahan dasar telur, meskipun telur yang digunakan pada olahan makanan tidak terlalu banyak tetapi tetap saja menimbulkan efek pada si anak. Mulai dari rasa gatal pada sekujur tubuh, adanya gangguan pada area mulut, hidung meler disertai rasa gatal, mual, muntah dan diare.

Banyak penderita gangguan ini yang tidak menyadari bahwa dirinya sedang menderita penyakit ini. Hal ini wajar terjadi karena untuk membuktikan bahwa anda sedang menderita alergi pada telur maka harus dilakukan tes laboratorium untuk mengetahui apakah anda memang sedang menderita alergi kandungan protein yang banyak terkandung pada sebutir telur. Meski begitu, anda juga bisa mendeteksi sejak dini jika sedang menderita alergi telur setelah mengkonsumsinya. Gejala alergi yang sering terjadi seperti:

  1. Gejala Pada Kulit, Orang yang menderita alergi biasanya akan merasakan gatal di sekujur tubuhnya setelah mengkonsumsi telur atau jenis makanan tertentu yang memiliki kandungan bahan telur.
  2. Gejala Pada Oral, Orang yang menderita alergi telur akan mengalami pembengkakan dan juga gatal-gatal di bagian mulut. Hal ini, biasanya muncul setelah anda mengkonsumsi telur baru merasakan gejala alergi pada Oral.
  3. Gejala Pada Sinus, Penderita alergi akan mengakibatkan hidung meler serta mengarah ke arah gatal.
  4. Gejala Pada Anafilaksis, Anafilaksis Ini merupakan gejala terkuat dan parah yang disebabkan setelah mengkonsumsi makanan dari bahan telur.
  5. Gejala Pada Gastrointestinal, Penderita alergi akan merasakan diare, mual, kram pada perut dan muntah setelah mengkonsumsi makanan yang memiliki bahan dasar dari telur atau mengkonsumsi telur secara langsung.

Beberapa gejala alergi yang disebutkan biasanya muncul setelah anda mengkonsumsi telur atau bahkan makanan yang memiliki bahan dasar berupa telur. Tindakan yang tepat ialah memeriksakan kondisi tubuh anda kepada Dokter agar segera diberikan penanganan sesuai dengan semestinya agar anda segera terbebas dari masalah  yang sedang anda alami.

Penyebab

Meski informasi mengenai alergi banyak beredar di Internet tetapi masih banyak orang yang belum mengetahui tentang apa penyebab alergi yang diderita oleh sebagian orang yang ada di sekitar kita. Penyakit ini dikarenakan akan adanya penolakan sistem imun tubuh terhadap kandungan protein pada telur. Alergi pada telur juga menimbulkan respons melepaskan senyawa kimia lain sera histamine.

Hal inilah yang biasanya memicu munculnya gejala gatal-gatal, adanya gangguan pada area mulut, hidung meler disertai rasa gatal, mual, muntah dan diare. Meski sudah dilakukan banyak penelitian tetapi para ilmuan masih belum menemukan penyebab pasti kenapa sistem imun dalam tubuh alergi terhadap kandungan protein yang ada pada telur.

Cara Mengobati Alergi Telur

Bagi anda yang menderita alergi tidak perlu takut karena masalah seperti ini bisa di obati.  Untuk itu anda bisa mulai mengurangi kebiasaan anda dalam mengkonsumsi makanan yang berbahan dasar telur. Kami akan memberikan beberapa cara mengobati alergi pada telur yang bisa anda lakukan.  Adapun cara mengobatinya antara lain:

  1. Menjaga asupan makanan, Ada baiknya anda mulai melakukan pengawasan terhadap jenis makanan yang akan dikonsumsi apakah memiliki bahan yang mengandung telur atau tidak.
  2. Meminum obat Anthistamin, Anthistamin merupakan jenis obat yang banyak digunakan untuk mengurangi dan meredakan alergi terhadap telur. Anthistamin bisa dikonsumsi jika penyakit ini masih dalam tahap yang ringan. Meski demikian, obat Anthistamin tidak dianjurkan pada penderita yang sudah akut.
  3. Suntikan Epinefrin, Untuk anda yang memiliki alergi akut, maka tindakan suntikan Epinefrin ini sangat disarankan. Meski demikian, kami menyarankan agar anda berkonsultasi dengan Dokter agar segala tindakan pengobatan aman serta sesuai dengan penanganan medis yang tepat.

Itulah beberapa cara mengobati alergi yang bisa anda lakukan untuk mengurangi gejala penyakit tersebut yang sedang anda alami. Yang perlu diperhatikan yaitu sebaiknya anda menghindari atau bahkan menghentikan untuk mengkonsumsi telur atau makanan yang mengandung bahan telur agar gejala atau alergi tersebut tidak terjadi pada anda atau keluarga anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Alergi Susu Susu merupakan minuman penambah gizi yang banyak dianjurkan untuk dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Meski susu merupakan minuman yang banyak dikonsumsi […]
  • Cara Mengobati Ruam Atau Alergi Popok pada Kulit Bayi Kulit bayi yang begitu tipis, sangat lembut dan sensitif sangat rentan terhadap iritasi. Apalagi jika bayi terlalu sering menggunakan diapers atau popok sekali pakai yang terlalu […]
  • 3 Jenis Dermatitis Kontak: Iritan, Alergi Dan Urtikaria Yang Harus Dipelajari Apa itu dermatitis kontak? Bila kulit Anda bersentuhan dengan substansi alergen di lingkungan Anda, mungkin kulit akan bereaksi, menyebabkan kulit gatal dan merah. Ini disebut dermatitis […]
  • Croup Penyakit Croup merupakan salah satu jenis infeksi  pada saluran pernapasan. Croup umum diderita oleh anak-anak yang masih berusia 6 bulan – 3 tahun tapi bisa juga menyerang anak-anak yang […]
  • Manfaat Telur Kampung – Anti Inflamasi Dan Anti Replikasi Sel Kanker Payudara Penyebab pasti dari kanker payudara masih belum diketahui karena sejumlah hal bisa menyebabkannya. Namun, mengikuti diet dan latihan rutin yang tepat dapat membantu Anda menurunkan risiko […]