Amnesia

 Amnesia atau biasa disebut dengan penyakit hilang ingatan. Penyakit yang sudah tidak asing lagi diperdengarkan di masyarakat. Amnesia merupakan penyakit yang mengganggu daya ingat, yang dapat memengaruhi kinerja otak. Istilah tersebut juga bisa diartikan dengan hilang ingatan. Kondisi dimana seseorang tidak dapat mengingat kejadian/peristiwa, informasi, pengalaman yang pernah terjadi dalam hidupnya atau baru saja terjadi.

Kondisi seperti ini dapat berlangsung secara tiba-tiba dan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu secara perlahan-lahan. Orang yang mengidap penyakit ini akan kesulitan untuk mengingat, menangkap informasi yang dihadapinya dan cenderung sulit membentuk ingatan baru.

Selain itu ada juga kehilangan ingatan sementara (transient global amnesia) yang terjadi secara spontan dan terjadi pada usia rentang usia dewasa sampai manula, terutama terjadi pada pria dan berlangsung kurang dari 24 jam.

Terdapat studi yang menunjukkan bahwa penyakit hilang ingatan dapat membuat penderita tidak dapat membayangkan masa depan dan akan selalu ingat dengan peristiwa yang telah terjadi atau masa lalu bila bertemu kembali dengan peristiwa tersebut.

Pada kenyataannya, hal ini dapat dikatakan sebagai penyakit umum tidak sama seperti yang digambarkan pada sebuah serial televisi. Bahkan sekalipun dikatakan hilang ingatan, penderita masih dapat mengingat dan menjelaskan identitas dirinya. Hanya saja penderita akan kehilangan informasi dan kesulitan mengingat/mengolah informasi, peristiwa, kejadian yang berlangsung pun berlalu sekian lamanya.

Gejala Amnesia

Gejala pasti yang terjadi pada penderita amnesia adalah hilangnya ingatan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas atau malah hilangnya ingatan sebagian maupun seluruhnya akibat dari benturan di kepala misalkan akibat dari kecelakaan. Berikut ini gejala-gejala yang biasa terjadi pada penderita, yakni:

  1. Lupa dengan masa lalu yang pernah terjadi, Hilang ingatan akan peristiwa yang terjadi kerap terjadi pada penderita. Ketidak mampuannya otak penderita dalam memanggil ingatan yang dahulu pernah terjadi merupakan gejala dari penyakit hilang ingatan ini.
  2. Ketidak mampuan menyerap, mengingat informasi dan mempelajari sesuatu yang baru, Tidak hanya melupakan yang sudah berlalu terlalu lama, penderita akan lupa dengan apa saja yang telah dilakukannya baru saja setelah ia melakukannya.
  3. Sulit dalam berbicara, Penderita akan kesulitan menangkap informasi dan mengolahnya menjadi kata-kata sehingga yang terjadi ia sulit berbicara. Pembicaraan yang berlangsung bisa jadi malah tidak nyambung.

Penyebab Amnesia

Penyakit ini terjadi karena beberapa sebab, bisa berasal dari penyebab organik maupun fungsional. Penyakit ini dapat muncul karena hal-hal yang memengaruhi kinerja otak.

Penyebab organik dapat berupa:

  1. Cidera pada kepala, misalnya: terjadi benturan saat mengalami kecelakaan baik diketahui maupun tidak.
  2. Penyakit serius, misalnya: Stroke, peradangan otak, tumor otak, penyakit Alzheimer.
  3. Pengkonsumsi Alkohol (minuman keras).
  4. Infeksi otak.
  5. Trauma psikologis, kaget, mengalami trauma emosional (depresi).
  6. Operasi transplantasi sumsum tulang belakang.
  7. Problem nutrisi (kekurangan vitamin B12).

Penyebab fungsional dapat berupa:

  1. faktor psikologis, seperti halnya, seseorang berusaha mempertahankan egonya. Ini membuat yang menderitanya hanya bisa mengingat atau malah tak dapat mengingat tentang riwayat dirinya.
  2. Penuaan, berhubungan dengan usia, tua adalah proses yang tak dapat dihindari  dan mau tak mau pasti dijalankan. Setiap individu pasti akan melalui masa-masa tuanya. Sehingga penyakit apapun bisa datang seiring renta dan lemahnya kondisi fisik maupun psikis.

Cara mengobati

Amnesia merupakan suatu penyakit yang mungkin sulit atau tidak dapat diobati. Meskipun tidak ada pengobatan khusus pada kasus hilang ingatan ini, namun ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk menanganinya dan teknik dalam meningkatkan memori. Seperti saja penanganannya dengan pendekatan yang mendukung proses penyembuhan penderita. Pendekatan dapat berupa mendekatkan atau mengingatkan penderita pada suatu hal yang pernah di jalani di masa lalu dan dilewati pada masa sekarang baik waktu maupun tempat dan sebagainya. Dukungan psikologis dari keluarga, teman, kerabat sangatlah diperlukan untuk penderita ini.

Untuk mengatasi kekhawatiran, sebaiknya periksa ke dokter untuk mengetahui diagnosis yang benar dari dokter. Setelah dokter mengetahui gejala-gejalanya akan dilakukan tes darah, CT Scan dan MRI guna menghindari penyakit-penyakit lain yang dapat terjadi.

Selain itu dapat juga melakukan upaya pencegahan  untuk menghindari penyakit ini. Upaya tersebut antara lain:

  1. Usahakan untuk selalu mematuhi aturan apalagi di jalanan, Cobalah berhati-hati dan membiasakan memakai helm kemanapun anda pergi berkendara dengan motor, pakailah sabuk pengaman dalam mobil dan pakailah jaket dengan baik dan benar. Jangan sampai jaket berkibar-kibar di jalanan alias resleting jaket tidak ditutup dengan benar.
  2. Hindarilah kebiasaan meminum minuman alkohol,
  3. Periksakan diri jika terdapat luka benturan sehingga tidak ada masalah serius bila ada infeksi dan tidak menyebar sampai ke otak.
  4. Latihlah otak untuk mengingat dengan sendirinya tanpa perlu bantuan teknologi canggih seperti gadget dan semacamnya dalam hal mengingat agenda harian.
  5. Yang paling utama dan penting adalah menjaga pola hidup baik dan sehat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!