Anoreksia Nervosa

Penyakit Anoreksia Nervosa

Mungkin istilah Anoreksia Nervosa masih asing bagi anda. Sebelumnya, tentu sebagai makhluk Tuhan sudah sepatutnya kita menerima dengan ikhlas segala hal yang sudah Dia anugerahkan kepada kita. Termasuk diantaranya adalah anugerah tubuh yang sangat beragam. Ada yang diciptakan dengan postur tubuh tinggi, kurus, gemuk, pendek dan lain-lain. Itu semua merupakan anugerah yang terbaik bagi kita. Akan tetapi sebagai manusia, merupakan suatu hal yang wajar jika muncul keinginan-keinginan lain yang berkaitan dengan penampilan kita, misalnya dengan diet, perawatan wajah dan lain-lain asalkan tidak sampai kelewat batas. Karena tak jarang malah menimbulkan penyakit pada diri kita sendiri.

Seperti halnya penyakit yang bernama anoreksia nervosa, penyakit ini adalah gangguan psikologis pada seseorang yang selalu merasa badannya terlalu gemuk, sehingga untuk menguruskan badannya tak jarang sampai ada yang menyiksa diri dengan mengurangi jatah makan tingkat ekstrim dan membiarkan dirinya merasa kelaparan. Seseorang yang menderita gangguan ini adakalanya tidak melulu disebabkan soal makanan dan kesehatan, akan tetapi pola pikir dan kondisi kejiwaannya yang sangat takut pada kegemukan itulah yang menyebabkan timbul penyakit ini.

Gejala Anoreksia Nervosa

Gejala umum dari seseorang yang menderita anoreksia nervosabiasanya adalah berat badannya menurun drastis. Hal ini dikarenakan mereka melakukan usaha-usaha ekstrim untuk mengurangi berat badannya, seperti sangat membatasi konsumsi makanan, olahraga yang berlebihan, tak jarang pula ada yang sampai meminum obat-obatan untuk mengontrol kandungan kalori dalam tubuhnya. Penderita gangguan ini mempunyai gejala atau  ciri-ciri umum baik dari segi fisik maupun kebiasaan-kebiasaanya.

Gejala fisik pada penderita gangguan psikologis ini adalah sebagai berikut:

  1. Penderita anoreksia biasanya mengalami penurunan berat badan yang sangat ekstrim. Hal ini dikarenakan usahanya yang berlebihan untuk menguruskan badan.
  2. Biasanya bentuk tubuh penderita gangguan ini terlihat sangat kurus seperti tidak ada dagingnya.
  3. Penderita anoreksia sering mengalami pusing dan pingsan akibat kekurangan asupan nutrisi.
  4. Pada wanita adakalanya sering terlambat menstruasi.
  5. Penderita anoreksia memiliki kandungan darah pada tubuhnya menjadi tidak normal.
  6. Penderita anoreksia sering mengalami dehidrasi.

Gejala emosional dan kebiasaan yang dilakukan penderita gangguan ini adalah sebagai berikut:

  1. Penderita anoreksia mengalami nafsu makan yang berkurang. Kadang sampai ada yang menolak ketika disuruh makan.
  2. Pada saat mulai terasa lapar, penderita anoreksia nervosasering menahannya untuk tidak makan.
  3. Penderita anoreksia biasanya berubah menjadi lebih suka menyendiri dari komunikasi dengan orang lain.
  4. Penderita anoreksia lebih muda terpancing amarah.
  5. Penderita anoreksia mengalami stress
  6. Penderita anoreksia biasanya menjadi sering berlebihan dalam berolahraga dan suka memperhitungkan berat badannya.

Penyebab anoreksia nervosa

Secara khusus, anoreksia nervosa belum dapat dipastikan apa penyebab utamanya penyakit ini. Akan tetapi beberapa peneliti meyakini kalau penyakit ini timbul dari bermacam-macam factor, seperti:

  1. Faktor biologis, Jika dilihat dari faktor biologisnya, ada unsur genetik dari beberapa orang yang gampang sekali terserang anoreksia nervosa. Misalnya pada perempuan yang masih muda yang memiliki saudara kandung perempuan juga.
  2. Faktor psikologis, Faktor ini mempunyai pengaruh yang besar pada seseorang yang menderita anoreksia nervosa. Misalnya minder, tidak percaya dengan dirinya sendiri.
  3. Faktor lingkungan, Lingkungan juga berpengaruh terhadapan penderita anoreksia nervosa. Misalnya gaya hidup atau penampilan kaum elit yang baru dapat dibilang cantik jika postur tubuhnya ramping dan seksi. Hal ini berpengaruh pada masyarakat sekitarnya untuk mengikuti gaya hidup tersebut. Karena anoreksia nervosa ini sering kali terjadi pada orang-orang yang berusia remaja dan mayoritas pada perempuan.

Pengobatan

Beberapa orang yang menderita anoreksia nervosa tak jarang yang justru tidak sadar kalau mereka sedang dalam kondisi menderita anoreksia nervosa. Ada juga yang sebenarnya sudah menyadari akan tetapi lebih memilih menyimpan masalahnya sendiri. Maka dari itu sebagai langkah pencegahan untuk melakukan pendekatan emosional dan pendampingan pada penderita masalah ini sangat baik untuk sedikit demi sedikit merubah pola pikirnya.

Tidak ada obat khusus dalam penyembuhan penyakit ini, karena memang yang menjadi target dari penyembuhannya adalah pola pikirnya. Tentunya juga dibarengi dengan mengatur pola makan yang sehat, asupan-asupan vitamin dan nutrisi ditambah. Hal ini akan bermanfaat bagi penyembuhan kondisi fisik penderita anoreksia nervosa.

Obat-obatan yang mungkin dapat diberikan pada penderita gangguan seperti ini diantaranya anti psikotik, anti depresan. Misalnya selective serotonim reuptake inhabitors (SSRIs) dan olanzapine. Obat SSRIs ini adalah obat anti depresan. Kegunaan dari obat ini bagi penderita anoreksia nervosa adalah untuk mengurangi atau mencegah terjadinya depresi pada penderita anoreksia nervosa saat proses penyembuhan, yaitu ketika mereka menyadari berat badannya normal lagi, kadang-kadang ada yang ketakutannya akan gemuk muncul kembali.

Proses pengobatan pada penyakit ini tentunya tidak terjadi secara singkat, melainkan perlu waktu yang lumayan lama. Oleh karenanya, dibutuhkan kesabaran pada orang yang mendampingi penderita anoreksia nervosa, terlebih agar mental dari penderita sendiri bisa menjadi kuat kembali.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Autisme Autisme adalah penyakit kelainan yang terjadinya disebabkan adanya gangguan perkembangan saraf pada anak. Pada dasarnya, gangguan saraf ini sudah nampak gejala-gejalanya ketika anak masih […]
  • Bulimia Bulimia merupakan salah satu gangguan makan yang sangat serius . Masalah ini juga akan berpotensi untuk mengancam jiwa seseorang. Masalah ini biasanya akan terkait denan rasa rendah […]
  • Atresia Ani Atresia Ani yang dikenal dengan nama lain anus imperforate, merupakan kelainan kognital yang dialami oleh bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut terlahir dengan kondisi anus yang […]
  • Hipopituitarisme Apa Itu Hipopituitarisme? Kelenjar pituitari menghasilkan sejumlah hormon atau bahan kimia yang dilepaskan ke dalam darah untuk mengendalikan kelenjar lain di dalam tubuh. Jika hipofisis […]
  • Ankylosing Spondilitis Apa itu sakit tulang ankylosing Spondilitis? Ankylosing spondylitis adalah sejenis radang sendi atau artritis yang mempengaruhi tulang belakang, dengan gejala nyeri dan kaku dari tulang […]