Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih atau biasa disebut kencing batu merupakan suatu penyakit dimana di dalam kandung kemih atau saluran air kencing terdapat batu yang berasal dari endapan mineral sisa air kencing yang kemudian mengeras menjadi batu. Penyakit ini banyak yang menderita umumnya diderita laki-laki yang telah berusia di atas 52 tahun terutama pasien penderita prostat.

Gejala 

Kebanyakan penderita batu kandung kemih akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  1. Ketika buang air kecil akan terasa sangat nyeri pada saluran kandung kemih penderita
  2. Terdapat darah pada air kencing penderita
  3. Air kencing penderita akan tampak lebih pekat serta gelap
  4. Ketika buang air kecil penderita juga akan kesulitan akibat rasa nyeri yang dialami
  5. Penderita akan lebih sering untuk buang air kecil
  6. Air kencing penderita akan tidak lancar ketika dikeluarkan
  7. Pada perut bagian bawah penderita akan merasa sakit
  8. Pada penderita seorang laki-laki akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa sakit pada penis

Terdapat juga beberapa gejala tambahan bagi penderita anak-anak, diantaranya:

  1. Pada anak laki-laki terjadi ereksi yang kuat serta menyakitkan, tetapi hal ini tidak berhubangan dengan terjadinya rangsangan seksual.
  2. Penderita akan sering mengompol.

Penyebab

Penyebab utama penyakit kronis ini adalah tidak mampunya seseorang untuk membuang seluruh air kencing. Dikarenakan tahapan dari masalah ini bermula dari mineral sisa-sisa air kencing pada saluran kemih yang mengendap kemudian mengakibatkan endapan tersebut akan menjadi keras seperti batu. Keadaan-keadaan yang menjadi faktor penyebab terdapatnya batu di dalam saluran kandung kemih adalah sebagai berikut:

  1. Mengalami pembengkakan pada saluran kemih akibat dari infeksi saluran dan juga dari radiasi pada daerah panggul.
  2. Mengalami pembesaran prostat pada sebagian besar laki-laki berusia lebih dari 50 tahun dimana kelenjar prostat penderita yang membesar akan menekan saluran urine dan menutupi alirannya sehingga mengakibatkan batu terbentuk di dalam saluran kemih.
  3. Terjadi sistokel yang merupakan suatu kejadian melemah atau mengendurnya salah satu daerah dinding saluran kemih ke arah vagina pada wanita.
  4. Menggunakan alat-alat medis seperti kateter urine atau juga alat KB yang dapat mengakibatkan terdapatnya batu di dalam saluran kemih. Hal ini terjadi karena mineral pada sisa-sisa air kencing akan mengkristal pada alat-alat medis yang terkena.
  5. Program diet akan lebih beresiko mengalami batu kandung kemih karena kekurangan vitamin A dan B yang jarang dikonsumsi. Konsumsi air mineral yang kurang juga lebih beresiko terkena penyakit ini.
  6. Karena saraf kandung kemih adalah saraf yang mengontrol saluran kemih, apabila mengalami kerusakan pada saraf tersebut akibat cedera yang parah pada tulang belakang atau penyakit saraf semisal spina bifida maka air kemih akan tidak dapat terbuang seluruhnya sehingga mengakibatkan penyakit ini. Keadaan tersebut disebut juga kandung kemih neurogenik.
  7. Sakit batu ginjal juga termasuk akibat terjadinya penyakit ini. Dikarenakan batu ginjal dapat turun menjadi batu di dalam saluran kemih.
  8. Pada beberapa orang, ketika dilahirkan terdapat kantong pada dinding saluran kemihnya yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi atau pembesaran prostat. Keadaan tesebut disebut juga devertikel kandung kemih yang dapat mengakibatkan urine sulit terbuang seluruhnya sehingga akan terbentuk batu pada saluran kemihnya.
  9. Sebesar 5% orang-orang yang melakukan operasi pembesaran pada kandung kemih akan beresiko mengalami penyakit ini.

Cara Mengobati Batu Kandung Kemih

Pengobatan penyakit ini bergantung pada ukuran batu kandung kemih. Disarankan untuk penderita yang ukuran batu dalam kandung kemihnya kecil agar rutin meminum air mineral 6 gelas perhari atau sebanyak 1200 ml. Hal tersebut diharapkan dapat membawa batu keluar bersama urine.

Berbeda untuk penderita yang ukuran batu di dalam saluran kemihnya lumayan besar. Cara medis untuk mengeluarkan batu tersebut diantaranya:

  1. Dokter akan melakukan cystolitholapaxy, yang mana batu di dalam saluran kemih dihancurkan menggunakan bantuan laser, ultrasound, atau juga alat mekanis hingga berkeping-keping. Setelah tahap tersebut dilakukan, selanjutnya kepingan-kepingan batu dikeluarkan bersama urine. Cara ini memiliki resiko mengalami infeksi serta cedera di dalam kandung kemih penderita. Tetapi resiko infeksi dari cara/prosedur tersebut dapat dikurangi dengan antibiotik yang diberikan dokter sebelum dimulai.
  2. Cara pembedahan yang mana akan dilakukan ketika batu di dalam kandung kemih sulit dikeluarkan dengan menggunakan cara cystolitholapaxy karena ukurannya yang besar dan sangat keras. Cara ini beresiko terjadi komplikasi infeksi kandung kemih dan uretra dari 10% penderita yang menjalani prosedur tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka agar menghindari terjadinya penyakit batu kandung kemih perlu perbanyak mengkonsumsi air putih. Tetapi perhatikan pula jumlah air putih yang dikonsumsi bagi tubuh, karena setiap orang memiliki aktivitas, ukuran tubuh, usia, maupun tingkat kesehatan yang berbeda-beda. Agar mengetahui kadar air yang sebaiknya dikonsumsi maka berkonsultasilah dengan dokter.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!