Bell’s Palsy

Bell’s Palsy

Bell’s palsy merupakan istilah medis yang jarang ditemui. Penyakit ini merupakan ondisi dimana saraf wajah mengalami kelumpuhan sementara. Kelumpuhan ini dapat terjadi pada pria maupun wanita. orang terkena penyakit ini memiliki beragam keluhan diataranya seperti: mata menjadi kering, telinga menjadi sensitif dengan suara, kelopak mata sulit ditutup, pada akhirnya wajah akan lumpuh sebagian. Hal ini juga pernah dialami oleh artis ibu kota Rano Karno.

Ada hubungan antara penyakit ini dengan suhu dan udara dingin, sehingga sebaiknya dimanapun anda berada, biasakan untuk menutup area wajah kemanapun saat wajah harus bersentuhan dengan angin. Hindarkan wajah mengenai angin secara langsung, dari kipas angin misalnya. Tidak perlu khawatir dengan penyakit ini, karena penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Apa sebenarnya bell’s palsy itu? Bell’s palsy adalah kelemahan atau kelumpuhan yang terjadi pada satu sisi otot pada wajah yang sifatnya sementara. Kondisi ini hanya terjadi pada otot dan saraf wajah yang tidak akan mempengaruhi bagian tubuh lainnya selain wajah. Serta kemudian, memungkinkan otot yang melemah akan membuat wajah terlihat melorot atau mengendur lebih ke bawah. Penyakit ini dapat terjadi pada penderita HIV, diabetes bahkan ibu hamil. Penyakit ini bisa dibilang datang tanpa diduga dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Jika dihubungkan dengan penyakit stroke, gangguan ini bukanlah gejala dari adanya sakit tersebut.

Gejala Bell’s Palsy

Masing-masing individu memiliki keluhan yang berbeda-beda pada kondisi ini. Kelumpuhan wajah dapat berupa kelumpuhan otot ringan/sebagian dan kelumpuhan otot total dimana wajah tidak dapat digerakkan namun jarang terjadi. Dua hal dalam wajah yang akan mengalami kesulitan untuk dibuka dan tutup yaitu mulut dan kelopak mata. Gejala lain yang dapat terlihat seperti:

  1. Adanya terjadinya penurunan pada indera perasa
  2. Pada agian mulut akan mudah berliur
  3. Sakit pada bagian telinga
  4. Telinga akan lebih sensitif pada suara yang didengar
  5. Mulut akan terasa kering dan sulit untuk makan, minum dan juga berbicara
  6. Kepala akan terasa sakit dan pusing

Penyebab Bell’s Palsy

Beberapa literatur menyebutkan bahwa penyakit ini dapat muncul akibat dari berbagai bentuk virus. Namun ada juga yang menduga bahwa penyakit ini dapat muncul karena faktor genetik, dimana riwayat dari keluarga sendiri pernah mengalami kelumpuhan serupa.

Belum pasti apa yang menyebabkan gangguan ini dapat terjadi. Namun di duga hal ini terjadi akibat dari peradangan virus seperti salah satunya virus herpes. Kondisi ini membuat saraf yang mengatur kerja otot di wajah seperti terganggu dan tertekan yang pada akhirnya muncullah kondisi seperti ini pada wajah.

Berikut ini yang dapat menjadi penyebab mengapa penyakit umumini dapat muncul:

  1. Kelumpuhan pada wajah. Hal ini terjadi sejak anak dilahirkan dan memiliki kelumpuhan pada otot wajahnya.
  2. Kecelakaan yang membuat cedera dan menimbulkan luka dan robek pada bagian dagu sehingga hal ini dapat terjadi pada wajah.
  3. Cedera Operasi. Seperti operasi kelenjar perotid. Segera konsultasikan pada dokter jika hal ini terjadi pada anda.

Cara Mengobati

Kondisi pemulihan sesuai dan tergantung dengan kerusakan saraf yang diderita wajah. Untuk mengurangi bell’s palsy ini dapat dilakukan pengobatan dengan menggunakan kelompok obat kortikosteroid seperti prednison. Biasanya prednison diberikan dokter sampai sepuluh hari dengan ukuran dua kali minum dalam sehari.

Selain itu, dilakukan perawatan mata berupa pemberian obat tetes dan oles. Saat mata tidak dapat dibuka maka perlu diberikan tetes mata pada siang hari. Sementara oles mata diberilkan pada malam harinya. Sementara untuk menutupnya dibutuhkan isolasi. Gejala dirasakan mulai membaik pada minggu ke dua atau ke tiga. Namun perlu waktu sampai 10 bulan agar benar-benar pulih seperti sedia kala.

Jika memang merasa gangguan ini tiba-tiba muncul, segera pergi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan karena akan sangat efektif bila pengobatan dilakukan pada tiga hari setelah gejala awal muncul. Berikut pengobatan lainnya yang dapat digunakan:

  1. Operasi plastik. Operasi yang dilakukan guna melindungi mata dan memperbaiki fungsi otot wajah yang lemah. Prosedur operasi mengembalikan fungsi wajah dengan baik agar dapat melakukan aktivitas seperti makan, minum dan berbicara. Kemudian memperbaiki posisi mulut serta memperbaiki keseimbangan pada bentuk wajah.
  2. Fisioterapi. Akan diberikan latihan-latihan agar otot-otot wajah dapat lebih kuat, yang demikian berfungsi meningkatkan jangkauan dalam bergerak dan koordinasi.
  3. Teknik akupuntur dipercaya menjadi salah satu juga yang membantu mengembalikan saraf otot pada wajah yang terkena kelumpuhan wajah ini.

Tidak disarankan bagi penderita kelumpuhan ini untuk mengkonsumsi antivirus karena tidak ada pengaruh dengan keefektifan pengobatan.

Demikian penjelasan serta cara mengobati penyakit Bell’s palsy, semoga memberi tambahan ilmu untuk pembaca sekalian.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait