Blighted Ovum – Kehamilan Kosong

Blighted Ovum - Kehamilan Kosong

Blighted Ovum atau bisa disebut dengan kehamilan kosong adalah suatu kejadian dimana telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim dan membentuk kantung kehamilan, akan tetapi embrio tidak berkembang dengan baik. Yang mengakibatkan kantung kehamilan kosong tidak disertai keberadaan embrio atau janin. Oleh sebab itu, Blighted Ovum juga disebut sebagai kehamilan anembrionic (kehamilan tanpa embrio).

Biasanya Blighted Ovum ini terjadi sangat awal pada periode kehamilan. Jadi pada awal kehamilan, anda akan mengira bahwa anda hamil yang dibuktikan dengan tanda-tanda kehamilan pada umumnya seperti masa menstruasi yang terlambat ataupun test pack yang menyatakan positif. Jangan gegabah dulu untuk menyimpulkan lebih awal tentang kehamilan, sebaiknya pergi ke dokter kandungan adalah hal yang paling tepat. Hingga dokter menyimpulkan bahwa anda sedang hamil dengan bukti yang konkret pada hasil tes USG.

Gejala              

Pada awal penderita Penyakit umum ini akan mengalami gejala kehamilan seperti pada umumnya yakni mual, muntah, pusing, periode menstruasi yang terlambat, dan test pack yang menunjukkan positif. Akan tetapi jika sampai terjadi pendarahan pada awal kehamilan, ini merupakan gejala awal kehamilan kosong.

Bukan pendarahan saja yang merupakan gejala kehamilan kosong. Berikut ini merupakan gejala dan tanda-tanda umum kehamilan kosong yang dapat kita ketahui melalui indera :

  1. Bercak coklat : jika anda menemui bercak-bercak coklat yang keluar dari vagina maka anda harus waspada. Warna bercak-bercak coklat ini lebih pekat daripada warna kecoklatan saat mengalami proses menstruasi.
  2. Pendarahan secara langsung : tanda kehamilan kosong yaitu pendarahan secara tiba-tiba. Pendarahan ini biasa dialami oleh 50% wanita yang mengalami kehamilan kosong. Ini merupakan gejala kehamilan kosong yang harus diketahui oleh calon-calon ibu.
  3. Kantung Uterus berhenti : karena embrio dalam janin tidak berkembang dan maka perkembangan kantung uterus akan berhenti dan mengakibatkan janin luruh atau keguguran.
  4. Kram perut : penderita yang mengalami Blighted Ovum akan mengalami penurunan pada hormon yang akan ditandai dengan kram perut yang cukup parah dan disertai dengan pendarahan.

Penyebab Kehamilan Kosong (Blighted Ovum)

Kehamilan kosong ini merupakan menyebab dari sekitar satu dari dua keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan dimana kehamilan akan berakhir dengan sendirinya sebelum memasuki usia kandungan 23 minggu pertama.  Kromosom abnormal merupakan salah satu penyebab dari Blighted Ovum. Banyak kasus janin atau embrio memiliki kelebihan kromosom yang tidak sama seperti yang kita miliki yaitu 46, ataupun mungkin saja kehilangan kromosom.

Masalah kromosom dapat berkaitan dengan kualitas sperma atau sel telur yang rendah. Tubuh wanita tidak akan merespon kromosom abnormal pada janin dan secara alami tubuh tidak akan melanjutkan kehamilan dikarenakan janin tidak akan berkembang menjadi bayi yang sehat. Hal ini dapat disebabkan oleh pembelahan sel yang abnormal.

Ada beberapa penyebab lain mengenai terjadinya kehamilan kosong, akan disebutkan dibawah ini :

  1. Adanya perubahan penurunan kualitas sel telur ataupun sel sperma
  2. Infeksi Rubella dan infeksi ToRCH
  3. Adanya pembuluh darah yang tersumbat
  4. Gangguan kesehatan yang ada hubungannya dengan diabetes militus

Cara Mencegah dan Mengatasi

Blighted Ovum ini berakhir pada keguguran janin. Banyak orang yang menderita kehamilan kosong ini hanya mengatasi keguguran tersebut dengan cara menunggu untuk keguguran yang secara alami. Akan tetapi ada juga yang memilih untuk mengambil obat pemicu keguguran agar kantung kehamilan dapat luruh dengan cepat.

Dalam hal ini kehamilan kosong dapat diobati dengan prosedur yang disebut dengan Dilatasi dan Kuretase atau sebagaian orang dapat menyebutnya dengan (kuret) yang digunakan untuk menghilangkan jaringan plasenta pada rahim. Kedua cara tersebut dapat menimbulkan efek samping kram perut.

Setelah menjalani kuretase (kuret), maka siklus menstruasi akan berhenti sekitar 4 minggu sampai 6 minggu. Namun, setelah itu siklus menstruasi dapat berjalan dengan lancar kembali. Setelah melakukan pengobatan seperti yang telah disebutkan diatas, maka wanita hamil yang telah mengalami kehamilan kosong dapat dengan mudah hamil kembali dengan keadaan normal.

Namun, apabila wanita mengalami kehamilan kosong secara berulang-ulang, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan intensif. Mungkin anda dan pasangan anda dianjurkan untuk melakukan tes genetik untuk mendeteksi adanya kelainan yang beresiko terulang kembali Blighted Ovum tersebut.

Untuk menghindari Blighted Ovum terulang kembali, ada beberapa cara yang dapat anda coba, seperti dibawah ini :

  1. Sebaiknya berkonsultasilah pada dokter dan merencanakan kehamilan sehat.
  2. Menghindari virus rubella dengan cara memberikan imunisasi secara dini.
  3. Calon ibu dan ayah wajib menghindari alkohol dan rokok.
  4. Rutin memeriksa kromosom, untuk mengontrol kadar gula didalam kromosom tersebut.
  5. Membiasakan hidup sehat setiap harinya.
  6. Rutin memperhatikan kebersihan daerah kewanitaan.
  7. Biasakan mengunjungi dokter untuk mengetahui kondisi janin buah hati anda.

Jika penyebab dari kehamilan kosong adalah infeksi streptokus, dapat diobati secara berkala agar infeksi ini tidak muncul kembali. Akan tetapi jika penyebab Blighted Ovum  adalah kelainan kromosom maka tidak dapat diatasi karena kromosom yang terdapat pada pria ataupun wanita pasti menetap dan tidak dapat berubah.

Bagikan Pada Temanmu!