Botulisme

Botulisme

Botulisme merupakan istilah medis untuk penyakit tidak menular. Penyakit ini merupakan penyakit langka yang jarang ditemukan pada lingkungan masyarakat. Penyakit ini muncul akibat dari bakteri. Bakteri tersebut menghasilkan racun yang berbahaya dan mematikan. Bahaya yang disebabkan racun tersebut dapat membuat penderitanya mengalami kelumpuhan pada otot karena menyerang sistem saraf. Bakteri akan masuk ke tubuh melalui makanan dan luka di tubuh calon penderita.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini untuk memahami apa sebenarnya Botulisme itu, gejala dan penyebab serta cara mengobatinya secara lengkap.

Botulisme adalah penyakit langka yang dapat terjadi akibat dari bakteri Clostridium botulinumPenyakit yang dapat melumpuhkan sistem saraf penderitanya seperti menyerang otak, tulang belakang dan saraf lain. Racun yang dihasilkan oleh bakteri botulin ini merupakan racun yang mematikan. Racun tersebut dapat menghalangi fungsi saraf dan menjadi penyebab kelumpuhan penderitanya. Kelumpuhan yang diderita berupa kelumpuhan pernafasan dan kelumpuhan fungsi muskuloskeletal (tulang, otot, sendi, jaringan khusus yang menghubungkannya).

Gejala 

Gejala yang akan muncul berbeda-beda pada setiap individu. Gejala dapat muncul ketika tubuh seketika itu terserang bakteri ini, atau malah setelah beberapa jam dan hari baru akan terlihat gejalanya. Apa yang dirasakan penderita juga tergantung pada jenis dan penyebabnya, yaitu:

  1. Jika gangguan tersebut karena keracunan makanan, gejalanya sebagai berikut: mengalami kesulitan saat penderita berbicara dan menelan makanannya, mulut akan terasa kering, otot pada bagian mengalami kelumpuhan sehingga lemah, penglihatan menjadi terganggu, kelopak mata sulit digerakkan, nafas yang sesak, peruta mual, muntah dan kram serta akhirnya lumpuh.
  2. Jika gangguan tersebut diakibatkan adanya luka, gejalanya sepertimengalami kesulitan saat penderita berbicara dan menelan makanannya, mulut akan terasa kering, otot pada bagian mengalami kelumpuhan sehingga lemah, penglihatan menjadi terganggu, kelopak mata sulit digerakkan, nafas yang sesak serta akhirnya lumpuh.
  3. Jika gangguan yang menyerang bayi pada usia di bawah satu tahun:sulit saat buang air besar/sembelit, kepala tidak dapat digerakkan, pada gerak tubuh bayi sepeti tidak ada tegangan otot, tangisan bayi tersebut melemah, kelopak mata sulit digerakkan, akan lebih sering mengeluarkan air liur, bayi mudah lelah, kesulitan untuk menyedot atau makan, dan akhirnya lumpuh.

Risiko komplikasi yang dapat terjadi pada penderitanya bila penyakit ini tidak mendapatkan penanganan secara cepat, sebagai berikut:

  1. Pernapasan menjadi terganggu
  2. Sulit dalam berbicara dan menelan
  3. Tubuh akan lemah secara terus menerus dan nafas cenderung lebih sulit seperti terengah-engah

Penyebab 

Penyebab utama penyakit kronis ini adalah bakteri Clostridium botulinum. Bakteri ini dapat ditemukan di sekitar kehidupan seperti tanah, debu, sungai dan dasar laut. Pada kondisi lingkungan normal bakteri ini tidak berbahaya namun akan mengeluarkan racun bila kondisi lingkungan kekurangan oksigen. Bakteri ini kekurangan O2ketika berada pada botol, lumpur, tanah mengendap, di dalam tubuh manusia serta pada kaleng tertutup yang biasa ditemukan pada makanan kaleng.

Penyakit botulisme dibagi menjadi tiga jenis yang berdasarkan penyebabnya yaitu:

  1. Botulisme yang diakibatkan keracunan makanan. Biasanya bakteri ditemukan pada makanan kaleng yang minim oksigen di dalamnya sehingga jika mengonsumsi makanan tersebut, calon penderita akan keracunan sampai mengalami kelumpuhan.
  2. Botulisme karena luka di tubuh. Bakteri dapat menginfeksi luka yang ada pada tubuh seseorang sehingga bakteri berkembang biak dan mengeluarkan toksinnya pada tubuh yang kemudian berakibat penyakit ini.
  3. Botulisme yang menyerang bayi. Gangguan ini biasa terjadi pada bayi usia dibawah satu tahun, dimana bayi tersebut menelan spora bakteri yang ada di tanah atau madu sehingga bakteri berkembang biak di saluran pencernaan bayi dan menghasilkan racun.

Cara Mengobati Botulisme

Untuk dilakukannya pengobatan, maka harus dirujuk pada dokter dan setelah itu dokter menangani terlebih dulu akan memeriksa kondisi fisik penderita. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui gejala-gejala yang terjadi pada tubuh penderita tersebut. Pemeriksaan tersebut sekaligus mengetahui apakah kelumpuhan sudah menyerang tubuh penderita pada tingkatan yang lebih serius atau belum.

Analisa dokter baik untuk orang dewasa atau bayi berupa tes darah, muntah sampai tes tinja penderita. Penderita yang menderita penyakit ini harus melakukan rawat inap di rumah sakit. Rawat inap ini bertujuan agar dokter dapat memantau kondisi pasiennya, memulihkan kembali kerja fungsi tubuh agar kembali normal dan menetralisir racun yang menyebar pada tubuh pasien.

Pengobatan yang biasa diberikan dokter adalah sebagai berikut:

  1. Pemberian antioksidan dengan cara menyuntikkannya pada tubuh pasien
  2. Antibiotik yang hanya diberikan pada gangguan akibat luka
  3. Untuk pasien yang terdapat gangguan pernafasan maka akan dipasang alat bantu
  4. Rehabilitasi dengan terapi agar kondisi pasien dapat normal kembali

Demikian tentang ulasan lengkap penyakit Botulisme. Semoga bermanfaat.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • BPD (Borderline Personality Disorder) – Gangguan Kepribadian Tahukah anda apa itu BPD (Borderline Personality Disorder)? Melihat dari istilahnya saja mungkin bisa dibilang membingungkan. Sebenarnya istilah ini mengarah pada gangguan kepribadian. Gangguan yang dibahas pada istilah tersebut […]
  • Dermatitis Kontak Apa itu dermatitis kontak? Bila kulit Anda bersentuhan dengan substansi alergen di lingkungan Anda, mungkin kulit akan bereaksi, menyebabkan kulit gatal dan merah. Ini disebut dermatitis kontak. Jenis-jenis penyakit kulit dermatitis […]
  • Hipopituitarisme Apa Itu Hipopituitarisme? Kelenjar pituitari menghasilkan sejumlah hormon atau bahan kimia yang dilepaskan ke dalam darah untuk mengendalikan kelenjar lain di dalam tubuh. Jika hipofisis tidak memproduksi satu atau lebih dari hormon ini, […]
  • Definisi Penyakit Asma Menurut WHO Menurut organisasi kesehatan dunia - WHO dan para ahli, penyakit Asma adalah penyakit paru-paru kronis (jangka panjang) yang mempersempit saluran udara pada pernafasan. Asma menyebabkan mengi berulang (suara siulan ketika Anda bernapas), […]
  • Bronkiolitis Bronkiolitis merupakan penyakit yang terjadi di dalam paru-paru, tepatnya di dalam saluran pernapasan kecil atau disebut juga bronkiolus. Pada penyakit ini, saluran napas terinfeksi yang mengakibatkan radang serta penyumbatan. Penyakit […]