BPD (Borderline Personality Disorder) – Gangguan Kepribadian

Tahukah anda apa itu BPD (Borderline Personality Disorder)? Melihat dari istilahnya saja mungkin bisa dibilang membingungkan. Sebenarnya istilah ini mengarah pada gangguan kepribadian. Gangguan yang dibahas pada istilah tersebut adalah gangguan kepribadian ambang. Pastinya anda masih bingung kan apa itu sebenarnya. Sebelum anda bertanya-tanya, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu penjelasan tentang gangguan kepribadian ini.

Berikut akan dijabarkan penjelasan tentang gangguan kepribadian ambang:

BPD (Borderline Personality Disorder), jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah gangguan kepribadian ambang. Gangguan yang terjadi akibat terganggunya kesehatan mental seseorang. Gangguan ini menyebabkan adanya tingkah laku, pola berpikir yang lain dari individu kebanyakan atau bisa dibilang tidak normal serta memiliki perasaan yang lebih sensitif baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Sensitif disini lebih mengarah pada kondisi yang negatif seperti mudah tersinggung.

Gangguan ini sering terjadi pada orang dewasa yang terjadi terus menerus dan berkelanjutan jika tidak ditangani dengan benar. Akibat dari gangguan ini, seseorang akan mengalami gangguan fungsi dalam hidup, seperti adanya gangguan dalam berhubungan dengan orang-orang disekitarnya. Perasaan yang akan dimiliki oleh penderita gangguan ini seperti: takut ditinggalkan, ditolak, kecemasan yang tinggi, mudah marah, merendahkan diri sendiri sehingga dengan mudah menyakiti diri bahkan orang lain. Perubahan mood yang sering terjadi dan rendahnya citra diri dapat menyebabkan penderita sulit dalam mempertahankan hubungan yang harus terikat dengan komitmen.

Gejala BPD

Gejala-gejala yang akan muncul apabila seseorang menderita masalah seperti ini adalah sebagai berikut:

  1. Penderita akan merasa takut jika diabaikan sehingga membuatnya menghindari adanya perpisahan atau penolakan.
  2. Adanya perubahan citra diri yang berlangsung dengan cepat. Penderita BPD dapat memandang dan melihat dirinya sebagai sosok individu yang buruk.
  3. Mengalami stres yang berkepanjangan.
  4. Mengalami perubahan suasana hati (mood) yang dapat berlangsung lama.
  5. Memiliki perilaku atas dorongan menginginkan sesuatu sesuai dengan kehendaknya yang berisiko dan mungkin berbahaya, seperti judi, mengemudi dengan ceroboh, atau boros. Seseorang dengan BPD dapat berhenti dari pekerjaannya tanpa alasan yang jelas atau mengakhiri sebuah hubungan yang semula baik-baik saja.
  6. Tidak bisa mengendalikan emosi dan mudah marah sehingga dapat memicu adanya pertengkaran atau perkelahian dengan orang lain termasuk dengan keluarga sendiri.
  7. Ada saat dimana penderita begitu menghormati atau menyayangi seseorang, tapi kemudian menjadi berubah dan menganggap seseorang tersebut sebagai orang yang buruk.
  8. Adanya perasaan kosong secara psikologisnya yang dapat berlangsung terus-menerus atau bisa dibilang linglung.
  9. Dapat menyakiti diri sendiri sebagai ungkapan kekesalan, kemarahan dan kekecewaan pada diri sendiri. Pada kasus yang lebih berbahaya, dapat menyakiti orang lain jika orang tersebut memancing emosi penderita tersebut.

Jika ini terjadi pada anda, dalam artian anda dapat merasakan gejala-gejala yang disebutkan diatas maka segera periksakan diri ke dokter yang sesuai keahliannya mengatasi gangguan ini. Jikalau terjadi pada keluarga atau teman anda, mungkin tindakan anda dapat menyarankannya untuk pergi ke dokter, psikolog atau psikiater agar dapat ditangani sehingga tidak cepat memperburuk kondisi yang terjadi saat ini.

Penyebab

Belum diketahui secara jelas apa penyebab dari penyakit umum ini. Namun ada beberapa faktor sehingga seseorang dapat menderita gangguan ini seperti: masa kecil penderita pernah mengalami pelecehan dan kekerasan. Selain itu faktor genetik juga berpengaruh. Gangguan yang terjadi pada anggota keluarga dapat diturunkan pada pewarisnya. Faktor lain juga berasal dari penurunan zat kimia pada tubuh seperti serotonin (yang mengatur perubahan mood), perubahan pada area otak khususnya yang berhubungan dengan emosi dan lainnya serta ciri kepribadian seperti agresif yang dimiliki oleh penderita.

Cara Mengobati BPD (Borderline Personality Disorder)

Pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita penyakit ini melalui jalan psikoterapi. Atau memang jika diperlukan sebaiknya diberikan obat-obatan dan perawatan yang ada pada rumah sakit. Untuk perawatan di rumah sakit, biasanya dilakukan agar penderita mengurangi perilaku menyakiti diri sendiri yang dapat membahayakan keselamatan dirinya. Tujuan dari psikoterapi itu sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Mengenali perasaannya sendiri, apa yang membuatnya sedih, cemas, risau dan khawatir sehingga penderita dapat lebih tenang.
  2. Psikiater dapat mengarahkan kehidupan selanjutnya penderita sehingga bisa lebih baik, stabil dan terarah.
  3. Diharapkan penderita dapat mengendalikan perasaan dan dorongan yang menginginkan kehendaknya dapat terwujud itu ke arah yang lebih positif dan bisa berpikir panjang dalam memutuskan sesuatu.
  4. Penderita dapat mengendalikan dirinya sendiri juga sekitarnya.

Untuk jenis terapinya sendiri yang dilakukan, ada banyak jenis terapi yang bisa menjadi solusi sesuai dengan saran psikiater yang menangani.

Dari psikoterapi ini diharapkan penderita dapat melakukan hubungan sosial yang lebih baik dan lebih tenang pembawaannya sehingga dapat menjalani kehidupan dengan normal kembali.

Demikian pembahasan tentang BPD (Borderline Personality Disorder) ini. Semoga para pembaca senantiasa diberikan kesehatan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!