Brucellosis

Brucellosis adalah  salah satu  penyakit zoonosis yang mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat. Penyakit yang bisa ditularkan dari hewan ke manusia ini bisa juga disebut penyakit keluron pada hewan. Mungkin bagi sebagian besar peternakan, seperti peternakan sapi dan kambing, penyakit ini bisa saja menjadi permasalahan utama dan sebagai penyakit/wabah yang sangat serius dalam penanganannya. Berbicara terkait dengan penyakit ini, Berikut ini pemaparan lebih jelasnya:

Brucellosis Merupakan penyakit ternak/zoonosis (yang dapat menular dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang menyerang ternak ini disebut bakteri Brucella. Bakteri ini biasa menyerang sapi, kambing, domba dan babi serta menularkannya ke manusia saat kontak langsung dengan ternak yang terinfeksi.

Gejala 

Untuk mengetahui manusia tertular atau tidaknya, biasanya ditandai dengan demam yang naik turun seperti sakit flu setelah beberapa minggu penderita terinfeksi oleh bakteri tersebut. Berikut gejala lainnya yang dapat terjadi:

  1. Mengalami penurunan berat badan
  2. Nafsu makan akan berkurang sehingga merasa lemas dan lelah
  3. Berkeringat pada malam hari (suhu tubuh tinggi)
  4. Nyeri diderita pada bagian punggung, otot serta persendiaan
  5. Merasakan sakit kepala

Pada hewan ternak, ternak betina akan mengalami keluron, lesu, nafsu makan menurun dan kurus, jikalau dapat melahirkan pun anak ternak yang dilahirkan akan lemah dan mati. Selain itu, dapat mengganggu alat-alat reproduksi sehingga terjadi kemajiran baik sementara maupun permanen.  Jika pada sapi perah akan terjadi penurunan produksi susu. Jika terjadi pada ternak jantan akan mengalami pembengkakan pada persendian lutut.

Penyebab Brucellosis

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Brucella yang menginfeksi hewan ternak, yang selanjutnya ditularkan pada manusia. Ada beberapa penyebab yang dapat menularkan bakteri Brucella ke manusia melalui hewan, yakni:

  • Melalui produk hewan ternak seperti daging dan susu.

Untuk mengkonsumsi daging dan susu dari ternak sapi misalnya, perlu dilakukan pengolahan yang baik dan benar. Pengolahan yang baik dan benar memberikan manfaat baik bagi tubuh. Seperti halnya membersihkan daging dengan air bersih, perebusan daging sapi pun demikian sangat dianjurkan untuk merebus daging benar-benar matang sempurna. Perebusan yang baik dapat membunuh bakteri Brucella yang bersarang pada hewan ternak tersebut. Demikian juga susu, susu sebaiknya direbus/dipasteurisasi terlebih dahulu. Sebaiknya hindari produk makanan dan minuman yang mengandung susu yang tidak di pasteurisasi pada pengolahannya.

  • Kontak secara langsung dengan hewan ternak

Bakteri dapat berpindah dari darah, plasenta maupun cairan sperma hewan ternak ke manusia melalui luka yang dimiliki. Ketika hewan ternak mengalami Brucellosis, usahakan untuk melapisi permukaan luka dengan perban atau jika luka kecil gunakan plester luka kain, guna menghindari adanya berpindahnya bakteri saat berkontak langsung dengan hewan ternak tersebut.

  • Udara dan debu yang dihirup

Bakteri Brucella juga dapat berpindah dan menyebar melalui perantara udara. bisa juga berasal dari debu yang terhirup, yang telah bercampur dengan kotoran hewan ternak yang terinfeksi.

Berikut ini beberapa jenis bakteri brucella yang umumnya menyerang pada manusia:

  1. Bakteri yang ada pada hewan kambing dan domba yaitu Brucellosis
  2. Bakteri yang ada pada sapi ternak yaitu B. Abortus.
  3. Bakteri pada babi liar yaitu B. suis.

Seseorang dapat berisiko tinggi tertular bakteri Brucella, seperti contohnya:

  1. Pekerja di peternakan atau juga sebagai pemotong ternak (jagal) di pemotongan hewan,
  2. Penggunting bulu domba,
  3. Pekerja di perusahaan susu,
  4. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bahan utamanya dari susu yang telah terkontaminasi.

Cara mengobati Brucellosis

Pengobatan terlebih dahulu dilakukan melalui diagnosis dokter dengan uji di laboratorium. Diagnosis dokter dapat menentukan obat/antibiotik apa yang sesuai dengan identifikasi penyakit yang diderita pasien. Pemberian antibiotik disesuaikan dengan anjuran/resep dokter tersebut. Dokter akan memberikan beberapa antibiotik yang dalam hal ini dapat mencegah penyakit tumbuh kembali, meredakan gejala dan menghindari komplikasi.

Antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit ini adalah Tetracycline, Streptomysin, Gentamicin, Rifampici dan Doxycycline. Mengutip pada pepatah yang sering kita dengarkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Alangkah baiknya jika anda mendahulukan kesehatan diatas segala hal, yang berarti mengarahkan diri untuk memiliki pola hidup yang lebih baik. Berikut beberapa langkah yang harus dilakukan jika memang harus berkutat dengan hewan ternak disekitar anda:

  1. Yang pertama, sebaiknya bersihkan kandang sapi atau kambing atau hewan ternak lainya sesering mungkin sehingga kebersihan tetap terjaga, minimal setiap hari.
  2. Untuk usaha pencegahan lakukan sterilisasi diri seperti menggunakan masker, sarung tangan, sepatu boot ketika mengurus hewan ternak dan selalu mencuci tangan dengan air bersih/mengalir sesudahnya.
  3. Pemberian vaksin pada hewan ternak.
  4. Usahakan selalu memasak daging ataupun susu dengan kematangan yang sempurna. Sehingga aman dalam mengkonsumsinya.

Demikian penjelasan ringkas mengenai penyakit Brucellosis, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!