Cacing Kremi

Cacing Kremi

Cacing kremi merupakan parasit berukuran kecil yang menjangkiti usus besar dalam tubuh manusia. Cacing tersebut berwarna putih, sekilas tampak seperti benang putih. Cacing dewasa jantan berukuran sekitar 2-5 mm x 0,1-02 mm, cacing betina serukuran sekitar 8-13 mm x 0,3-0,5 mm, sedangkan telur cacing berukuran sekitar 50-60 mikron x 20-32 mikron. Dengan ukuran yang sangat kecil tersebut cacing maupun telur cacing kremi biasanya dapat terlihat di sekitar anus atau tinja pendertia berbentuk seperti parutan kelapa.

Cacing dewasa hidup di usus memakan isi yang terdapat di usus. Cacing betina dapat bertelur hingga 11.000-15.000 butir telur dan akan mati setelah bertelur.  Penyakit ini dapat menulari siapapun, namun yang seringkali terinfeksi adalah anak kecil. Hal ini bisa jadi disebabkan karena mereka belum bisa menjaga pola hidup bersih dan sehat dan tubuhnya masih rentan terhadap penyakit.

Gejala Penyakit Cacing Kremi

Gejala pada penyakit cacing kremi tidak selalu terlihat. Gejala umum yang biasanya tampak adalah rasa gatal pada daerah anus di malam hari, rasa gatal ini disebabkan karena cacing yang sedang meletakkan telur-telurnya di daerah tersebut. Namun seseorang yang terkena penyakit ini baru akan menunjukkan gejala setelah 2 sampai 6 minggu, ini dikarenakan menetasnya telur cacing yang membutuhkan waktu lama.

Gejala yang muncul pada malam hari ini membuat penderita mengalami gangguan tidur yang berakibat pada tubuh penderita yang melemah, nafsu makan juga menurun yang berakibat pada turunnya berat badan, infeksi kulit di sekitar anus karena sering menggaruk daerah tersebut untuk menghilangkan rasa gatal dan gejala lain seperti nyeri perut dan mual.

Penyebab Penyakit Cacing Kremi

Penyebab utama penyakit cacing kremi adalah infeksi cacing Oxyuris Vermicularis yang memiliki nama lain Enterobius Vermicularis, Pinwormatau sering disebut cacing kremi. Cacing tersebut biasanya menyerang daerah anus dan menimbulkan rasa gatal, maka penderita akan menggaruk daerah anus untuk menghilangkan rasa gatal tersebut. Sayangnya hal ini justru menyebabkan perpindahan cacing pada jari tangan dan tempat lain seperti pada pakian, sprei dan kursi yang diduduki dan membuat penularan penyakit cacing kremi menjadi semakin cepat dan luas. Gaya hidup tidak sehat juga dapat mempermudah penularan penyakit ini. Seperti tidak mencuci tangan hingga bersih saat hendak makan, selesai makan dan setelah buang air, meletakkan makanan atau minuman di sembarang tempat yang mungkin terdapat cacing atau telur cacing kremi dan kurang menjaga kebersihan tangan dan kuku.

Penyakit ini juga lebih mudah menular pada orang-orang yang tinggal bersama, seperti keluarga atau orang-orang yang tinggal di asrama. Penggunaan barang secara bersama juga dapat mempermudah menularnya penyakit ini. Seperti memakai handuk yang sama dengan orang yang menderita penyakit cacing kremi dapat membuat pemakai yang sebelumnya tidak memiliki penyakit tersebut menjadi tertular.

Cara Mengobati

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati cacing kremi. Bagi sekelompok orang yang tinggal bersama, misalnya keluarga, lebih baik dirawat secara bersamaan agar proses pengobatan lebih efektif. Penggunaan obat-obatan kimia seperti piperazine, mebendazole atau sejenisnya harus mendapat resep dan saran dari dokter. Karenanya akan lebih baik untuk memeriksakan diri terlebih dahulu untuk menentukan dosis dan cara yang tepat dalam penggunaan obat tersebut. Selain dengan obat-obatan kimia, cara tradisional juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk penyembuhan. Salah satu resep yang dapat digunakan untuk penyembuhan cacing kremi:

Bahan-bahan:

  • 1 jari akar papaya gantung
  • 1 siung bawang putih
  • Segelas air

Cara membuat: Akar pepaya dihaluskan bersama bawang putih kemudian ditambahkan segelas air. Didihkan di atas api hingga air menyusut menjadi setengah gelas. Obat ini dapat diminum dua kali sehari, seperempat gelas setiap kali minum. Agar rasanya tidak pahit, obat ini dapat dicampur dengan susu saat hendak diminum. Selama menjalani pengobatan ini sebaiknya juga mengurangi asupan makanan yang dikonsumsi.

Selain pengobatan yang dilakukan setelah terkena penyakit tersebut, pencegahan juga perlu dilakukan untuk menjaga agar penularan penyakit cacing kremi dapat dihindari. Pola hidup sehat sangat perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama terhadap anak-anak, mengingat tubuh mereka yang masih rentan terhadap penyakit.

Hal ini dapat dimulai dari kegiatan kecil yang seringkali tak diperhatikan, seperti mencuci tangan sampai bersih menggunakan sabun dan air mengalir saat hendak makan, selesai makan dan sehabis buang air, tidak menggaruk anus saat terasa  gatal karena hali ini dapat menjadi jalan untuk penyebaran telur cacing yang terdapat di anus, memotong dan membersihkan jari-jari dan kuku tangan dan kaki untuk mencegah cacing atau telur cacing menempel pada daerah tersebut, membersihkan debu yang terdapat di dalam rumah dan lingkungan tempat tinggal dan menjauhkan tangan dari mulut dan hidung untuk menghindari tertelannya cacing maupun telur cacing. Dengan pola hidup sehat tersebut diharapkan dapat mencegah penularan penyakit cacing kremi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Ascariasis – Infeksi Cacing Gelang Ascariasis merupakan jenis penyakit yang penularannya dikarenakan cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia. Cacing ini adalah jenis cacing parasit atau sangat merugikan bagi tubuh, cacing […]
  • Atresia Ani Atresia Ani yang dikenal dengan nama lain anus imperforate, merupakan kelainan kognital yang dialami oleh bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut terlahir dengan kondisi anus yang […]
  • Herpes Simpleks Perbedaan Herpes Simpleks Tipe 1 dan 2. Virus herpes simpleks dibedakan menjadi dua jenis: tipe 1 (HSV-1 atau herpes oral) dan tipe 2 (herpes HSV-2 atau genitalis). HSV-1 menyebabkan luka […]
  • GERD – Refluks Asam Lambung Penyakit refluks asam lambung atau gastroesofagus (GERD) adalah kondisi umum, dimana asam dari lambung bocor ke kerongkongan akibat cincin otot di bagian bawah kerongkongan yang […]
  • Croup Penyakit Croup merupakan salah satu jenis infeksi  pada saluran pernapasan. Croup umum diderita oleh anak-anak yang masih berusia 6 bulan – 3 tahun tapi bisa juga menyerang anak-anak yang […]