Cedera Hamstring

Cedera Hamstring

Bagi sebagian besar atlit istilah Cedera Hamstring mungkin bukan hal yang asing lagi. Dalam beberapa liputan tentang olahraga sendiri seringkali terdengar berita seorang atlit yang mengalami cedera semacam ini. Lantas apa itu Cedera Hamstring?

Seperti namanya Cedera ini menyerang jaringan otot Hamstring yang terdiri dari tiga jenis otot yaitu semitendinosus, emimembranosus dan otot bisep femoris terletak di area sekitar paha bagian belakang hingga belakang lutut.

Masalah pada jaringan otot ini tidak muncul secara tiba-tiba. Cedera seperti ini terjadi lantaran beban aktivitas yang berat seperti berlari, memanjat, lompat atau aktivits lainya yang menuntut seseorang untuk menekuk tungkai kaki secara tiba-tiba atau secara cepat.

Oleh karena itu seorang atlit dituntut untuk memperkuat jaringan otot ini dengan cara melakukan latihan guna menguatkan otot Hamstring guna menekan resiko cedera yang fatal.

Gejala Cedera Hamstring

Gejala timbulnya gangguan dalam otot Hamstring dapat ditandai dengan munculnya sakit atau nyeri pada area sekitar belakang paha hingga area bawah lutut yang tak tertahankan saat melakukan aktivitas. Secara umum, gejala Cedera Hamstring dapat diketahui dan diagnosis melalui ciri-ciri :

  1. Rasa Sakit atau nyeri yang hebat ditambah dengan sensasi layaknya jaringan otot yang putus pada bagian paha belakang
  2. Tidak mampu berjalan setidaknya 3-4 langkah tanpa menahan rasa sakit yang hebat
  3. Munculnya memar pada area yang mengalami cedera
  4. Otot tubuh lemas dan seakan tak mampu menopang beban tubuh
  5. rasa sakit atau nyeri berkepanjangan meskipun sudah melakukan penanganan cepat

Penyebab Cedera Hamstring

Cedera pada jaringan otot Hamstring terjadi lantaran otot yang kaku atau salah satu otot pada jaringan Hamstring bekerja melebihi dari kapasitas renggangnya atau sudah melebihi batas kemampuanya dalam melakukan kegiatan aktivitas.

Cedera pada otot ini pada umumnya juga dapat terjadi saat melakukan aktivitas santai namun membutuhkan kerja otot yang keras seperti saat melakukan angkat beban dan melakukan kegiatan mendadak yang bersifat refleks seperti melompat atau tiba-tiba berlari. Cedera pada jaringan otot hamstring timbul akibat aktivitas yang menuntut bekerja lebih keras, seperti atlit panjat dinding,pesepak bola ataupun penari.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko cedera pada jaringan otot Hamstring yaitu :

  1. Olahraga Keras, Faktor utama dalam munculnya cedera Hamstring adalah aktivitas olahraga yang keras, terlebih untuk olahraga yang membutuhkan kecepatan seperti bagi pelari cepat jarak pendek ataupun pemain bola basket.
  2. Otot Kaku dan Kurang Pemanasan, hal inilah yang menyebabkan pentingnya melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas. Jika tanpa pemanasan jaringan otot dapat menjadi kelebihan beban dan hasilnya dapat meningkatkan resiko gangguan pada otot itu sendiri.
  3. Pernah Mengalami Cedera Yang Sama, Bagi sebagian orang yang pernah mengalami masalah otot ini maka semakin besar pula resiko mengalami gangguan yang sama nantinya.

Cara Pengobatan

Sebelum melakukan pengobatan cedera otot jaringan Hamstring, penting untuk melakukan diagnosis yang tepat dari dokter untuk menentukan langkah apa yang tepat dalam menangani masalahnya. Ada dua cara umum yang dapat digunakan dalam diagnosa yaitu dengan melakukan Pemeriksaan fisik dan Foto Sinar X untuk melihat posisi dan keadaan jaringan otot.

Setelah melakukan langkah tersebut baru dapat diklasifikasikan menurut tingkatan Cedera Hamstring yang dibagi menjadi tiga yaitu :

  1. Cedera ringan, Hal ini terjadi lantaran otot Hamstring tertarik dan belum sampai putus, pada umumnya penderita tidak terlalu mengalami masalah kecuali nyeri, untuk penyembuhan sendiri pada umumnya hanya memakan waktu beberapa hari saja
  2. Cedera Sedang, Cedera sedang terjadi saat sebagian jaringan otot Hamstring robek, hal ini ditandai dengan nyeri yang hebat ditambah dengan luka memar pada area yang sakit, untuk penyembuhan sendiri pada umumnya memakan waktu beberapa minggu
  3. Cedera Parah, Pada tingkatan ini hampir semua jaringan otot hamstring mengalami luka robek yang parah, penderita akan mengalami rasa sakit tak tertahankan yang ditambah dengan sensasi robekan pada saat mengalami cedera, untuk pemulihan sendiri memakan waktu lebih lama bahkan hingga bulanan.

Penanganan yang cepat dapat membantu memperingan penderita Cedera Hamstring dalam mempercepat masa pemulihan serta menangani rasa sakit yang dialami saat cedera. berikut adalah pertolongan pertama dalam mengatasi cedera pada otot hamstring :

  1. Perban dan Miringkan Kaki, Dengan memiringkan kaki ke atas atau posisi yang lebih dari jantung dapat membantu mengurangi pembengkakan yang terjadi.
  2. Kompres Es, Hal ini  berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri yang timbul serta pembengkakan.
  3. Tongkat Penyangga, Meski tidak disarankan untuk melakukan aktivitas, penderita cedera hamstring dapat memakai tongkat penyangga saat melakukan aktivitas guna membantu menopang beban tubuh.
  4. Pembedahan dan terapi, Jika cedera terlihat parah segera bawa penderita ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan secara cepat.

Bagikan Pada Temanmu!