Chlamydia

Chlamydia

Chlamydia atau klamidia merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan sek*sual tanpa menggunakan alat kontrasepsi seperti k*ndom. Penyakit ini seringkali menjangkiti pasangan terlebih anak muda yang melakukan hubungan bebas diluar nikah. dalam beberapa kasus pengidap penyakit ini seringkali didominasi oleh kaum perempuan. Meskipun demikian tak jarang dalam beberapa kasus penyakit sek_*sual ini juga diderita oleh kalangan pria.

Penyakit ini tergolong penyakit serius, karena jika tidak segera mendapatkan penanganan atau salah dalam melakukan penanganan dapat menimbulkan beragam masalah kesehatan yang lebih serius nantinya. Kata Chlamydia diangkat dari bahasa Yunani χλαμύδος yang berarti “kerudung”

Dalam beberapa kasus dalam dunia kedokteran, pasien yang terlambat mendapatkan penanganan dan infeksi dari bakteri Chlamydia trachomatis tersebut sudah menjalar tak ayal berakhir dengan kemandulan pada penderitanya yang mengakibatkan susah atau tidak bisa mendapatkan keturunan.

Gejala Chlamydia

Dalam beberapa kasus, deteksi penyakit ini baru dapat diketahui setelah 1 hingga 3 minggu pasca penularan melalui hubungan se**ksual dari pasangan yang sudah mengidap penyakit ini sebelumnya. Sayangnya pengetahuan tentang gejala munculnya penyakit ini sering diabaikan oleh penderitanya. Beberapa beralasan gejala yang tidak terlalu parah atau bahkan tidak merasakan gejala hingga tabu untuk dipertanyakan.

Gejala dalam berkembangnya bakteri Chlamydia trachomatis sebagai cikal bakal berkembangnya penyakit ini secara umum ditandai dengan rasa sakit dan nyeri ketika penderita melakukan buang air. Selain itu dalam beberapa kasus juga kerap ditemui dimana penderita mengeluh keluar cairan berwarna putih dari ujung alat kelamin.

Dari hasil penelitian yang dilakukan lembaga kedokteran infeksi dari bakteri ini bukan hanya menjangkiti area sekitar genital, namun juga dapat mengnfeksi mata jika cairan kelamin memasuki area mata dan dapat menyebabkan pembengkakan, iritasi serta menyebabkan mata berair.

Jika tanda-tanda gejala tersebut muncul, segera konsultasikan hal ini kepada dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat guna menghindari resiko fatal di kemudian hari.

Penyebab Chlamydia

Seperti yang dijelaskan di atas, penyakit ini bersumber pada infeksi dari bakteri Chlamydia trachomatis dimana bakteri ini dapat ditularkan atau tersebar melalui hubungan sek***sual dengan pasangan yang terjangkit bakteri ini tanpa menggunakan pengaman atau alat kontr*sepsi saat melakukan.

Penularan bakteri ini lebih intim misal melakukan Or*l, an*l, vagin*l atau hubungan yang lain dimana pasangan bersentuhan dengan alat vital pengidap penyakit ini. Selain itu ibu penderita Chlamydia dapat menularakan bakteri ini pada saat melakukan persalinan, hal ini dapat menyebabkan mata bayi menjadi bengkak atau bahkan terjadi peradangan di paru-paru bayi. Mengingat bahaya yang tinggi terutama bagi wanita hamil, pastikan lakukan pengecekan rutin ke dokter .

Meskipun demikian banyak orang beranggapan bahwa bakteri ini dapat ditularkan melalui benda yang dipakai penderita. Agaknya anggapan ini tidak dapat dibenarkan. Infeksi ini tidak dapat menular melalui :

  1. Berpelukan dengan penderita
  2. Memakai handuk yang sama dengan penderita
  3. Memakai peralatan makan yang sama dengan penderita
  4. Melakukan ciuman bibir dengan penderita
  5. Memakai kolam renang yang sama dengan penderita
  6. Bersandar dengan dudukan yang sama dengan penderita
  7. Berpegangan tangan dengan penderita
  8. Menggunakan toilet duduk yang sama dengan penderita

Secara garis besar penularan hanya akan terjadi jika melakukan kontak fisik langsung dengan alat vital penderita yang tertular bakteri Chlamydia, penularan tidak akan terjadi melalui kontak fisik normal seperti diatas.

Cara Pengobatan

Jika anda mengalami gejala yang sama dengan ciri-ciri diatas anda diharuskan segera melakukan konsultasi dengan pihak dokter guna mendapat diagnosa yang tepat serta segera mendapatkan perawatan. Pada umumnya penyakit ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat antibiotik yang dapat ditebus di Apotik sesuai resep dokter.

Pada masa pengobatan penderita diharuskan tidak melakukan hubungan se***ksual kepada pasangan setidaknya selama 1 hingga 2 minggu atau sampai infeksi dari bakteri yang ada hilang. pasca penyembuhan anda juga setidaknya harus melakukan pengecekan kepada dokter setidaknya selama 3 bulan pertama untuk memastikan infeksi bakteri tidak berkembang.

Dalam mencegah terjangkitnya penyakit yang disebabkan bakteri Chlamydia paling sederhana yaitu tidak melakukan hubungan se***ksual secara bebas dan menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seperti kondom. Meski tidak menjamin 100% dapat menangkal penularan, pencegahan seperti ini sangat penting guna meminimalisir penularan penyakit se**ksual.

Beberapa resep yang sering digunakan oleh dokter dalam penanganan penyakit Chlamydia adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan antibiotik yang digunakan untuk membunuh atau memusnahkan bakteri seperti :

  1. Obat antibiotik Ofloxacin
  2. Obat antibiotik Amoxicillin
  3. Obat antibiotik Doxycycline
  4. Obat antibiotik Azithromycin
  5. Obat antibiotik Erythromycin

Beberapa Obat-obatan tersebut memang dijual bebas di Apotik, namun untuk menghindari dampak  negatifnya, sebaiknya konsultasikan kepada dokter sebelum menebus obat tersebut, karena beberapa kasus seringkali terjadi gejala alergi obat atau bagi ibu hamil harus mendapatkan resep yang berbeda disesuaikan dengan usia kehamilan janin.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Herpes Labialis Herpes Labialis, Herpes Pada Mulut dan Bibir Luar (herpes oral). Herpes labialis merupakan penyakit umum akibat infeksi pada daerah mulut oleh virus herpes simpleks tipe 1, sering menyerang orang usia muda pada 20 th-an. Apa itu herpes […]
  • Herpes Zoster Oftalmikus Penyakit Mata Herpetik atau Herpes Pada Mata. Penyakit mata herpetik adalah infeksi virus herpes yang menyerang mata oleh dua jenis virus herpes yaitu herpes zoster oftalmikus dan herpes simplex keratitis , menyebabkan lepuhan dan cacar […]
  • Herpes Genitalis Dampak dan bahaya herpes genitalis ibu hamil. Wanita hamil dengan herpes genital harus berhati-hati - tapi jangan terlalu khawatir berlebihan terkait masalah penularan virus HSV ke tubuh bayi. Seorang ibu hamil dengan virus herpes bisa […]
  • Herpes Simpleks Perbedaan Herpes Simpleks Tipe 1 dan 2. Virus herpes simpleks dibedakan menjadi dua jenis: tipe 1 (HSV-1 atau herpes oral) dan tipe 2 (herpes HSV-2 atau genitalis). HSV-1 menyebabkan luka (kadang-kadang disebut lepuh demam atau cold […]
  • 3 Herbal Ampuh Untuk Obat Alami Herpes Genitalis Herbal Ampuh Untuk Obat Alami Herpes Genitalis. Para ilmuwan telah mempelajari semua pengobatan alternatif atau solusi alami, seperti ekstrak herbal dan suplemen, berdasarkan beberapa klaim pasien herpes genitalis bahwa beberapa herbal […]