Fobia

Fobia

Fobia atau gangguan anxietas fobik adalah perasaan takut yang berlebihan terhadap situasi atau objek tertentu. Tak jarang perasaan tersebut menimbulkan rasa cemas, stress, dan kepanikan yang parah dan berlebihan jika si penderita dihadapkan dengan situasi atau objek yang ditakutinya. Perilaku ini dapat mengganggu kehidupan individu si penderita.

Ada dua macam fobia, yaitu :

  1. Fobia spesifik. Akan muncul saat masa kanak-kanak bahkan saat remaja. Kondisi ini muncul karena satu pemicu saja. Beberapa contoh dari fobia spesifik yaitu, takut terhadap hewan (takut laba-laba), takut terhadap situasi (suasana gelap), takut secara fisik (takut jarum suntik), takut terhadap lingkungan (takut keramaian).
  2. Fobia kompleks. Keadaan ini akan muncul dimasa dewasa. Sesuai dengan namanya kompleks, hal ini berhubungan dengan banyak penyebab. Sebagai contoh fobia kompleks adalah fobia sosial. Orang yang mengalami kondisi ini akan merasa cemas ketika berada di lingkungan sosial dan tempat umum. Mereka takut untuk berbicara di depan umum. Merasa takut untuk bertemu dengan orang asing. Takut berada disekitar orang-orang ramai. Merasa takut untuk dinilai orang lain.

Gejala

Gejala atau tanda-tanda yang akan muncul jika memiliki ketakutan yang berlebih terhadap sesuatu :

  1. Dada terasa sesak dan nyeri
  2. Pusing dan sakit kepala
  3. Mual dan mulut terasa kering
  4. Disorientasi atau bingung
  5. Sensasi ingin selalu buang air kecil
  6. Tubuh gemetar dan berkeringat
  7. Telinga berdengung
  8. Sesak napas
  9. Kewaspadaan berlebih (over alertness)
  10. Hilangnya kemampuan berpikir realistis dan membayangkan berbagai hal buruk yang akan terjadi
  11. Melarikan diri saat situasi yang ditakuti itu muncul

Fobia akan sembuh jika ditangani dengan segera, tapi gangguan tersebut akan sulit dihilangkan jika tetap dibiarkan semakin lama.

Penyebab

Penyebab munculnya gangguan tersebut sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa kemungkinan faktor yang diduga menjadi penyebab munculnya gangguan ini :

  1. Memiliki orang tua atau anggota keluarga yang penderita fobia. Gangguan ini merupakan kondisi yang dapat diwarisi. Apabila terdapat salah satu anggota keluarga yang memiliki fobia terhadap situasi atau objek tertentu, maka resiko untuk terkena gangguan ini juga tinggi.
  2. Peristiwa traumatis. Kebanyakan orang akan memiliki fobia akibat kejadian trauma. Misalnya seorang wanita memiliki pengalaman digigit anjing, wanita tersebut akan mengingat kejadian berbahaya itu dan akan takut terhadap anjing.
  3. Tempramen yang tinggi. Seseorang yang berkepribadian selalu berpikiran negatif, cenderung menahan diri dan sangat pemalu akan lebih rentan mengalami fobia.

Cara Mengobati

Pada sebagian penderita gangguan ini tidak memerlukan penyembuhan karena fobia tersebut dianggap masih wajar dan mereka cenderung lebih memilih untuk menghindari berbagai hal yang ditakuti. Namun, dalam kasus tertentu penderita dirasa perlu untuk menyembuhkan gangguan tersebut karena mengganggu kehidupan sehari-hari.

Pengobatan dapat dilakukan dengan cara terapi. Seorang ahli kejiwaan atau psikolog akan berupaya untuk mengatasi ketakutan tersebut dengan melakukan pendekatan terhadap ketakutan yang dimiliki si penderita. Terapi yang paling umum digunakan adalah terapi jenis kognitif. Dimana terapi ini didasarkan pada bagaimana cara berpikir dan berprilaku dalam mengatasi atau mengubah pikiran-pikiran negatif dari ketakutan tersebut. Terapi ini memungkinkan untuk mengubah cara berpikir dan berprilaku dalam menghadapi hal yang ditakuti. Selain itu ada juga terapi eksposur. Terapi ini akan membantu untuk mengatasi kecemasan dan meningkatkan kepercayaan diri.

Pemberian obat-obatan juga dapat dilakukan dalam proses penyembuhan. Pemberian obat-obatan oleh dokter akan dimulai dengan dosis yang rendah dan kemudian akan ditingkatkan ke dosis penuh jika dirasa dibutuhkan. Obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI), Serotinin Norepinefrine Reuptake Inhibitor (SNRI) Venlafaxine (Effeksor) bisa menjadi pilihan untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial. Dokter mungkin juga akan memberikan obat-obat lain seperti anti-depresan atau obat anti-kecemasan namun perlu diperhatikan efek samping yang muncul, karena beberapa obat dapat menyebabkan kecanduan. Ikutilah resep yang diberikan oleh dokter.

Proses penyembuh setiap orang akan berbeda-beda. Sebagian orang mungkin gejala fobia akan memudar setelah pemberian obat dan akan berhenti mengkonsumsi obat tersebut. Namun, beberapa  merasa masih belum bisa menghilangkan kecemasan dan rasa takut tersebut. Jangan menyerah dan putus asa jika obat-obatan yang diberikan oleh dokter tidak bekerja cepat. Ada juga cara lain yang dapat anda lakukan.

Cobalah upaya untuk memulihkan diri sendiri. Berlatihlah secara bertahap untuk menangani situasi yang akan memicu kecemasan. Mulai dari hal yang kecil. Berlatihlah sampai hal tersebut dirasa berkurang atau tidak mencemaskan lagi. Misal anda takut untuk melihat gambar dengan penuh lubang-lubang. Berlatihlah untuk melihat gambar tersebut sampai anda merasa tidak perlu mencemaskan gambar tersebut. Awalnya mungkin akan terasa berat, tapi cobalah untuk tidak menghindarinya. Ubahlah pola pikir negatif dalam melihat gambar tersebut, yakinlah terhadap diri sendiri bahwa anda tidak akan takut lagi dengan gambar lubang-lubang tersebut.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Gangguan Pendengaran Gangguan pendengaran merupakan sebuah gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan karena faktor usia atau seringnya si penderita terpapar oleh sebuah suara yang keras. Pendengaran dapat teridentifikasi bila terganggunya sinyal suara […]
  • Gigantisme Gigantisme merupakan suatu penyakit karena produksi hormon yang berlebihan, sehingga pertumbuhan pada anak-anak berdampak kepada ukuran tinggi dan berat badannya. Situasi ini bisa dikategorikan langka dan jarang terjadi terjadi sebelum […]
  • Gangguan Bipolar Gangguan Bipolar atau kebanyakan orang menyebutnya dengan kepribadian ganda adalah suatu gangguan psikologis atau mental yang dapat dilihat dengan sangat jelas perubahan suasana hatinya. Perubahan tersebut terlihat sangat cepat dari yang […]
  • Karsinoma Adnexa Microcystic Karsinoma adneksa mikrocystic berkembang di duktus kelenjar keringat, terutama di tengah wajah, biasanya di sekitar bibir, atau bagian lain dari kepala atau leher Anda. Namun, kanker ini juga bisa berkembang di tempat lain di kulit […]
  • Hamil Anggur Hamil anggur adalah suatu kehamilan yang tidak normal diakibatkan tumor jinak yang tumbuh dalam rahim pengidap. Penyakit ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi dan plasenta yang tidak dapat berkembang secara normal. Efeknya […]