Gangguan Pendengaran

Gangguan pendengaran merupakan sebuah gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan karena faktor usia atau seringnya si penderita terpapar oleh sebuah suara yang keras. Pendengaran dapat teridentifikasi bila terganggunya sinyal suara yang seharusnya mencapai otak.

Proses pendengaran sendiri terjadi saat gendang telinga bergetar akibat gelombang suara yang masuk ke dalam liang telinga. Lalu kemudian getaran tersebut dilanjutkan ke dalam telinga tengah melalui tulang pendengaran yaitu, osikel. Osikel sendiri akan memperkuat getaran untuk dilanjutkan menuju beberapa rambut-rambut halus di dalam dari pada koklea, di mana koklea tersebut akhirnya dapat mengirim sinyal melalui saraf ke pendengaran pada otak.

Dalam dunia medis gangguan telinga merupakan ketidakmampuan sebagaian atau bahkan seluruh fungsi telinga dalam mendengarkan suara pada salah satu ataupun pada kedua telinga. Hal tersebut memicu kinerja telinga, jenis gangguan pendengaran sendiri dapat dibedakan berdasarkan tingkat intesitas yaitu (ringan dan berat), hal tersebut berpacu pada organ yang terkena (tuli konduktif, tuli campuran, tuli sensorineural).

Menurut data dari WHO, sampai dengan tahun 2015, ada sekitar 360 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan pada pendengaran. Serta lebih 1,1 miliar orang di dunia berisiko menderita gangguan pada pendengaran hal tersebut. Di negara Amerika Serikat, gangguan telinga meningkat sekitar 36 juta orang Amerika.  Pada dasarnya gangguan telinga disebabkan karena banyaknya orang menggunakan alat pemutar musik semperti headset di telinga yang membahayakan pendengaran. Tentu efek buruk tersebut dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan hubungan sosial antar manusia.

Gejala

Berikut beberapa gejala awal pada gangguan pendengaran, yaitu :

  • Sering kelelahan.
  • Meminta orang lain untuk sering mengulang perkataan.
  • Kesulitan mendengar suara pelan.
  • Sering mendengarkan musik atau menonton televisi dengan volume suara yang keras.
  • Kesulitan menentukan arah sumber dari pada suara.
  • Kesulitan mendengarkan bunyi konsonan.

Penyebab

Ada beberapa penyebab utama dari gangguan pendengaran yaitu adalah faktor usia dan juga suara nyaring. Umumnya seseorang terganggu pendengarannya ketika memasuki usia sekitar 40 tahun. Gangguan telinga akibat dari pada usia dikenal dengan sebutan presbikusis.

Sedangkan pada paparan suara keras yang berkali-kali menuju telinga Anda sejatinya mampu merusak indera pendengaran itu sendiri. Suara keras pada suara tv atau radio bisa membuat gangguan telinga muncul secara tiba-tiba, umumnya kondisi ini dikenal dengan nama trauma akustik.

Gangguan telinga dapat dibedakan dari bagian telinga yang merasa terganggu, yaitu bernama sensorineural.

Gangguan sensorineural sendiri disebabkan karena kerusakan sel rambut sensitif yang ada pada telinga di bagian dalam atau rusaknya saraf di pendengaran. Berikut beberapa penyebab gangguan pendengaran sensorineural, yaitu :

  • Faktor keturunan.
  • Serangan stroke.
  • Cedera pada kepala.
  • Kelainan telinga.
  • Kondisi autoimunitas.
  • Obat-obatan antibiotik.
  • Kemoterapi.
  • Radioterapi pada kanker hidung.
  • Infeksi virus di bagian telinga dalam.
  • Gendang telinga pecah.
  • Masuknya benda asing dalam telinga.
  • Otosklerosis.
  • Kolesteatoma.
  • Rusaknya tulang pendengaran akibat dari pada trauma.
  • Kelainan pada telinga.

Dalam mendiagnosis penyakit ini si penderita, ahli medis dokter akan melakukan beberapa hal berikut, yaitu :

  • Pemeriksaan pada fisik. Dokter akan memeriksa bagian telinga yang bermasalah untuk mencari penyebab gangguan pendengaran, seperti kotoran pada telinga, infeksi telinga, atau rusaknya gendang telinga penderita.
  • Garpu tala. Selain dapat mendeteksi penyakit ini, uji garpu tala juga dapat menentukan telinga bagian mana telinga yang rusak.
  • Uji audiometri. Pada uji audiometri, sebuah mesin akan menciptakan suara dengan berbagai macam volume dan frekuensi tertentu yang akan didengarkan oleh penderita menggunakan headphone.

Dari beberapa pemeriksaan diatas, dokter akan mengetahui berapa tingkatan derajat ketulian yang dialami oleh penderita. Berikut empat tingkatan derajat ketulian seseorang yang mengalami gangguan pendengaran :

  • Tuli tingkat ringan.
  • Tuli tingkat sedang.
  • Tuli tingkat berat.
  • Tuli sangat berat.

Cara Mengobati

Cara pengobatan gangguan pendengaran bergantung dari pada penyebab serta tingkat keparahan gangguan pendengaran si penderita. Namun, umumnya penderita penyakit ini dapat ditangani dengan beberapa tindakan seperti berikut :

  • Implan koklea, merupakan alat bantu mendengar yang disisipkan di bawah kulit di belakang telinga si penderita.
  • Membersihkan kotoran pada telinga.
  • Alat bernama auditory brainstem implant merupakan alat bantu pendengaran yang mengubah suara yang ditangkapnya menjadi sebuah sinyal elektrik dan menghantarkannya ke pada otak si penderita.
  • Melakukan pembedahan. Langkah ini dilakukan jika penderita mengalami cedera telinga atau infeksi kambuhan yang cukup sering dan parah.

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena gangguan pendengaran, yaitu:

  • Jangan biarkan benda asing masuk ke telinga Anda.
  • Menghindari kegiatan yang berisiko mencederai indera pendengaran.
  • Menguji indera pendengaran secara sering.
  • Gunakan headphone yang dapat menahan masuknya suara luar.
  • Lindungi indera telinga saat berada di lingkungan yang cukup berisik.

Jika Anda sekarang sedang mengalami masalah pendengaran pada telinga segera lakukan kontrol ke dokter, agar penyakit ini tidak berkembang menjadi kehilangan pendengaran pada telinga Anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!