Gigantisme

Gigantisme merupakan suatu penyakit karena produksi hormon yang berlebihan, sehingga pertumbuhan pada anak-anak berdampak kepada ukuran tinggi dan berat badannya. Situasi ini bisa dikategorikan langka dan jarang terjadi terjadi sebelum lempeng epifisis atau lempeng pertumbuhan di dalam tulang menjadi tertutup. Saat masa pertumbuhan, anak-anak yang terserang gangguan ini dapat memiliki ukuran tinggi serta berat badan yang terlihat di atas rata-rata anak normal lainnya. Sehingga hal ini menjadi penyebab gigantisme tidak mudah dikenali gejalanya dan pada awalnya kebanyakan orang menganggap sebagai fase pertumbuhan anak yang masih wajar.

Gigantisme berbeda dengan kondisi akromegali pada orang dewasa karena produksi hormon pertumbuhan yang berlebih terjadi ketika lempeng epifisis menutup.

Kondisi gigantisme disebabkan karena didalam tubuh  si pengidap terdapat hormon pertumbuhan yang jumlahnya diluar batas kewajaran (berlebihan). Seseorang yang tubuhnya terserang efek gangguan ini tinggi tubuhnya dapat mencapai hingga 2,5 meter , ini diakibatkan karena penyebaran  lempeng epifisis pertumbuhan didalam tulang dalam keadaan tertutup. Menurut data medis penyakit ini jarang terjadi dan hanya sebagian orang atau anak kecil saja yang menderita gejala penyakit ini setiap tahunnya. Penyakit ini lebih sering menyerang pada seseorang diusia yang masih produktif yaitu anak-anak dan disebabkan karena telah terjadi perkembangan  mutasi pada genetik serta pada tumor uyang telah tumbuh dalam kelenjar hipofisis itu sendiri.

Gigantisme sendiri merupakan gangguan endokrin yang dihasilkan dari sekresi jangka panjang hormon pertumbuhan terlalu banyak yang mempercepat pertumbuhan otot, tulang dan jaringan ikat di masa aanak-aanak. Konsekuensinya adalah tingkat pertumbuhan yang dipercepat dan meningkatkan tinggi serta sejumlah tambahan perubahan jaringan lunak.

Penyakit gigantisme dan penyakit akromegali kedua penyakit ini hampir mirip. Untuk Akromegali umumnya dikarenakan oleh sekresi hormon pertumbuhan yang berlebih tetapi setelah dewasa. Ini memungkinkan bahwa tinggi normal karena pertumbuhan piring telah menyatu sebelum sekresi hormon pertumbuhan tersebut berlebih dapat terjadi.

Gejala

Pengidap gigantisme memiliki gejala yang tergantung pada seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar hipofisis yang menekan syaraf otak. Pengidap dapat mengalami sakit kepala, kelelahan, serta mual merupakan bagian dari efek tumor, penglihatan terganggu, pendengaran menjadi lemah, menstruasi yang kurang normal, juga keterlambatan masa pubertas si anak sendiri.

Ukuran badan anak yang lebih tinggi dari anak lain seumurannya merupakan salah satu gejala fisik yang bisa dikenali. Beberapa bagian tubuh anak dapat memiliki perbedaan proporsi dengan bagian tubuh lain pada diinya sendiri, pada pertumbuhan tangan dan kaki yang disertai penebalan pada bagian jari-jari anak. Selain itu gejala lain yaitu dahi dan rahang  yang terlihat menonjol, dan hidung menjadi datar. Selanjutnya pengidap bisa mengalami pembesaran pada bibir, kepala dan lidah.

Efek dari hormon pertumbuhan pada tulang, ligamen dan pembengkakan jaringan lunak dapat menyebabkan fitur kasar wajah, tangan dan kaki yang terlalu besar dengan jari-jari tebal dan jari kaki, dahi menonjol dan rahang. Gigantisme sendiri dapat menimbulkan komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi, carpal tunnel syndrome, dan pembesaran organ internal, terutama jantung.

Penyebab

Penyebab gigantisme adalah tumor dari kelenjar hipofisis yang terletak pada bagian bawah otak. Kelenjar ini berperan pada perkembangan seksual, mengontrol suhu tubuh, serta meratakan produksi urine metabolisme pertumbuhan pada sekitaran daerah wajah, kaki dan tangan. Tumbuhnya tumor pada kelenjar hipofisis menyebabkan kelenjar ini memproduksi hormon pertumbuhan secara berlebihan. Dalam kasus gigantisme adenoma sendiri merupakan tumor non-kanker dan yang menyebabkan sekresi hormon pertumbuhan terlalu banyak.

Penyebab gigantisme lainnya adalah:

  • Multiple endocrine neoplasia type 1.
  • Carney complex.
  • Sindrom McCune-Albright.
  • Neurofibromatosis.

Tim medis dalam kasus pengidap gigantisme akan melakukan program pemulihan setelah terapi bedah sudah selesai serta pengidap diresepkan untuk mengkonsumsi obat obatan yang telah direkomendasikan oleh dokter, agar kestabilan hormom pertumbuhan si pengidap dapat tetap dapat dikendalikan.

Cara Mengobati Gigantisme

Sampai saat ini pengobatan gigantisme adalah dengan terapi pengobatan untuk mengontrol produksi hormon pertumbuhan secara stabil. Untuk tumor kelenjar pituitari, tindakan untuk menjalani operasi dapat dilakukan sebagai upaya pengobatan pertama.

Metode pengobatan lain yang dilakukan adalah dengan melakukan terapi sinar gamma yaitu dengan mengobati tumor di otak. Terapi ini akan memaparkan ratusan sinar radiasi kecil pada tumor. Terapi ini umumnya diambil sebagai alternatif akhir jika metode operasi standar mengalami kegagalan. Selain itu bisa juga dengan metode terapi menggunakan sinyal radiasi yang cukup efektif. Terapi radiasi mungkin tidak hanya mengurangi hormon pertumbuhan dan faktor pertumbuhan insulin-like satu tingkat, tetapi juga dapat efektif dalam mengendalikan pertumbuhan tumor.

Pengobatan gigantisme juga dapat menggunakan obat seperti octreotide untuk mencegah laju produksi hormon pertumbuhan. Obat dapat berbentuk cairan dan disuntikkan satu kali dalam sebulan. Pencegahan terhadap penyakit ini tidak diketahui secara pasti sehingga mendeteksi gejala sedini mungkin merupakan upaya pencegahan timbulnya gejala berat dan komplikasi pada penderita.

Gigantisme sendiri sebetulnya memerlukan diagnosis dini dan pengobatan agresif untuk mencegah kelebihan tinggi dan untuk meningkatkan harapan hidup. Oleh karena itu pentingnya untuk anak-anak memperhatikan gaya dan pola hidup yang seimbang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!