Glaukoma

Glaukoma adalah sebuah penyakit yang berdampak pada gangguan penglihatan yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada saraf optik yang biasanya diakibatkan oleh adanya tekanan di dalam mata.

Menurut WHO, glaukoma sendiri menjadi salah satu penyebab kebutaan nomor dua terbesar di seluruh dunia. Sedangkan berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan (kemenkes), prevalensi penderita masalah ini mencapai 4,6% dari 1000 penduduk.

Berikut gejala-gejala dari glaukoma :

  • Sakit kepala
  • Nyeri pada mata
  • Mata memerah
  • Mual atau muntah
  • Mata buram
  • Mata tidak dapat melihat objek

Gejala

Sering kali gejala glaukoma berkembang dengan lambat maupun cepat. Orang yang terkena gangguan ini akan mengalami gejala nyeri dan merah pada mata, sakit kepala, mual serta muntah, selain itu penglihatan menjadi buram. Umumnya gejala muncul pada sudut tertutup akut dapat muncul lalu kembali hilang selama beberapa jam. Walaupun tidak konstan, namun hal ini dapat menjadikan kondisi mata semakin rusak tiap kali gejala muncul.

Sedangkan pada kasus glaukoma sudut terbuka penyebaran kerusakan pada mata berkembang secara perlahan-lahan atau kronis. Penderita penyakit umum ini sudut terbuka hampir tidak dapat menyadari kerusakan yang terjadi pada mata penderita. Ciri-ciri utama gangguan ini sudut terbuka kronis adalah menurunnya penglihatan tepi pada kedua mata secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya menjadi sangat sempit.

Sebagian orang memungkinkan untuk menderita Glaukoma, meskipun tekanan bola matanya rendah, Sebagian orang pengidap masalah ini dikarenakan tekanan bola mata yang tinggi tidak atau sama sekali merasakan sakit apapun yang bisa saja tentunya mengganggu penglihatannya normal ataupun sudah menderita Glaukoma.

Berikut gejala glaukoma yang muncul pada anak-anak, yaitu :

  • Mata tampak berair dan berkabut
  • Mata menjadi juling
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya
  • Mata membesar

Namun penyakit Glaukoma sendiri juga dapat terjadi tanpa muncul gejala apapun atau tanpa terasa sakit.

Penyebab Glaukoma

Penyebab utama masalah ini yaitu karena naiknya tekanan di dalam mata, sehingga berakibat produksi cairan mata yang berlebihan, maupun akibat terhalangnya saluran pembuangan cairan tersebut. Tentu Tekanan ini bisa dengan kuat merusak serabut saraf retina atau jaringan saraf yang melapisi bagian belakang mata dan saraf optik yang menghubungkan mata ke otak.

Cairan tersebut akan akan membuat bola mata si penderita menjadi membesar dan bola mata dapat tertekan oleh saraf mata yang berada pada belakang bola mata. Namun bila dibiarkan lama, tekanan sarat mata ini mengakibatkan saraf mata tidak mendapatkan suplai aliran darah sehingga saraf tersebut dapat dengna mudah mati. Selanjutnya jika tekanan yang meningkat inilah yang nantinya akan merusak jaringan saraf pelapis pada bagian belakang mata yang peka terhadap cahaya dan tentunya saraf yang mengubungkan mata dengan saraf optik.

Berikut penyebab-penyebab glaukoma :

  • Hipertensi
  • Meningkatnya tekanan bola mata
  • Migrain
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Diabetes mellitus.
  • Emosi yang tidak stabil
  • Kecelakaan
  • Bekas operasi pada sekitaran mata
  • Miopia (rabun jauh)

Perlu anda ketahui bahwa cairan mata atau nama lainnya adalah (aqueous humour) merupakan zat penting yang terdapat di dalam mata manusia. Setiap waktu zat aqueous humour ini diproduksi dan dialirkan secara konstan serta merata dari mata ke bagian aliran darah melalui saluran drainase yang dalam dunia medis disebut trabecular meshwork. Zat ini menghasilkan tekanan agar menjaga bentuk mata. Sedangkan pada mata orang yang sehat, aqueous humour dapat dengan mudah mengalir serta lancar dengan tekanan tetap pada batas yang aman. Namun, pada seseorang pengidap glaukoma, aliran zat ini akan mengganggu tekanan di dalam mata yang mengakibatkan dapat meningkat.

Fakor penyebab terhambatnya aliran zat ini adalah trabecular meshwork yang terganggu. Hingga saat ini, faktor yang mendasari penyempitan pada saluran tersebut masih belum diketahui penyebabnya.

Cara Mengobati Glaukoma

Dalam mengobati penyakit glaukoma ada beberapa cara yang dapat dilakukan salah satunya adalah melakukan langkah pengobatan yang sudah dianjurkan oleh tim medis atau dokter spesialis mata, untuk langkah mengobati gangguan ini sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan obat tetes mata, obat minum, , prosedur laser dan pembedahan atau kombinasi yang semuanya.

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami penurunan daya lihat yang mungkin saja disebabkan oleh penyakit glaukoma. Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh masalah ini tidak dapat diobati atau diperbaiki kembali. Namun tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Secara umum, penyakit ini bisa ditangani dengan obat tetes mata, obat-obatan yang diminum, terapi laser, serta operasi.

Berikut beberapa metode secara rinci untuk mengobati glaukoma :

  1. Obat tetes mata, Obat tetes ini berguna melancarkan pembuangan cairan mata (aqueous humour) atau mengurangi produksinya.
  2. Terapi laser, Terapi bertujuan untuk membuka penyumbatan zat aqueous humour. Pada beberapa kasus glaukoma sudut tertutup terapi laser diarahkan untuk memperlancar pengaliran cairan.
  3. Obat-obatan yang dikonsumsi, Salah satu contohnya adalah carbonic anhydrase inhibitor.

Glaukoma harus didiagnosis dan diobati sedini mungkin. Jika kondisi ini diabaikan, maka penyakit ini akan terus berkembang dan pengidapnya bisa mengalami kebutaan secara permanen.

Untuk kerusakan mata yang terjadi karena glaukoma sejatinya tidak dapat diobati secara total. Karena tujuan dari pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada bagian mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada bagian mata.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!