Glomerulonefritis

Apa itu Glomerulonefritis

Glomerulonefritis merupakan salah satu jenis penyakit pada ginjal yang berupa kerusakan yang terjadi pada glomeruli. Glomeruli sendiri adalah penyaring kecil di dalam ginjal tubuh yang berfungsi membuang cairan yang berlebih, elektrolit, dan juga sampah dari aliran darah dalam tubuh. Kerusakan ini yang menyebabkan terbuangnya darah serta protein melalui jalur urine.

Penyakit glomerulonefritis adalah sebuah istilah yang umumnya diberikan untuk berbagai kondisi yang dapat mempengaruhi kondisi glomeruli pada ginjal. Penyakit glomerulonefritis terdiri daripada dua kata, yaitu Glomerulo artinya glomeruli dan juga nefritis yang memiliki arti radang ginjal. Dalam penyakit glomerulonefritis terjadi kerusakan pada glomeruli. Kerusakan ini dapat mengganggu fungsi daripada glomeruli dan dapat mempengaruhi fungsi ginjal secara menyeluruh.

Kondisi penyakit glomerulonefritis pada masing-masing penderita dapat berbeda-beda. Ada yang merasakanya dalam waktu singkat dan ada juga yang jangka panjang. Penyakit ini bisa berkembang pesat sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal dalam beberapa minggu bahkan sampai berbulan bulan.

Dikatakan penyakit glomerulonefretis akut apabila radang tersebut terjadi secara langsung, dan keberlangsunganya pun dalam rentang waktu yang singkat. Sedangkan penyakit glomerulunefretis kronis kondisi gangguan ini berlangusng dalam kurun waktu yang cukup lama atau presisten. Penyakit glomerulonefritis dapat menyebabkna kerusakan permanen pada glomoruli dan juga ginjal yang dapat mempengaruhi fungsi daripada ginjal.

Penyakit glomerulonefretis biasanya terjadi antara waktu 2-3 minggu sesudah serangan infeksi streptokokus terjadi. faring, tonsil, dan kulit (empetigo). Penyakit Glomerulonephritis akut banyak menyerang anak-anak usia prasekolah juga anak-anak umur sekolah. Oleh karena itu penting untuk memahami penyakit ini adalah kewajiban bagi orang tua.

Gejala Glomerulonefritis

Penyakit glomerulonefritis jarang sekali menyebabkan gejala yang spesifik. Namun jika bertambah parah, kondisi ini dapat memicu munculnya darah melalui urine. Berikut dibawa ini beberapa indikasi lain yang dapat menyertai gejala utama penyakit glomerulonefretis, yaitu :

  • Hipertensi.
  • Urine berbuih.
  • Anemia atau gagal ginjal.
  • Pembengkakan pada wajah, kaki, tangan, dan perut.

Sebelum dilakukan pemeriksaan pada urin, gejal pada sebagian orang sulit untuk dapat diketahui. Namun umumnya pada sebagian orang terdapat beberapa gejala yang mungkin dapat berkembang dengan perlahan, atau terjadi secara tiba tiba jika penyakit glomerolunefritis tergolong akut.

Tanda dan gejala penyakit glomerulonefritis tergantung pada glomerolunefritis yang di derita, akut ataupun  kronis, Serta penyebab daripada penyakit glomerulonefritis. Beberapa gejala yang mungkin terlihat yaitu urine yang berwarna merah, hal tersebut terjadi karena adanya sel darah merah dalam saluran urine. Kondisi ini disebut dengan nama hematuria. Selain daripada itu gejala yang terdapat pada urine adalah berupa busa dalam urine tersebut. Hal ini terjadi karena adanya protein dalam urine. Kondisi ini umumnya disebut dengan proteinuria.

Penyakit glomerulonefritis ditandai dengan gangguan lain seperti adanya tekanan pada darah tinggi (hipertensi), Retensi pada cairan (edema), serta kelelahan akibat daripada anemia atau gagal ginjal.

Penyebab Glomerulonefritis

Penyebab penyakit ini sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Para ahli medis menduga penyebab penyakit glomerulonefritis merupakan kondisi autoimun, di mana pada sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan juga menyerang sel-sel yang sedang sehat. Selain itu penyebab glomerolunefritis yang lain adalah kesalahan pada sistem kekebalan tubuh atau sistem imun tubuh. Fungsi daripada sistem imun untuk tubuh sebenarnya adalah melindungi tubuh Anda daripada serangan kuman atau juga virus yang dapat menginfeksi tubuh Anda dengan cara menyerang virus dan juga kuman. Dalam banyak kasus terjadinya glomerolunefritis yaitu sistem imun justru menyerang jaringan dalam tubuh, dalam hal ini yaitu glomeruli.

Selain daripada faktor yang menyerang sistem imun, penyebab terjadinya penyakit ini adalah karena infeksi dari bakteri streptokokus. Yaitu timbulnya infeksi pada glomeruli ini umumnya setelah terjadinya infeksi pada saluran di pernafasan atau infeksi kulit yang disebabkan oleh jenis bakteri yang sama juga. Selain daripada itu bakteri lain seperti, jamur, virus dan juga parasit dapat mempengaruhi kondisi dari penyakit glomerolunefritis. Secara umum infeksi ini akan terus berkembang pada mereka yang masih berusia rentang umur 5-15 tahun, namun infeksi juga dapat terjadi pada semua umur.

Dibawah ini merupakan beberapa kondisi yang memungkinkan dapat memicu inflamasi dan kerusakan pada inti glomeruli.

  • Komplikasi infeksi tertentu, seperti infeksi tenggorok oleh bakteri streptokokus, hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan endocarditis (radang pada katup jantung).
  • Mengidap penyakit kronis, seperti gangguan hipertensi atau disebut diabetes.
  • Menderita kondisi autoimun lain yang umumnya diturunkan, contohnya seperti lupus, vaskulitis (inflamasi pada daerah dinding pembuluh darah), atau nefropati immunoglobulin A (IgA) yaitu penumpukan pada jenis immunoglobulin A di glomeruli ginjal.

Cara Mengobati Glomerulonefritis

Langkah untuk pengobatan penyakit ini untuk tiap pengidap glomerulonefritis tentu dapat berbeda-beda. Perbedaan ini ditentukan karena beberapa faktor, yaitu jenis glomerulonefritis yang di idap (kronis atau sudah akut), penyebabnya, serta level atau tingkat keparahan gejala yang sedang di alami.

Penyakit glomerulonefritis ringan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan tertentu dari ahli medis atau dokter. Umumnya yang diakibatkan oleh infeksi streptokokus pada bagian tenggorokan. Sementara penanganan untuk penyakit glomerulonefritis jangka panjang atau kronis bisa dilakukan dengan beberapa hal dibawah ini, yaitu :

  • Mengendalikan hipertensi.
  • Menangani penyebab penyakit glomerulonefritis.
  • Menerapkan pola hidup yang sehat.
  • Menggunakan obat-obatan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Gagal Ginjal Kronis Gagal Ginjal Kronis (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan oleh menurunnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan volume dan cairan elektrolit di dalam tubuh. Hal ini terjadi […]
  • Gagal Ginjal Akut Sebelum membahas Gagal ginjal akut (GGA) terlebih dahulu anda harus memahami fungsi ginjal. Ginjal merupakan organ utama dalam sistem perkemihan yang memproses plasma darah dan […]
  • Obat PPI Untuk Asam Refluks Diam-Diam Sebabkan Gagal Ginjal Sorotan: - Proton pump inhibitor (PPI) seperti Lansoprazole (Prevacid), Omeprazole (Prilosec), Esomeprazole (Nexium) dan Pantoprazole (Protonix) adalah obat sakit maag (heartburn) yang […]
  • Efek Samping Operasi Gagal Ginjal Tingkatkan Risiko Banyak Kanker Efek samping operasi ginjal termasuk transplantasi dapat meningkatkan berbagai risiko kanker. Cangkok ginjal merupakan tindak pengobatan gagal ginjal yang paling dipilih, meskipun ada […]
  • 20 Kiat Sukses Menjaga Ginjal Sehat Dan Meningkatkan Fungsinya Memiliki tubuh dan ginjal sehat adalah impian kebanyakan orang. Untuk memenuhi target ini, maka seseorang juga harus menjaga pola dan gaya hidup sehat. Kebiasaan hidup sehat akan […]