Henoch-Schonlein Purpura

Henoch-Schonlein-Purpura

Henoch-Schonlein purpura (HSP) merupakan suatu penyakit peradangan dalam pembuluh darah yang  biasanya diderita oleh anak-anak pada rentang usia di bawah 10 tahun. Penyakit ini tergolong langka, serta tidak menular dan tidak diturunkan di dalam susunan keluarga.

Peradangan penyakit ini menyebabkan pembuluh darah di bagian kulit, ginjal, usus, dan juga sendi menjadi bocor. Gejala utamanya adalah bekas ruam kemerahan atau bintik-bintik kemerahan pada bagian kulit.

Bagi seseorang yang menderita HSP, di sekujur tubuhnya akan tampak dipenuhi oleh bekas ruam merah keunguan. Kondisi seperti itu sebetulnya merupakan pendarahan di balik bagian kulit karena pembuluh darah yang mengalami peradangan. Penyakit HSP sendiri disebabkan oleh gangguan pada bagian sistem kekebalan tubuh. Pada umumnya terjadi setelah terserang beberapa infeksi virus atau juga bakteri, yaitu saat sistem kekebalan tubuh masih pada tahapan yang lemah.

Meskipun penyakit HSP dapat mempengaruhi orang pada rentang usia berapa pun, namun kebanyakan kasus terjadi pada anak-anak rentang usia 2–11 tahun. Hal ini lebih dapat sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan pada anak perempuan. Orang dewasa dengan penyakit HSP lebih mungkin untuk mempunyai penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan usia anak-anak.

Umumnya penyakit HSP berakhir setelah 4–6 minggu, tergantung pada kekambuhan gejala selama periode tersebut, akan tetapi dengan tidak ada konsekuensi dengan rentang waktu yang cukup panjang. Jika bagian organ seperti ginjal dan juga usus yang terkena, pengobatan harus sering diperlukan dan penting dilakukan untuk memiliki tindak lanjut rutin dalam mencegah komplikasi serius.

Gejala Henoch-Schonlein purpura

Gejala dari penyakit ini yaitu adalah tanda ruam merah keunguan di bagian kulit yang timbul karena penyakit ini umumnya berada di bokong, tungkai, dan juga sekitar siku. Penyakit ini dapat juga terjadi di bagian tubuh atas dan pada bagian wajah. Selain tanda ruam merah keunguan di bagian kulit, penderita Henoch-Schonlein purpura (HSP) dapat mengalami beberapa gejala, yaitu nyeri perut, nyeri bagian sendi, dan juga diare.

Pada kasus tertentu, HSP juga dapat mengarah pada sejumlah komplikasi yang serius, seperti intususepsi, penyumbatan pada usus, serta nyeri pada testis (orchitis), juga gangguan pada organ ginjal.

Penderita HSP yang merasakan gangguan pada organ ginjal dapat dikenali dari urinenya yang mengandung darah atau juga berbusa. Selain daripada itu, pembengkakan di bagian pergelangan kaki dan juga mata, atau kondisi seperti hipertensi juga dapat menyertainya.

Segera tanyakan ke ahli medis atau dokter bila Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala HSP tersebut diatas. Diagnosis serta penanganan cepat penting dilakukan demi mencegah kondisi yang bisa memburuk atau terjadinya komplikasi yang serius. Terlebih lagi untuk komplikasi pada gangguan ginjal, karena apabila tidak cepat ditangani dengan serius, dapat mengarah kepada penyakit gagal ginjal.

Penyebab

Penyebab pasti dari HSP sampai sekarang belum diketahui. Sistem kekebalan tubuh (autoimun) diyakini berperan besar dalam menargetkan pembuluh darah yang masuk dan terlibat. Respon yang terjadi pada imun abnormal terhadap infeksi dapat menjadi faktor dalam banyak kasus penyakit ini. Ada sekitar dua-pertiga dari kasus HSP terjadi hari setelah seseorang terserang infeksi saluran pada pernapasan.

Beberapa kasus penyakit ini telah dikaitkan dengan vaksinasi pada tipus, demam kuning campak kolera, makanan, gigitan serangga, obat-obatan dan bahan kimia. Beberapa ahli medis atau dokter juga mengatakan bahwa penyakit ini dikaitkan dengan datangnya cuaca dingin musim gugur dan juga musim dingin.

Cara Mengobati

Jika penyakit ini sudah menyebabkan komplikasi atau sudah cukup parah, maka perawatan di rumah sakit biasanya akan disarankan oleh ahli medis atau dokter. Namun keadaan sebaliknya, jika gejala tidak serius, maka istirahat di rumah dapat dilakukan dengan bantuan obat-obatan pereda rasa sakit sudah mampu untuk mengatasi kondisi penyakit ini.

Anda dapat mengonsumsi dalam membantu mengatasi gejala nyeri pada perut. Sedangkan untuk meringankan nyeri pada bagian sendi, Anda bisa mengonsumsi parasetamol atau obat ibuprofen.

Ada satu hal yang wajib diingat, yaitu walaupun obat-obatan tersebut dijual bebas di apotek, Anda tetap harus mengikuti petunjuk dari ahli medis atau dokter dalam aturan pakainya yang telah disesuaikan dengan kondisi pribadi Anda. Ada satu hal lagi untuk diperhatikan adalah obat ibuprofen tidak boleh dikonsumsi jika Anda sedang menderita gangguan pencernaan atau penyakit gangguan ginjal.

Ketika diagnosis penyakit ini sudah dapat dipastikan, terutama jika satu-satunya gejala adalah tanda ruam klasik, ahli medis atau dokter akan menyarankan untuk melakukan biopsi kulit atau organ ginjal. Urin dan tes darah mungkin akan dilakukan pada Anda untuk mendeteksi tanda-tanda keterlibatan organ ginjal dan mungkin perlu terus diulang selama masa tindak lanjut dalam memantau setiap perubahan pada fungsi ginjal.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Keratoacanthoma Apa itu kanker kulit keratoacanthoma? Keratoacanthoma (KA) adalah kanker kulit ganas tingkat rendah yang terjadi di kelenjar pilosebaceous, secara patologis menyerupai karsinoma sel skuamosa (SCC). Keratoacanthoma ditandai daging tumbuh […]
  • Kanker Tulang Ada beberapa tipe-tipe kanker tulang. Sebagian besar dari tipe-tipe kanker tulang adalah tipe primer namun masih dalam kategori tumor yang disebut sarkoma. Apa itu sarkoma? Sarkoma adalah sejenis kanker yang menyerang jaringan lunak […]
  • Flu Singapura Flu singapura adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan dan juga luka lepuhan yang muncul pada tangan, kaki, dan beberapa kasus terjadi pada bagian bokong. Virus ini merupakan penyakit […]
  • Cacar air Cacar air merupakan kondisi tubuh yang sangat umum terjadi pada setiap orang. Dalam hidup seseorang, biasanya akan ada masa dimana ia mengalami sakit cacar ini. Bisa dibilang cacar ini terjadi sekali dalam hidup dan tidak akan […]
  • Herpes Zoster Oftalmikus Penyakit Mata Herpetik atau Herpes Pada Mata. Penyakit mata herpetik adalah infeksi virus herpes yang menyerang mata oleh dua jenis virus herpes yaitu herpes zoster oftalmikus dan herpes simplex keratitis , menyebabkan lepuhan dan cacar […]