Hernia hiatus

Hernia hiatus

Hernia hiatus adalah suatu kondisi dimana terdapat celah atau lubang pada dinding diafragma sehingga memungkinkan sebagian lambung terdorong ke atas diafragma bahkan beberapa kasus bisa sampai ke rongga dada. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa hernia adalah suatu kondisi dimana melemahnya otot-otot terutama disekitar perut yang dapat menimbulkan perpindahan organ dalam perut.

Secara umum difragma memang memiliki celah kecil yang berfungsi untuk menghubungkan esofagus (pipa yang berfungsi untuk menyalurkan makanan) dengan lambung. Kondisi ini dapat terjadi karena melemahnya otot diafragma (otot penyekat antara rongga dada dan perut).

Dalam beberapa kasus, kondisi ini tidak menimbulkan gejala. Bahkan penderita mungkin tidak mengetahui jika ia memiliki penyakit ini sebelum memeriksakan diri ke dokter. Akan tetapi, keadaan ini bisa semakin parah apabila lubang yang timbul semakin membesar. Hal ini bisa menyebabkan naiknya asam lambung serta makanan ke esofagus atau GERD (Gastroesophageal Refluks Disease). Aliran balik asam lambung menuju esofagus juga dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yaitu akan muncul luka pada kerongkongan.

Gejala Hernia Hiatus

Beberapa gejala atau tanda-tanda yang akan mucul saat mengidap penyakit ini, hal ini bisa muncul pada kondisi yang lumayan parah :

  1. Mual dan muntah bahkan terkadang terjadi muntah darah
  2. Terjadi perdarahan pada saluran cerna yang ditandai dengan warna tinja yang gelap
  3. Rasa seperti terbakar di area sekitar dada dan jantung (heartburn)
  4. Nyeri perut bagian atas
  5. Perut terasa sangat penuh setelah makan
  6. Sulit bernapas

Penyakit ini dapat diderita oleh siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Seorang bayi pun memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit ini. Faktor resiko kemungkinan besar terjadi pada mereka yang lanjut usia.

Umumnya akan diderita oleh mereka yang berusia diatas 50 tahun. Pada kondisi tersebut otot-otot serta fungsi organ tubuh akan menurun sehingga memungkinnya untuk mereka menderita penyakit ini. Maka dari itu perlu diperhatikan bagi mereka untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh, tidak melakukan hal-hal yang dapat memberi tekanan berlebih pada tubuh terutama bagian perut.

Penyebab Hernia Hiatus

Belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit hernia hiatus ini. Namun, tekanan pada bagian perut bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Beberapa faktor di bawah ini juga bisa menjadi alasan timbulnya penyakit ini :

  1. Usia menjadi faktor pemicu utama timbulnya hernia hiatus. Hali ini dikaitan dengan kondisi serta fungsi organ-organ yang mulai menurun, begitu pula untuk jaringan otot-otot disekitar diafragma
  2. Obesitas atau kegemukan. Adanya tekanan pada bagian perut juga dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit hernia hiatus
  3. Adanya luka atau robekan di area sekitar diafragma
  4. Terlalu sering mengangkat beban berat
  5. Mengejan saat buang air
  6. Batuk yang terjadi secara terus menerus

Penyakit hernia hiatus ini juga bisa di dapat karena bawaan lahir yang mengakibatkan seseorang terlahir dengan kondisi ukuran lubang (hiatus) pada bagian diafragma yang cukup besar. Hal ini bisa diperparah dengan adanya tekanan pada area perut, kondisi mengejan saat BAB, dan lain sebagainya.

Cara Mengobati Hernia Hiatus

Beberapa kasus dengan kondisi hernia hiatus yang kecil, penderita mungkin tidak mengalami atau merasakan gangguan apapun. Hal ini baru akan diketahui apabila penderita memeriksakannya ke dokter. Penegakkan diagnosis secara pasti juga perlu dilakukan dengan melakukan serangkaian tes, seperti tes pemeriksaan darah,  endoskopi, esofagram, manometri, dan bahkan CT scan.

Pemberian obat-obatan juga akan diberikan untuk mengurangi gejala yang muncul seperti obat untuk mengurangi asam lambung, beberapa obat tersebut diantaranya :

  • Antasida yang berfungsi untuk menetralisir asam lambung
  • Obat yang menghambat produksi asam lambung seperti omeprazol
  • Mengurangi produksi asam di perut seperti obat renitidine

Dokter akan merekomendasikan tindakan operasi apabila kondisi tidak kunjung membaik setelah pemberian obat-obatan tersebut. Tujuan dilakukannya operasi ini adalah untuk menarik lambung agar kembali pada posisi semula dan mengecilkan lubang (hiatus) tersebut.

Beberapa tindakan pencegahan untuk meringankan gejala atau tanda-tanda yang muncul agar tidak menjadi semakin parah, terutama untuk mereka yang memiliki resiko tinggi terserang penyakit ini :

  • Menjaga kondisi kesehatan dan stamina tubuh
  • Makanlah dalam jumlah dan porsi yang kecil
  • Jangan makan makanan yang dapt memicu naiknya asam lambung seperti, alkohol, kopi, coklat, dll.
  • Jangan biasakan tidur setelah makan. Usahakan makan 2-3 jam sebelum tidur.
  • Untuk anda yang mengalami obesitas atau kegemukan, usahakan untuk melalukan penurunan berat badan dengan melakukan diet yang sehat, kaya serat dan rendah lemak.
  • Perbanyaklah konsumsi buah dan sayur agar tidak terjadi konstipasi atau sembelit. Hal ini akan membuat mengejan secara terus menurus yang dapat menyebabkan otot-otot sekitar perut melemah.
  • Hindari merokok. Merokok bisa memicu batuk. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan adanya tekanan pada area perut, sehingga besar kemungkinan untuk terkena penyakit ini.
  • Perbanyak konsumsi air putih
  • Rutin berolah raga juga dapat menguatkan otot-otot tubuh

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Hemangioma Hemangioma adalah tanda lahir yang timbul di kulit sebagai akibat adanya pembuluh darah yang lebih atau tidak normal pada umumnya, berbentuk benjolan elastis serta berwarna merah cerah. Penyakit ini termasuk jenis tumor pembuluh darah. […]
  • Gangrene gangrene adalah kondisi dimana jaringan tubuh mati. Kondisi seperti ini pada umumnya berawal dari beberapa bagian tubuh paling ujung seperti tungkai, .jari tangan dan jari kaki. Meski demikian, penyakit gangrene bisa terjadi pada bagian […]
  • Gangguan Pendengaran Gangguan pendengaran merupakan sebuah gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan karena faktor usia atau seringnya si penderita terpapar oleh sebuah suara yang keras. Pendengaran dapat teridentifikasi bila terganggunya sinyal suara […]
  • Suplemen CoQ10 Vs Diabetes Terinduksi Statin Apakah Anda mengonsumsi statin untuk menurunkan kolesterol darah? Perlu diketahui bahwa statin bisa meningkatkan risiko diabetes. Namun, peran suplementasi CoQ10 bisa menangani masalah ini. Suplemen CoQ10 bisa menurunkan resiko diabetes […]
  • Limfoma Sel-T Kutaneus Ada beberapa kanker kulit tidak terkait dengan sinar radiasi UV matahari, namun beberapa di antaranya dapat berakibat fatal. Salah satu kanker tersebut adalah Limfoma Cutaneous Sel T (CTCL: Cutaneous T-cell lymphoma). Meskipun dapat […]