Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis atau sering disebut tedun, merupakan penyakit yang paling umum terjadi dimana keluarnya sebagian usus melaui celah lubang pada dinding otot perut bagian bawah ke dalam jaringan sekitar kelamin. Penyakit ini terjadi di sekitar lipatan pahan.

Kondisi ini biasanya muncul seiring dengan bertambahnya usia terlebih bagi mereka yang mulai memasuki usia 50 tahun. Memasuki usia tersebut organ-organ tubuh termasuk otot akan mengalami penurunan fungsi. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang menderita penyakit hernia inguinalis. Akan tetapi pada beberapa kasus, anak-anak atau pada usia remaja juga bisa mendapati penyakit ini.

Pada umumnya penyakit ini banyak diderita oleh kaum pria. Karena saat bayi masih dalam kandungan, posisi testis atau buah zakar masih dalam rongga perut. Testis akan mulai berpindah saat akan menjelang proses kelahiran, melalui rongga atau saluran lipatan paha menuju ke skrotum atau kantung buah zakar. Kemudian saluran atau lubang pada rongga perut tersebut akan menutup secara alami. Inilah yang menjadi pertimbangan mengapa laki-laki cenderung lebih rentan terkena penyakit ini. Namum tidak menutup kemungkinan untuk perempuan juga dapat mengalami penyakit ini.

Gejala Hernia Inguinalis

Penyakit ini awalnya tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun. Sesoreang akan mendapati timbulnya gejala apabila sudah munculnya tonjolan disekitar lipatan paha. Pada kondisi seperti berdiri, bersin, ataupun batuk tonjolan ini akan terlihat dan terasa jelas. Namun, pada saat kondisi berbaring tonjolan ini akan hilang. Beberapa gejala atau tanda-tanda yang akan muncul jika seseorang menderita penyakit hernia inguinalis :

  1. Adanya tonjolan yang timbul pada daerah sekitar lipat paha bagian depan
  2. Pada bagian tonjolan akan terasa perih dan nyeri apabila disentuh
  3. Bagi laki-laki adanya pembengkakan pada area di sekitar testis
  4. Terasa seperti tertarik dan berat pada bagian selangkangan

Pada kondisi yang parah dapat menyebabkan terjepitnya usus sehingga aliran darah dapat terhalangi atau bahkan dalam kondisi seirus aliran darah akan terhenti sehingga menyebabkan usus membusuk dan penderita biasanya akan mengalami demam. Hal ini dapat dilihat dari warna tonjolan yang muncul, apabila tonjolan mulai berwarna ungu atau merah gelap segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan yang baik.

Penyebab Hernia Inguinalis

Penyakit hernia ingunalis belum dapat dipastikan penyebabnya. Adanya faktor usia dan kondisi melemahnya otot merupakan faktor yang diyakini munculnya penyakit ini. Ada beberpa kondisi lain yang dapat menyebabkan munculnya penyakit ini, yaitu :

  • Jenis kelamin. Penyakit ini cenderung diderita oleh kaum laki-laki.
  • Kondis bayi yang lahir prematur atau adanya cacat bawaan lahir sehingga memiliki kecenderungan untuk mendapati penyakit ini.
  • Kegemukan atao obesitas akan memberikan tekanan pada daerah di sekitar perut.
  • Penyakit batuk yang tidak kunjung sembuh (kronis)
  • Faktor keturunan. Beberapa sumber menyebutnya apabila memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini akan sangat beresiko bagi anda untuk memiliki penyakit yang sama
  • Kondisi pekerjaan yang mengharuskan untuk mengangkat beban yang cukup berat.
  • Adanya riwayat menderita hernia pada bagian tubuh manapun.
  • Sembelit akan menyebabkan mengejan yang dapat melemahkan otot perut.
  • Wanita yang sedang hamil juga bisa menimbulkan kelemahan otot bagian perut.
  • Merokok

Perlu diwaspadai bagi mereka yang memiliki resiko mengidap penyakit ini. Namun, bukan berati bagi mereka yang tidak memiliki resiko akan bebas atau terhindar dari penyakit ini. Karena penyakit ini dapat diderita oleh siapapun dan dapat terjadi secara tiba-tiba.

Cara Mengobati Tedun

Penegakan diagnosis secara pasti perlu dilakukan agar dokter dapat mengetahui penyebab timbulnya penyakit ini dan tingkat keparahannya. Pemeriksaan secara fisik akan dilakukan dengan melihat gejala atau tanda-tanda yang muncul terutama tonjolan yang biasanya akan muncul pada daerah lipat paha bagian depan.

Tindakan operasi akan dilakukan apabila tonjolan tersebut tidak dapat di dorong kembali dan menimbulkan komplikasi. Tindakan operasi perlu segera dilakukan apabila terjadi berkurangnya atau bahkan terhintinya pasokan darah ke bagian usus yang terhimpit. Kondisi ini dapat menyebabkan usus mengalami pembusukan. Tujuan dari tindakan operasi ini adalah untuk menghindari komplikasi yang lebih serius dan mengembalikan kondisi usus ke tempatnya semula serta menutup lubang pada dinding abdomen.

Operasi atau pembedahan dapat dilakukan dengan cara pembedaha biasa atau dengan laparoskopi (pembedahan dengan lubang kunci). Pada beberapa kasus, komplikasi akan muncul pascaoperasi seperti adanya pembengkakan pada testikel atau penis bagian bawah, rasa sakit atau bahkan mati rasa di area sekitar selangkangan akibat syaraf yang rusak saat operasi.

Ada beberapa langkah untuk mencegah atau mengurangi resiko terserang penyakit ini, yaitu :

  • Mulai mengatur pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan dan minuman sehat serta gizi seimbang.
  • Perbanyak mengkonsumsi buah dan sayur serta air putih agar tidak terjadi sembelit.
  • Rutin berolah raga dan hindari mengangkat beban yang terlalu berat.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Kurangi atau bahkan berhenti merokok.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!