Hipotensi Ortostatik

Hipotensi ortostatik

Apa sih Hipotensi ortostatik itu? Hipotensi ortostatik merupakan suatu kondisi pada seseorang yang memiliki tekanan darah rendah dan hal itu terjadi pada saat orang tersebut berdiri dari posisi duduk, tidur atau terlentang. Banyak masyarakat menyebut penyakit ini dengan sebutan hipotensi postural.

Seseorang yang mengalami penyakit ini biasanya akan mengalami sakit kepala seperti berputar-putar dan ada juga yang pingsan. Jika hal ini akan terjadi secara terus menerus pada seseorang, tentunya penyakit ini bisa jadi menjadi salah satu tanda dari gangguan medis yang lebih serius dan harus ditangani dengan pantauan dokter.

Meskipun penyakit ini termasuk penyakit ringan namun dapat mengganggu aktifitas orang yang menjangkit penyakit ini. Walaupun ringan tetap jangan menyepelekan penyakit ini karena ada beberapa komplikasi yang serius pada penderitanya jika tidak segera diatasi, seperti:

  • Bisa terjatuh

Yang pertama yaitu penderita bisa terjatuh karena pingsan. Perlu anda ketahui bahwa komplikasi yang biasanya terjadi bagi penderita hipotensi ortostatik adalah pingsan.

  • Penyakit kardiovaskular

Yang kedua yaitu hipotensi ortostatik juga bisa menjadi salah satu resiko timbulnya  penyakit kardiovaskular. Adapun penyakit terseut seperti gagal jantung dan gangguan detak jantung.

  • Penyakit stroke

Yang ketiga yaitu bisa terjadi penyakit stroke karena menurunya tekanan darah dengan tiba-tiba pada orang tersebut ketika berdiri. Hal ini bisa terjadi karena dapat mengakibatkan kurangnya pasokan darah ke otak.

Gejala

Gejala merupakan beberapa hal yang dirasakan oleh orang yang mengalami penyakit tersebut. Perlu anda ketahui bahwa penyakit umum ini memiliki beberapa gejala seperti:

  1. Penderita biasanya mengalami sakit kepala atau pusing
  2. Penderita biasanya sering mengalami pingsan
  3. Terjadi gangguan sementara pada indera pendengaran
  4. Terasa mual
  5. Kejang-kejang
  6. Linglung
  7. Terasa nyeri pada bagian bahu serta leher
  8. Penglihatana akan menjadi kabur
  9. Terasa lemas

Dari gejala yang sudah tertera di atas, yang paling sering dialami oleh penderita penyakit hipotensi ortostatik adalah rasa pusing pada kepala pada saat berdiri dari posisi duduk atau pada saat berdiri dari posisi tidur. jika tubuh sering merasa lelah, seringnya mengkonsumsi alkohol dan makanan berat juga dapat memperburuk beberapa gejala seperti yang tertera di atas.

Penyebab

Pada saat orang tersebut bangun lalu ke posisi berdiri, secara otomatis darahnya akan turun ke bagian kaki yang dikarenakan pengaruh gravitasi. Nah hal inilah sebagai penyebab tekana darah karena jumlah darah akan berkurang ketika mengalir kembali dan dipompa pada bagian jantung. Pada keadaan normal, sel-sel khusus yang berada disekitar jantung dan pembuluh darah akan memeriksa kondisi turunnya tekanan darah. Setelah itu sel tersebut akan mengirimkan sinyal pada otak. Hal ini bertujuan untuk mempercepat denyut jantung dan memompa lebih banyak darah, maka dari itu tekanan darah tersebut akan menjadi stabil.

Penyakit ini bisa terjadi jika ada sesuatu hal yang menghambat proses alami tubuh yang bertugas untuk mengatasi turunya tekanan darah. Adapun beberapa penyebab penyakit ini adalah sebagai berikut:

  • Sehabis makan

Sebagian orang akan mengalami tekanan darahnya menurun sehabis makan. Biasanya hal ini sering terjadi pada lansia.

  • Dehidrasi

Dehidrasi atau bisa disebut juga dengan sebutan kekurangan cairan ini merupakan salah satu kondisi yang bisa menyebabkan tubuh tersebut kehilangan volume darah.

  • Gangguan sistem saraf

Gangguan sistem saraf ternyata juga bisa mengganggu sitem pada tubuh yang telah mengatur tekanan darah agar normal kembali.

  • Gangguan fungsi jantung

Ada beberapa gangguan pada jantung juga dapat menyebabkan turunya tekanan darah.

  • Gangguan kelenjar endokrin

Gangguan ini juga dapat  memicu timbulnya tekanan darah rendah.

Pengobatan Hipotensi Ortostatik

Penyebab timbulnya hipotensi ortostatik tidak bisa diobati, namun anda bisa mengurangi bahkan menghilangkan beberapa gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Orang yang sering mengalami beberapa gejala yang sudah kami dijelaskan diatas, sebaiknya hindarilah untuk duduk atau berdiri secara tiba-tiba atau bisa juga untuk tidak berdiri dengan jangka waktu yang sangat lama.

Adapun cara pengobatan untuk penyakit ini, pengobatan para dokter juga tergantung pada penyebabnya. Namun jika orang tersebut mengalami  jenis hipotensi ortostatik yang ringan, anda bisa melakukan penanganan dengan cara yang simple dan sederhana. Adapun cara tersebut seperti segeralah duduk atau berbaring setelah merasakan kehilangan keseimbangan.

Ephedrine atau phenilephrine dapat membantu untuk mempertahankan tekanan darah. Namun jika pengobatan seperti diatas tidak berhasil, anda bisa memberikan obat lain seperti propanolol, dihydroergotamine, indometasin dan metoclopramide. Sebaiknya bagi penderita agar meningkatkan asupan garam pada makanan yang dikonsumsi setiap harinya serta kurangi atau hindari untuk mengkonsumsi minuman keras dan beralkohol, hindari untuk berjalan ketika cuaca sedang panas, memakai bantal dengan ketinggian yang lebih tinggi daripada bagian kaki ketika tidur dan juga pada saat berdiri sebaiknya lakukanlah secara perlahan-lahan dan bertahap.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait