Fibromyalgia

Penyakit Fibromyalgia ini bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Namun umumnya penderita fibromyalgia berusia di antara 30 sampai 50 tahun. Selain itu, wanita lebih berpotensi tinggi untuk terkena fibromyalgia dibandingkan dengan pria.

Apa itu penyakit fibromyalgia?

Fibromyalgia merupakan gangguan yang mempengaruhi otak dalam menangkap rasa sakit pada tubuh. Biasanya fibromyalgia ditandai dengan nyeri tulang dan otot. Penderita fibromyalgia akan mengalami rasa sakit di sekujur tubuh. Fibromyalgia dtandai oleh nyeri dan kekakuan sedangkan sindrom kelelahan kronis ditandai oleh kelelahan yang hebat. Kebanyakan pasien fibromyalgia memiliki minimal sebelas titik atau sebuah area pada tubuh pengidap yang lembut, sehingga dapat menimbulkan rasa nyeri ketika disentuh. Penyakit fibromyalgia dtandai nyeri dan kekakuan, sedangkan sindrom kelelahan kronis sendiri ditandai oleh kelelahan yang hebat.

Pada beberapa kasus penderita fibromyalgia akan mengalami kondisi seperti sakit kepala tensionirritable bowel syndrome (iritasi usus), temporomandibular joint (TMJ), gelisah, dan depresi, gangguan tidur, serta kelelahan, gangguan ingatan, dan mood.

Rasa sakit yang dirasakan dapat secara terus menerus dan seringkali tersebar ke bagian tubuh lain. Intensitas sakitnya dapat bervariasi dan rasa sakit dapat bermigrasi ke bagian lain dari tubuh. Rasa sakit juga dapat dirasakan sebagai rasa sakit yang menusuk diikuti bersama dengan berkedut dan berdenyut-denyut. Terkadang rasa sakit dibarengi dengan sensasi panas, kesemutan, atau malah mati ras..

Orang yang menderita fibromyalgia cenderung memiliki masalah tidur, hal ini membuat penderita tidak memiliki waktu tidur yang berkualitas. Bahkan, menurut penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki kelainan selama tahapan dari siklus tidur.

Gejala Fibromyalgia

Gejala utama fibromyalgia adalah timbulnya rasa sakit yang menyebar ke seluruh tubuh, para penderita mengalami sensasi terbakar atau seperti ditusuk-tusuk benda tajam. Gejala ini biasanya akan berlangsung secara terus-menerus dengan rasa sakit yang mungkin berubah-ubah, terkadang membuat penderita sangat tersiksa.

Gejala fibromyalgia berbeda-beda pada tiap penderita. Perbedaan ini dipicu oleh tingkat stres yang dialami oleh penderita, terlalu banyak tenaga yang dikeluarkan penderita pada saat aktivitas, serta perubahan musim.

Gejala fibromyalgia tersebut timbul setelah pengidap mengalami trauma fisik, stres, infeksi, dan operasi. Pada beberapa kasus, gejala fibromyalgia dapat seketika memburuk tanpa ada tahapan kejadian yang memicu penyakit tersebut.

Berikut beberapa gejala dari Fibromyalgia :

  • Otot menjadi kaku.
  • Sakit kepala.
  • Tubuh sangat sensitif terhadap rasa sakit.
  • Sulit tidur
  • Mudah Kelelahan
  • Kram perut.

Penyebab Fibromyalgia

sampai sekarang dokter masih belum dapat memastikan penyebab utama dari kondisi penyakit ini. Hal ini menyebabkan diagnosis menjadi sulit dan memakan banyak waktu.

Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa kondisi ini terkait dengan sinyal otak dan zat kimia. Berikut ini kemungkinan penyebab dari fibromyalgia:

  • Infeksi: Beberapa penyakit dapat memicu atau memperparah fibromyalgia.
  • Genetik: Mungkin terdapat mutasi genetik tertentu yang membuat orang mudah mengalami gangguan ini.
  • Cedera atau infeksi
  • Trauma fisik atau emosional: sebagai contoh, post-traumatic stress disorder seperti:
  • Menjalani operasi

Penyakit fibromyalgia dapat terjadi dengan sendirinya atau ada keterkatikan dengan beberapa penyakit lain, seperti lupus sistemik.

Cara Mengobati Fibromyalgia

Kondisi Fibromyalgia merupakan kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Ada beberapa cara untuk meredam rasa sakitnya yaitu salah satunya penggunaan obat-obatan. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala agar tidak mengganggu aktifitas si pengidap. Meskipun belum ditemukan pengobatan pasti untuk penyembuhan fibromyalgia, beberapa obat-obatan dapat membantu mengendalikan gejala, seperti melakukan Olahraga, relaksasi, dan mengurangi tingkat stress yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Tentu saja pilihan pengobatan dapat meliputi beberapa kombinasi sekaligus untuk hasil yang lebih baik.

Perlu Anda ketahui bahwa Fibromyalgia sulit untuk didiagnosis secara dini. Biasanya penderita diberikan pengobatan untuk kelainan rasa nyeri lain yang sedang diderita, sebelum dokter dapat menyimpulkan penyebab utama dari penyakit diderita. Salah satu cara yang sering kali digunakan dalam dunia medis untuk mendiagnosis penyakit ini adalah tes titik lunak.

  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat pereda sakit, contoh : (parasetamol atau disebut tramadol), juga antidepresan yang meliputi fluoxetine, amitriptyline, dan duloxetine, juga antikonvulsan (gabapentin).
  • Lakukan Terapi fisik untuk meringankan rasa sakit, seperti melakukan teknik relaksasi serta olahraga secara ringan atau berenang dalam air hangat.
  • Terapi psikologis, misalnya mengikuti konseling. Konselor dapat membantu Anda untuk menemukan strategi agar Anda bisa menangani stres yang dipicu atau memicu kondisi ini.
  • Antidepresan seperti Duloxetine (Cymbalta) dan milnacipran (Savella), amitriptyline atau fluoxetine (Prozac).

Obat antidepresan juga dapat digunakan untuk membantu menghapuskan rasa sakit pada sebagian orang yang menderita fibromyalgia. Penggunaan obat ini meningkatkan jumlah bahan kimia tertentu dalam tubuh yang dapat membawa sinyal menuju otak , atau dikenal sebagai neurotransmitter.

Para penderita disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup, dan pola makan yang seimbang serta sehat. Serta melakukan program olahraga dan teknik relaksasi agar terhindar dari stres.

Baca juga: Hubungan Diabetes dengan fibromyalgia

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!