Filariasis Atau Penyakit Kaki Gajah

Filariasis Atau Penyakit Kaki Gajah

Filariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing filaria. Penyakit Filariasis dapat menyerang hewan bahkan manusia. Memang penyakit filariasis bukan merupakan infeksi yang mengancam jiwa tetapi dapat menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik secara permanen. Pada tahapan awal penyakit ini tidak menimbulkan gejala. Itu yang membuat kebanyakan orang pada awalnya tidak menyadari akan bahwa mereka memiliki filariasis.

Penyakit Filariasis biasa disebut juga sebagai penyakit Kaki Gajah, Gejala yang dapat dilihat dari penyakit ini berupa pembesaran pada bagian anggota tubuh penderita. Cacing filaria ini sendiri ditularkan melalui perantara nyamuk dan jika sudah terkena dapat menyebar keseluruh jaringan tubuh manusia. Perlu Anda ketahui bahwa penderita kaki gajah akan mengalami cacat yang berkelanjutan bila tidak diobati, seperti pembengkakan pada bagian kaki. Parasit filaria sendiri memiliki ratusan jenis, tapi hanya delapan spesies yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Pengelompokan penyakit filariasis umumnya dapat bagi menurut lokasi habitat si cacing penyebar yang berkemban dalam tubuh manusia, yaitu filariasis kulit, limfatik, dan rongga tubuh. Nama lain dari penyakit kaki gajah adalah elefantiasis.

Filariasis dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Limfatik filariasis (kaki gajah) mempengaruhi sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening.
  2. Filariasis Rongga Serosas dapat mempengaruhi rongga serosa perut.
  3. Filariasis subkutan dapat mempengaruhi lapisan subkutan kulit.

Para penderita filariasis atau kaki gajah akan mengalami cacat yang berkelangsungan secara terus-menerus, oleh karena itu penting sekali untuk cepat diobati. Gejala umum yang mudah dikenali dari penyakit ini yaitu berupa pembesaran pada bagian anggota tubuh penderita.

Penyebab Filariasis

Menurut data dari WHO, terdapat sekitar 120 juta orang di dunia yang menderita filariasis limfatik dan sepertiga di antaranya mengidap infeksi yang bahkan lebih parah. Parasit yang dapat menyebabkan jenis filariasis ini meliputi Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Sebagian besar kasus penyakit filariasis disebabkan oleh parasit yang dikenal dengan nama Wuchereria bancrofti. Sedangkan Nyamuk pembawa penyakit ini disebut nyamuk Culex dan Aedes.

Anak-anak lebih rentak terkena Infeksi filariasis ini karena dengan mudah dapat terserang oleh nyamuk Culex, sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem limfatik yang tidak disadari sampai akhirnya terjadi pembengkakan yang parah dan terlebih sangat menyakitkan. Jika tidak segera diobati pembengkakan tersebut dikemudian hari dapat menyebabkan cacat permanen.

Gejala Filariasis

Gejala dari infeksi filariasis limfatik pada awal terkena sulit untuk dikenali. Namun berdasarkan gejalanya, filariasis limfatik terbagi dalam tiga kategori yang meliputi kondisi tanpa gejala, akut, dan kronis. Infeksi dapat berakibat parah karena dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan limfa dan ginjal sekaligus yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Pada awal Filariasis tidak menimbulkan gejala, namun masalah akan muncul dan terlihat setelah cacing dewasa mati ditubuh si penderita.

Filariasis limfatik yang sudah parah terbagi lagi dalam dua jenis, yaitu limfangitis filaria akut (AFL) dan adenolimfangitis akut (ADL).

Edema atau (pembengkakan) dengan terjadinya proses penebalan kulit dan jaringan di bawahnya adalah gejala klasik dari timbulnya infeksi kaki gajah. Hal tersebut biasanya mempengaruhi anggota gerak bawah, yang membuat si penderita kesulitan untuk menggerakan kaki dalam beraktifitas.

Berikut gejala-gejala yang ditimbulkan oleh filariasis:

  • Demam tinggi yang berulang selama seminggu terakhir.
  • Pembengkakan yang disertai dengan berubahnya warna kulit menjadi merah, lalu terasa panas dan terasa sakit.
  • Jika sudah parah kelenjar getah bening akan pecah lalu mengeluarkan nanah dan darah.
  • Pembengkakan Kelenjar getah bening terjadi pada bagian kaki, paha.
  • Bila penyakit ini sudah sampai tingkatan kronis, pembesaran-pembesaran akan terus terjadi dan susah untuk menyembuhkan kembali.

Cara Mengobati Filariasis

Jika Anda positif terdiagnosis, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan sejenis anti-filaria untuk penanganan pada filariasis limfatik. Seperti obat pada umumnya dipakah yaitu diethylcarbamazine (DEC). Dietilkarbamazin merupakan obat yang direkomendasikan untuk mengobati penyakit filariasis. Dietilkarbamazin mampu membunuh mikrofilaria namun tidak memiliki efek tertentu pada cacing dewasa. Dengan begitu, dietilkarbamazin hanya dapat membantu pengidap untuk mengontrol penularan infeksi dari satu orang ke orang lainnya (penyebaran). Obat lain untuk mengontrol  filariasis limfatik yaitu Ivermectin atau albendazole.

Berikut langkah penanganan bagi para penderita filariasis, yaitu :

  • Operasi.
  • Melakukan olahraga ringan secara rutin pada bagian tubuh yang mengalami penumpukan cairan untuk memicu pengalirannya agar lancar.
  • Membersihkan bagian yang bengkak secara rutin dengan seksama tiap hari untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi.
  • Membersihkan luka pada bagian tubuh yang terkena filariasis.

Pada intinya untuk menangani penyakit filariasis adalah dengan menjaga kebersihan dan sistem sanitasi yang baik merupakan bagian untuk mencegah memburuknya kondisi infeksi kulit tersebut. Alangkah baiknya badan yang terkena infeksi diatur posisinya senyaman mungkin dan lakukan latihan rutin untuk meningkatkan aliran getah bening supaya lancar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Gastroenteritis Apa Itu Gastroenteritis? Gastroenteritis adalah infeksi mikroba yang menyebabkan radang pada lapisan perut (lambung), usus kecil dan usus besar diandai dengan diare, muntah, sakit perut dan kram perut sebagai ciri-ciri gastroenteritis […]
  • Bursitis Bursitis adalah suatu penyakit yang mudah terjadi di kalangan masyarakat terutama yang memiliki pekerjaan dengan membutuhkan tenaga lebih. Pengertian bursitis sendiri yaitu terjadinya peradangan pada kantong cairan, kantong […]
  • Akromegali Apa itu akromegali? Nama Akromegali berasal dari bahasa Yunani, akro berarti ekstremitas; dan megali bermakna berlebihan. Akromegali adalah kelainan hormonal yang diakibatkan oleh terlalu banyak hormon pertumbuhan (Growth Hormone -GH) […]
  • Gangguan Kepribadian Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi menyimpang yang terjadi pada pola pikir, kondisi emosional dan perilaku seseorang. Gangguan kepribadian ini berbeda dengan kegilaan atau gangguan jiwa. Penderita akan sangat sulit membangun […]
  • Gastroenteritis Gastroenteritis merupakan infeksi yang terjadi di usus yaitu perut yang diakibatkan karena beberapa jenis virus. Dalam dunia medis penyakit ini dikenal dengan istilah virus lambung. Infeksi gastroenteritis dapat menyebabkan […]