Immunisasi Bisa Cegah Meningitis Akibat Bakteri Haemophilus Influenza

Immunisasi Bisa Cegah Meningitis Akibat Bakteri Haemophilus Influenza

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Haemophilus influenza type B, untuk menyambut hari imunisasi dunia, ada satu pertanyaan kami untuk para ibu, “sudahkah anak anda mendapatkan imunisasi HIB untuk mencegah penyakit meningitis?”

Setiap negara memang memiliki kebijakan masing-masing mengenai imunisasi yang diwajibkan untuk anak-anak di negara tersebut, yang biasanya tergantung pada jenis penyakit yang mudah berkembang.

Negara maju sudah mewajibkan setiap anak yang berusia kurang dari 2 tahun mendapat imunisasi yang berfungsi untuk mencegah penyakit meningitis, sedangkan banyak negara berkembang belum mewajibkan imunisasi tersebut.

Di Indonesia, imunisasi HIB untuk mencegah penyakit meningitis, termasuk salah satu imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Indonesia, namun belum diwajibkan oleh pemerintah. Sebelumnya, banyak orang tua memilih untuk memenuhi kebutuhan imunisasi wajib dasar terlebih dahulu. Disamping itu, harga vaksin HIB terbilang masih sulit terjangkau.

Akhir-akhir ini, kejadian penyakit radang selaput otak atau penyakit meningitis semakin sering terdengar. Hal ini membuat beberapa orang tua mulai berpikir untuk memberikan imunisasi HIB kepada anak-anak mereka, mengingat risiko besar yang ditimbulkan, jika anak terkena penyakit radang selaput otak.

Apakah Bakteri Haemophilus influenza itu?

Bakteri Haemophilus influenza pertama kali ditemukan pada tahun 1982 oleh Pfeiffer yang diisolasi dari sputum penderita flu pandemik. Bakteri adalah salah satu penyebab penyakit influenza. Beberapa penelitian membuktikan bahwa, bakteri ini juga bertanggungjawab atas munculnya beberapa penyakit lain. Salah satu jenis dari bakteri ini yang paling berbahaya adalah Haemophilus influenza type B

Bakteri Haemophilus influenza type B adalah bakteri yang bisa menyebabkan radang pada selaput otak. Dalam istilah medis disebut penyakit meningitis. Pada umumnya, bakteri ini menyerang anak-anak dari usia 3 bulan sampai 3 tahundan jarang terjadi setelah usia anak di atas 5 tahun. Untuk mencegah penyakit meningitis akibat bakteri ini, pemerintah melakukan imunisasi.

Hampir 95% kejadian penyakit meningitis disebabkan oleh bakteri jenis ini. Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat meningkat tajam. Sejak meningkatnya angka kejadian meningitis, beberapa negara maju mulai mewajibkan anak-anak di negara mereka melakukan imunisasi HIB untuk mencegah penyakit meningitis, dan sangat terlihat hasilnya. Dimana terjadi penurunan angka pendderita meningitis di negara tersebut sampi lebih 90% nya.

Bagaimana Gejala-Gejala Penyakit Meningitis?

Saat pertama anak terserang penyakit meningitis, biasanya terjadi perubahan perilaku pada anak, seperti tidak nafsu makan atau kurang bersemangat. Setelah beberapa lama, anak-anak biasanya akan merasakan sakit kepala.

Gejala berikutnya yang sering terjadi adalah, demam tinggi, kaku leher, mual dan muntah, Sulit konsentrasi atau tidak fokus. Pada anak akan terlihat seperti kesulitan untuk melakukan kontak mata dengan orang tuanya, kejang, sering mengantuk atau sering tidur, sensitif terhadap cahaya, tidak nafsu makan, dan ruam pada kulit.

Ketika anak selesai menjalani terapi, umumnya anak masih menampakkan gejala sisa seperti epilepsi, lumpuh, gangguan pendengaran dan keterbelakangan mental. Walaupun begitu, banyak penelitian membuktikan, hampir 10-80% anak meninggal karena penyakit ini.

Mencegah Penyakit Meningitis Oleh Bakteri Haemophilus influenza type B

Peran orang tua sangat penting untuk mencegah penularan bakteri ini kepada anak-anak mereka. Gaya hidup yang sehat, bersih dan higienis adalah salah satu caranya. Kebersihan perlengkapan makan dan minum anak harus diperhatikan. Perangkat makan dan minum anak sebaiknya selalu disterilisasi dengan benar.

Penyakit ini sangat lebih baik jika ditanggulangi sejak awal. Karenaya, jika anak-anak memperlihatkan gejala-gejala penyakit meningitis, segera bawa ke dokter. Terapi dini untuk penyakit ini akan memperkecil risiko kematian dan penularan kepada yang lain.

Imunisasi dianggap sebagai cara yang efektif untuk mencegah penyakit meningitis yang disebabkan infeksi Haemophilus influenza type B. Hal ini sudah terbukti di negara-negara maju.

Walaupun di negara Indonesia imunisasi ini belum masuk daftar imunisasi wajib, sebaiknya anak-anak yang memiliki risiko tinggi, tetap mendapatkan imunisasi ini, misalnya anak-anak yang akan bepergian ke negara-negara endemik atau yang orang tuanya sering bepergian ke negara-negara endemik, dimana risiko tertular penyakit meningitis semakin besar.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Bahaya Virus MERS Dan Tips Mencegah Penyebarannya Jika akhir-akhir ini Anda menyimak berita di televisi, mungkin Anda mendengar tentang wabah virus baru MERS, yang diduga memiliki efek seperti virus SARS. Virus MERS pertama kali ditemukan di negara-negara Timur tengah, dan diduga bahaya […]
  • Segera Lakukan Imunisasi Hepatitis B Sekarang Juga, Sebelum Ini Terjadi! Penyakit hepatitis B termasuk salah satu penyakit yang seringkali tidak terlalu diperhatikan, bahkan sosialisasi penyakit ini terbilang rendah di Indonesia. Padahal, saat ini Indonesia merupakan salah satu Negara dengan penduduk […]
  • Pentingkah Imunisasi Kekebalan Bagi Anak-Anak Dan Balita? Pertanyaan ini sering dilontarkan oleh banyak orang tua yang akan mengikutsertakan anak-anak mereka pada program imunisasi. Imunisasi pada anak memang kerap menimbulkan pro dan kontra. Sebagain orang menilai, menyuntikan kuman, […]
  • Tips Mengatasi Bayi Demam Setelah Imunisasi/Vaksinasi Imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah dari beberapa jenis penyakit yang membahayakan. Dengan imunisasi daya tahan tubuh akan semakin kuat untuk melawan bibit penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Imunisasi dapat dilakukan […]
  • Olahraga Berat Bisa Sebabkan Kematian Mendadak. Mengapa? Akhir-akhir ini berita kem4tian mendadak setelah melakukan aktivitas olahraga kerap terjadi. Sebelumnya beberapa tokoh selebriti Indonesia juga mengalami hal serupa. Pasalnya, hal ini terkadang tidak diduga mengingat selama ini […]