Pentingnya ASI Sebagai Langkah Utama Pencegahan Diare Bayi

Pentingnya ASI  Sebagai Langkah Utama Pencegahan Diare Bayi

Diare pada bayi termasuk keadaan yang harus mendapat perhatian khusus tenaga kesehatan. Banyaknya kematian bayi, biasa disebabkan akibat kurang baiknya terapi diare pada bayi. Pada umumnya, orang tua menganggap diare pada bayi adalah hal yang wajar.

Sebagian orang tua tidak memahami akibat dehidrasi yang bisa menyebabkan kematian pada bayi. Hal ini juga yang menyebabkan banyak ibu mengabaikan pentingnya pemberian ASI untuk pencegahan diare pada bayi.

Dehidrasi tidak hanya mengakibatkan kematian pada bayi, kurangnya nutrisi dan pengeluaran cairan tubuh yang terlalu banyak, juga bisa menyebabkan efek lain dalam perkembangan bayi, seperti terlambatnya perkembangan motorik. Pemberian ASI sejak bayi lahir sampai kurang lebih 6 bulan, dilanjutkan sampai 2 tahun, dianggap mampu meminimalisir kejadian diare pada bayi.

Pemberian ASI Dalam Mengurangi Faktor Resiko Terjadinya Diare pada Bayi

Peran ASI dalam masalah abnormalitas gastrointestinal, dilakukan karena pemberian ASI mampu memicu pertumbuhan sel usus, juga memicu bekerjanya faktor-faktor yang berperan dalam perlindungan usus, berupa zat-zat imunologi atau anti infeksi sehingga dinding usus cepat mengalami penyembuhan (rusak karena diare), dan diare pada bayi akan lebih pendek durasinya, sehingga perkembangan anak akan kembali normal.

Laktobasilus Lipidus, sebagai salah satu mikroorganisme usus yang penting dalam pencernaan, akan mudah berkembang pada usus bayi, yang menerima ASI. Hal ini disebabkan karena ASI mampu berikatan dengan polisakarida lebih kuat dibandingkan dengan susu formula.

Peran Laktobasilus Lipidus ini adalah mengubah laktosa yang banyak terdapat dalam ASI, menjadi asam laktat dan asam asetat. Pemberian ASI akan membuat situasi usus menjadi sedikit sehingga akan menghambat pertumbuhan E. Coli, kuman yang paling sering menyebabkan diare pada bayi.

Ini yang membedakan manfaat pemberian ASI dengan susu formula. Intoleransi laktosa pada bayi yang mengkonsumsi susu formula, akan sulit diatasi. Hal ini menyebabkan bayi dengan susu formula yang mengalami intoleransi laktosa, akan sering mengalami diare dengan feses berbuih (berbusa).

Pemberian ASI Untuk Meningkatkan Kadar Enzim Pencernaan

Dalam ASI juga terdapat Laktoferin, yaitu protein yang terikat dengan zat besi. Khasiat laktoferin ini adalah menghambat pertumbuhan kuman penyebab diare, stapilokokus dan E. coli, dengan cara mengikat zat besi sehingga kuman tidak mendapat zat besi yang dibutuhkan untuk kuman berkembang biak.

Pemberian ASI juga bisa meningkatkan kandungan lisozym. Diteliti bahwa kandungan lisozym ASI mencapai 300 kali kadar lisozym yang ditambahkan pada susu formula atau susu sapi. Lisozym berperan penting dalam memecah dinding bakteri, sehingga membantu mengatasi diare pada bayi.

Oleh karena peran ASI yang sangat besar pada pencegahan diare pada bayi dan balita, praktisi kesehatan senantiasa merekomendasikan agar pemberian ASI ditingkatkan selama masa diare, dan tidak perlu dihentikan, sekalipun dikatan ASI mengandung laktosa.

Peran Ibu Dalam Pencegahan Diare Bayi dan Balita

Bagaimanapun, ibu adalah orang yang paling berperan pada pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Ibu yang senantiasa menjaga kebersihan, akan ikut menjaga anaknya dari pencemaran kuman, baik yang terdapat dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi.

Kebiasaan bersih ibu, seperti mencuci tangan sebelum makan, akan membuat bayi dan balita terlindung dari kuman yang melekat di tangan ibu sebelumnya. Pemberian ASI yang cukup akan membantu pencernaan bayi berkembang dengan baik, tanpa ada paksaan dari zat-zat kimia.

Vaksinasi dan imunisasi terjadwal, juga akan membantu bayi terinfeksi dari kuman-kuman sehingga bayi lebih terlindungi dari beberapa penyakit pathogen dan menular.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait