Sering Deg-Degan Bisa jadi Gejala Penyakit Jantung Aritmia

Sering Deg-Degan Bisa jadi Gejala Penyakit Jantung Aritmia

Tidak banyak orang yang mengetahui mengenai aritmia, bahkan saat mereka sering mengalami gangguan jantung ini. Aritmia jantung kerap ditandai dengan detak jantung yang sangat cepat atau sebaliknya, sangat lambat. Gangguan jantung aritmia timbul karena impuls listri ke jantung berjalan tidak normal.

Anda mungkin sering merasakan jantung tiba-tiba berdetak sangat cepat, dan bahkan Anda bisa mendengarkan detak jantung itu sangat keras. Jika kejadian ini sering terjadi, terutama ketikaAnda sedangtidak melakukan aktibitas, maka sangat penting untuk Anda berkonsultasi dengan dokter.

Gejala gangguan jantung aritmia yang diabaikan bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan ANda. Salah satu masalah kesehatan yang mengikuti aritmia adalah stroke. Stroke terjadi akibat gumpalan darah yang tidak diedarkan saat terjadinya aritmia pecah. Pecahan tersebut akan terbawa oleh darah, sehigga sangat mungkin menyebabkan sumbatan, yang bisa memicu stroke.

Gangguan Jantung Aritmia Bukan Deg-Deg-an Biasa!

Ketika anda merasa panik, was-was, ketakutan, anda sangat mungkin mengalami percepatan irama jantung. Hal ini biasa disebut deg-deg an. Pada beberapa kasus, deg-degan ini merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap orang, tanpa ada indikasi masalah di jantung.

Namun, lain hal nya jika Anda merasa deg-deg-an tanpa sebab yang jelas. Misalnya ketika Anda sedang santai, atau bahkan sedang tertidur. Deg-deg an yang dimulai dengan irama pelan lalu berlanjut ke cepat dan bahkan kemudian melambat, perlu Anda waspadai. Hal ini merupakan salah satu ciri dari gangguan jantung aritmia.

Pada keadaan yang normal, denyut jantung manusia adalah sekitar 60-100 kali pe menit. Saat seseorang mengalami gangguan jantung aritmia, maka denyut jantungnya bisa kurang dari 60 kali per menit (bradikardia) atau lebih dari 100 kali per menit (takikardia). Akibat kedua hal ini, darah dari jantung tidak terpompa dengan maksimal, sehingga oksigen tidak bisa diedarkan ke seluruh tubuh dengan baik.

Gangguan jantung aritmia memang lebih sering menyerang orang dengan usia paruh baya, dan risikonya meningkat ketika ia memiliki masalah kesehatan lain seperti hipertensi dan kolesterol. Seseorang yang pernah menjalani operasi jantung,juga kerap mengalami masalah aritmia.

Walaupun gangguan jantung aritmia lebih sering dialami oleh mereka yang sudah berumur, bukan berarti orang muda tidak memiliki risiko terkena penyakit ini. Namun, pada umumnya aritmia yang terjadi pada orang yang usianya masih mudah, lebih disebabkan oleh faktor genetik.

Bagaimana Cara Mencegah Aritmia?

Menjaga pola hidup yang sehat adalah kunci utama untukmenjaga jantung yang sehat. Untuk mencegahgangguan jantung aritmia, maka seseorang harus terlebih dahulu mengubah gaya hidup mereka, seperti rajin berolahraga, mengkonsumsi makanan yang sehat dan berhenti merokok.

Bagi seseorang yang berusia di atas 50 tahun ke atas, dan memiliki penyakit seperti hipertensi dan kolesterol, ada baiknya selalu rutin melakukan pemeriksaan EKG, untuk mengetahui apakah ada masalah di jantung atau tidak. Hal ini juga sangat disarankan bagi siapapun yang sudah pernah melakukan operasi bedah jantung.

Jika Anda merasa sehat, tidak memiliki keturunan dan tidak merasakan gejala, langkah pertama yang bisa anda laukan dengan rutin adalah, mengecek denyut nadi anda sendiri. Jantung yang sehat adalah jantung yang memiliki denyut nadi yang normal.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait