Terapi Kerokan Saat Masuk Angin, Bahaya Atau Tidak?

Terapi Kerokan Saat Masuk Angin, Bahaya Atau Tidak?

Siapa yang tidak kenal istilah kerokan. Terapi ini kerap menjadi terapi favorit banyak orang yang menderita masuk angina, atau sekadar sakit linu pada otot-otot. Banyak yang berpikir terapi ini sangat efektif, namun beberapa orang berpikir terapi ini justru membawa efek tidak baik di kemudian hari. Pada dasarnya, terapi kerok mungkin dilakukan, dengan alasan-alasan yang jelas.

Terapi kerok sebenarnya merupakan terapi panas, karena ia pun menggunakan balsam sebagai alat terapinya. Balsam atau minyak urut inilah yang bermanfaat dalam melegakan rasa linu atau perasaan tidak enak pada tubuh. Bedanya dengan terapi panas biasa, pada terapi kerok diberikan tekanan kepada kulit untuk memaksa agar angina cepat keluar.

Terapi kerok, memang masih dianggap terapi tradisional dan tidak semua orang mau melakukannya dengan berbagai alasan. Beberapa orang merasa tidak kuat dengan rasa sakit saat menjalani terapi kerok. Beberapa lainnya mengaku takut mengalami penipisan kulit akibat sering melakukan terapi kerok, dan beberapa lainnya mengaku justru sering mendapatkan masuk angina jika sering menjalani terapi kerok.

Tidak ada larangan khusus melakukan terapi kerok. Menurut beberapa ahli kesehatan, terapi ini juga bermanfaat untuk merilekskan diri dan membantu menstimulasi aliran darah agar lebih lancer. Kerokan juga dilangsir dapat membantu menurunkan suhu tubuh.

Jika kerokan dilakukan dengan pola yang benar, atau biasanya dibuat seperti membentu tulang ikan, maka sejatinya pola ini telah mengikuti alur serat otot manusia, sehingga hal ini akan membawa dampak positif yang juga memanjakan otot-otot di tubuh.

Namun, terapi kerok ini jugatetap harus diawasi, jika terapi kerok tidak membuat keadaan fisik seseorang lebih baik, maka hal ini harus diwaspadai. Bisa saja penyakit yang diduga hanya sakit linu atau masuk angina biasa, ternyata salah. Nah, jika hal ini terjadi segera mencari bantuan medis untuk mendapatkan diagnose yang tepat.

Bagi Anda yang memang masih meragukan efektifitas terapi kerok ini, tidak ada larangan untuk mencoba terapi panas lainnya seperti sauna. Namun, untuk lebih meyakinkan, seorang peneliti telah memuat hasil penelitiannya di jurnal online Mediamedika.net, dimana disebutkan bahwa terapi kerok memang memiliki efektifitas untuk meningkatkan kadar beta endorfin, sehingga berpeluang memberikan rasa nyaman pada otot dan tubuh seteah dilakukan terapi kerok tersebut.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Tips Alami Untuk Mengobati Sakit Gigi Akibat Kerowok Siapa sih yang tahan dengan sakit gigi? sebagian orang pasti akan menjawab tidak tahan dan ingin segera mengobatinya, sakit gigi memang sangatlah menyiksa, kita menjadi susah untuk makan, berbicara dan ada yang sampai susah […]
  • Cara Membuat Obat Tradisional Untuk Batuk Berdahak Batuk merupakan penyakit yang umum dialami oleh seseorang, batuk sendiri dapat disebabkan oleh bermacam-macam factor salah satunya pergantian musim / pancaroba karena polusi udara dan udara yang berdebu, kendati batuk adalah penyakit […]
  • Jamur Shitake Bisa Tingkatkan Immunitas Penderita HIV/AIDS Suka mencicipi masakan khas China, Korea atau Jepang, pasti tidak lupa dengan jamur shitake yang biasa dimasukkan ke dalam aneka masakan tersebut. Di Korea, jamur shitake merupakan bahan yang dibutuhkan dalam menambah rasa tjap hae. […]
  • Temu Putih Unggul Untuk Obat Alami Kanker Serviks Penelitian tentang penggunaan obat herbal untuk mengatasi penyakit kanker telah banyak dilakukan.  Sayangnya, hingga sekarang banyak peneliti yang belum mengungkapkan tentang aspek-aspek obat herbal.  Sampai saat ini, obat […]
  • Cara Atasi Masalah Insomnia Dengan Makan Kangkung Plus Seledri Untuk mengatasi gangguan tidur, banyak orang terbiasa mengkonsumsi obat agar bisa mendapatkan kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik. Padahal, konsumsi obat tidur terlalu sering bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan mereka. […]