Tips Agar Anak Tidak Takut Pergi ke Dokter Gigi

Tips Agar Anak Tidak Takut Pergi ke Dokter Gigi

Perawatan gigi sejak dini, atau saat anak-anak sangatlah penting, mengingat gigi adalah asset jangka panjang, yang penggunaannya sangat penting. Karenanya, banyak pada ahli kesehatan, dalam hal ini dokter gigi menyarankan orang tua, untuk mengajak anaknya ke dokter gigi, dalam rangka melakukan pemeriksaan.

Sayangnya, hal ini tidak semudah yang dipikirkan. Kebanyakan anak-anak justru takut ke dokter gigi. Lalu bagaimana agar anak tidak takut ke dokter gigi?

Ada banyak faktor mengapa anak ke dokter gigi. Suara peralatan di dokter gigi kerap menjadi ancaman kepada mereka. Pencabutan gigi juga sering menjadi seperti monster bagi anak-anak.

Mengajarkan agar anak  tidak takut ke dokter gigi tidak selalu mudah, hal ini butuh dilatih sejak anak kecil, tepatnya sebelum anak memiliki masalah dengan gigi.

Pendekatan Psikologi Agar Anak Tidak Takut Ke Dokter Gigi

Bagaimanapun, orang tua seharusnya mengambil porsi terbesar dalam membangun psikologis anak, agar kelak anak tidak takut ke dokter gigi. Di kutip dari www.health.detik.com hubungan antara orang tua-anak dan dokter gigi, adalah hubungan melingkar, asalkan semua proses dimulai sejak awal. Misalnya saat anak mulai mengalami erosi gigi, maka orang tua boleh mengelkan anak pada dokter giginya.

Sebaliknya menurut beberapa survei, kejadian anak takut ke dokter gigi terkadang juga ditimbulkan oleh faktor orang tua. Sebagian orang tua takut anak mereka akan menangis jika ada masalah yang membutuhkan penanganan dokter gigi. Biasanya, orang tua seperti ini, yang sangat over protekktif pada anak.

SIkap orang tua lainnya, yang memunculkan pandangan buruk anak terhadap dokter gigi adalah, sikap membujuk dengan sogokan. Orang tua yang senantiasa mengatakan “Kalo nanti tidak menangis di dokter gigi, akan diberlikan mainan” membuat anak berasumsi bahwa dokter gigi adalah manusia yang bisa membuatnya menangis. Inilah pentingnya pintar membangun psikologis anak sejak dini, agar pengetahuan mereka tentang gigi dan dokter gigi menjadi terbuka.

Tips Agar Anak Menyukai Dokter Giginya

  1. Perkenalkan anak dengan dokter gigi sedari kecil. Hal ini akan membangun mental anak, sehingga anak merasa dokter gigi sebuah kebutuhan untuk menjaga kesehatan dirinya.
  2. Ketika berkunjung ke dokter gigi, buatlah pertemuan yang rileks, nyaman, cukup singkat tetapi bermakna. Jangan membuat anak menunggu terlalu lama di dokter gigi sampai ia mendapat giliran.
  3. Ajari anak pentingnya menjaga kebersihan mulut sejak kecil, dan apa saja yang mungkin terjadi ketika ia tidak menjaga kesehatan gigi mereka dengan baik.
  4. Akan lebih baik jika orang tua selalu  membuatkan jadwal bertemu dengan dokter gigi sevara rutin. Atau mengajak anak ke acara-acara yang mengemukakan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Hal ini akan membuat kemungkinan anak tidak takut ke dokter gigi.

Negara-negara Tak Punya Riwayat Sakit Gigi

Tahukah Anda bahwa prevalensi gigi kerowok pada anak Indonesia yang berumur 12 tahun adalah 89%? informasi ini bisa di dapat di kompas health. Jadi di masa depan kita akan dipimpin oleh orang-orang yang ompong.

Sebuah studi bertahun 1930 tentang suku budaya yang “kurang modern” seperti : Suku Dinkas di Sudan, nelayan Gaelic dan wanita Hebrides Luar, Inuit dari Alaska (Eskimo), Maori dari Selandia Baru, Masai dan suku-suku penggembala ternak di Afrika, Suku Swiss pegunungan , Indian Seminoles dari Everglades, Amazonians dan Aborigin Australia.

Studi ini mengungkap kesamaan dalam hal : hampir tidak ada penyakit degeneratif, hampir tidak ada gigi berlubang, tanpa kanker dan tidak ada TBC. Kenapa kita tidak belajar dari sana….? Kenapa dokter gigi kita tak belajar dari suku2 primitip ini?

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait