Waspada Terhadap Gejala Penyakit Flek pada Anak

Penyakit Flek pada Anak

Penyakit tuberculose (TB) yang menyerang anak atau pada masyarakat di kenal juga dengan nama flek pada anak di tanah air menduduki peringkat yang cukup mengkhawatirkan. Hal ini dapat terjadi karena ada beberapa faktor pencetusnya. Salah satunya adalah karena kurangnya pengetahuan tentang penyebab penyakit dan pola hidup yang buruk. Selain itu juga disebabkan oleh gizi buruk yang berbanding lurus dengan tingkat ekonomi pada masyarakat.

Flek dan Tuberkulosis (TB) Paru

Istilah flek paru sebenarnya tidaklah ada dalam literatur ataupun kamus kedokteran. Dahulu orang yang mengidap penyakit TB, sangat dikucilkan. Penderitanya di rawat berbulan-bulan di Rumah Sakit. Bahkan ada Rumah Sakit khusus untuk para penderita TB, namanya Sanatorium. Istilah sanatorium saat ini sudah jarang digunakan. Sanatorium biasanya terletak di daerah berhawa sejuk.

Waspada Terhadap Penyakit Flek pada Anak

Untuk lebih menghaluskan istilah tuberculose atau TB, dokter banyak yang menggunakan istilah Flek. Flek yang mempunyai arti Noda, awalnya berasal dari bahasa Belanda. Foto Rontgent paru pada penderita  TB menunjukan adanya bercak putih mirip noda yang disebut flek pada anak. Pada keadaan orang sehatpun bercak putih tetap terlihat jika menggunakan foto rontgent. Keadaan ini gambaran seperti ini disebut sebagai  Infiltrat.

Berbeda dengan hasil foto rontgent pada penderita TB sesungguhnya. Pada penderita TB gambar Infiltratnya akan terlihat lebih spesifik. Atau diistilahkan dengan gambar sugestif TB.

Ada beberapa jenis gambar sugestif TB. Contohnya gambaran jenis Miller. Menyerupai bercak berwarna putih yang menutupi seluruh paru. Atau gambaran jenis Atelektasis berupa gambaran padat dan putih yang terjadi akibat dari pengerutan paru.

Walaupun demikian, hasil foto Rontgent yang demikian bukanlah dijadikan penilaian tunggal pada diagnosa penyakit TB. Diperlukan beberapa test lagi untuk menegakan diagnosa yang lebih akurat.

Gejala Flek pada Anak  

  • Batuk berkepanjangan selama 2 minggu.
  • Nyeri pada dada
  • Tidak ada nafsu makan.
  • Penurunan drastis Berat badan.
  • Demam disertai sesak nafas.
  • Adanya benjolan di leher.

Pencegahan Flek pada Anak

Yang perlu dipahami bahwa flek paru pada anak-anak sebenarnya tidaklah menular. Jadi tidak perlu diasingkan atau dipisahkan. Namun demikian haruslah diwaspadai jika ada anak yang terindikasi menderita TB paru, kemungkinan terbesarnya adalah tertular dari orang dewasa yang berada di sekitarnya.

Untuk menghindari terjadinya flek atau TB pada anak. Salah satunya adalah dengan daya tahan tubuh yang kuat. Daya tahan tubuh yang baik dapat dibangun dengan asupan gizi yang baik. Ditunjang dengan lingkungan yang sehat. Cukup ventilasi udara di saat tidur.  Dan menghindari terjadinya kontak yang lama dengan para penderita TB, itu tidak kalah pentingnya.

Penyakit TB paru saat ini bukanlah momok yangpatut ditakuti. Peran pemerintah sudah demikian besarnya, sehingga para penderita TB paru dapat berobat gratis di Puskesmas dan Rumah Sakit. Keberadaannya di sekitar kita haruslah diwaspadai. Menghindari pemicu terjadinya flek pada anak itu jauh lebih penting.

Bagikan Pada Temanmu!