Abses Otak

Abses otak adalah pembengkakan di otak yang berisi nanah (bisul di otak) yang terjadi akibat infeksi bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak setelah mengalami trauma atau cedera kepala parah.

Meskipun risiko pengembangan abses otak adalah sangat rendah namun ini sebuah kondisi yang mengancam jiwa dan harus segera didiagnosis untuk mendapatkan perawatan dengan segera.

Manifestasi dan Gejala abses otak

Manifestasi klinis abses otak bisa berkembang dengan cepat atau lambat ditandai beberapa gejala, termasuk

– Sakit kepala yang seringkali parah, terletak di satu bagian kepala dan tidak bisa dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit
– Perubahan mental, seperti kebingungan atau mudah tersinggung
– Ada masalah dengan fungsi syaraf, termasuk kelemahan otot, ucapan yang tidak jelas atau kelumpuhan di satu sisi tubuh
– Suhu tubuh tinggi (demam) 38C (100.4F) atau lebih tinggi
– Kejang-kejang
– Mual dan muntah
– Leher kaku
– perubahan penglihatan, seperti pandangan kabur, penglihatan agak gelap atau penglihatan ganda, karena abses memberikan dampak stress pada saraf optik.

Setiap gambaran klinis yang menunjukkan adanya masalah pada otak dan sistem syaraf, sebaiknya menghubungi darurat medis. Ini termasuk:

– Bicara cadel atau tidak jelas
– Kelemahan otot atau kelumpuhan
– Kejang-kejang yang terjadi padahal tidak memiliki riwayat kejang sebelumnya

Setiap gejala yang menunjukkan adanya infeksi yang memburuk, seperti demam dan muntah, sebaiknya segera dilaporkan ke dokter Anda.

Penyebab abses otak

Ada tiga penyebab bagiamana abses otak bisa terjadi, termasuk adalah:

– infeksi, seperti: infeksi telinga, sinusitis atau abses gigi, yang dapat menyebar langsung ke otak.
– infeksi di bagian lain tubuh, misalnya, infeksi yang menyebabkan pneumonia menyebar ke otak melalui darah
– trauma, seperti cedera kepala yang parah, retak tulang tengkorak, memungkinkan bakteri atau jamur masuk ke otak

Namun, dalam beberapa kasus, sumber infeksi tetap tidak diketahui.

Pemeriksaan fisik abses otak.

Untuk menegakkan diagnosis abses otak, atau jika abses otak dicurigai, penilaian dan pemeriksaan awal akan dilakukan berdasarkan gejala, riwayat medis; dan apakah Anda pernah mengalami infeksi baru atau ada sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tes darah juga bisa dilakukan untuk memeriksa adanya infeksi. Jika Anda dirujuk ke rumah sakit untuk tes lebih lanjut, Anda mungkin akan menjalani berbagai prosedur pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosa, termasuk

– CT scan: sebuah pemindaian tomografi terkomputerisasi. Serangkaian sinar-X digunakan untuk menghasilkan gambaran rinci tentang bagian dalam tubuh Anda.
– Scan MRI: pemindaian magnetic resonance imaging yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio kuat untuk menghasilkan gambaran rinci tentang bagian dalam tubuh Anda.

Jika abses ditemukan, Anda akan menjalani sebuah prosedur mengambil sampel nanah untuk pengujian dengan penggunaan CT scan untuk memandu jarum ke lokasi abses.

Apakah abses otak bisa disembuhkan?

Abses otak dianggap sebagai keadaan darurat medis. Pembengkakan yang disebabkan oleh abses bisa mengganggu suplai darah dan oksigen ke otak.

Ada risiko abses yang pecah (rupturing). Jika tidak diobati, abses otak bisa menyebabkan kerusakan otak permanen dan bisa berakibat fatal.

Abses otak biasanya diobati dengan menggunakan kombinasi antara:

– Obat, termasuk antibiotik atau antijamur
– Bedah operasi, menguras nanah melalui lubang di tengkorak (aspirasi simple/sederhana) atau membuka tengkorak dan mengeluarkan abses seluruhnya (kraniotomi)

Pengobatan abses otak dengan antibiotik sering dimulai sebelum diagnosis telah dikonfirmasi untuk mengurangi risiko komplikasi.

Komplikasi abses otak

Baik diobati atau tidak segera diobati, kemungkinan Komplikasi abses otak bisa terjadi, meliputi:

1. Abses reoccurring – kemungkinan kecil abses akan terulang kembali; Hal ini lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penyakit jantung sianotik
2. Kerusakan otak – Kerusakan otak ringan sampai sedang meningkat seiring berjalan waktu, kadang kerusakan otak parah cenderung permanen; Kerusakan otak lebih parah jika diagnosis dan pengobatan terlambat.
3. Epilepsi – di mana seseorang mengalami kejang berulang (fits)
4, Meningitis – infeksi yang mengancam jiwa dari membran pelindung di sekitar otak, yang memerlukan penanganan segera; biasanya ini lebih sering terjadi pada anak-anak

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!