Definisi Demensia Frontotemporal

demensia frontotemporal

Apa itu demensia frontotemporal? Demensia frontotemporal adalah penyakit lupa ingatan akibat menyusutnya lobus otak depan dan samping sehingga mempengaruhi kerja otak dalam mengendalikan keterampilan sosial, pengambilan keputusan, dan penilaian, biasanya terjadi pada orang usia 45 hingga 60 th-an.

Pengertian demensia secara umum adalah kehilangan kemampuan berpikir serius menyebabkan masalah dengan aktivitas sehari-hari seperti bekerja, mengemudi, dan memasak.

Namun, penyakit demensia frontotemporal mempengaruhi bagian-bagian otak yang mengendalikan. Ini sedikit berbeda dengan penyakit Alzheimer.

Gejala

Jika Anda memiliki demensia frontotemporal, Anda sama sekali tidak kehilangan memori Anda sepenuhnya. Tapi Anda mungkin bertindak berbeda atau merasa melakukan hal yang aneh.

Anda mungkin merasa sulit untuk fokus atau sulit menerima motivasi. Kepribadian Anda mungkin menjadi berbeda. Seiring waktu, Anda bisa merasa sulit untuk berjalan, berbicara, merencanakan aktivitas, bekerja, dan mengurus diri sendiri.

Kemungkinan gejala meliputi:

– Masalah emosional
– Kehilangan ketertarikan pada sesuatu
– Menarik diri dari orang lain atau enggan berkomunitas dgn lingkungan terdekat.

Penyebab

Ilmuwan tidak tahu pasti apa penyebab demensia frontotemporal. Tapi penyakit ini dimulai ketika sel-sel saraf lobus otak – bagian depan dan samping – mengalami penyusutan.

Diagnosa

Sulit untuk mengetahui diagnosa apakah seseorang memiliki demensia frontotemporal. Itu karena sering mencerminkan kelainan lain, seperti parkinson, alzheimer, depresi, dan skizofrenia.

Dokter mungkin juga melakukan tes darah untuk mengeliminasi masalah medis lainnya. Dokter mungkin akan mengarahkan Anda ke ahli saraf untuk memeriksa keadaan Anda seperti keseimbangan, refleks, ingatan, dan pemikiran Anda.

Beberapa tes uji diagnosa

– EEG (electroencephalogram), mengukur aktivitas listrik di otak Anda.
– CT scan, untuk menunjukkan gambaran detil otak Anda
– MRI, untuk mengambil gambar otak Anda lebih detail
– PET scan, untuk mengukur tingkat bagaimana otak Anda bekerja.
– Uji spinal tab. Dokter akan mengambil sampel cairan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

Prognosis

Demensia frontotemporal tidak mengancam nyawa. Tapi sebaiknya Anda mencari dokter yang tahu bagaimana mengelolanya sedini mungkin.

Tips perawatan

Jika Anda didiagnosa demensia frontotemporal, lakukan tips-tips dibawah ini

– Tanyakan kepada dokter Anda apakah obat dapat membantu.
– Cari komunitas pendukung.
– Bagikan informasi dengan keluarga dan teman.
– Berolahraga dan makan makanan sehat.

Dokter Anda akan mempelajari lebih banyak tentang demensia yang Anda derita untuk mendapat diagnosis lebih lanjut dan mendapat perawatan yang lebih baik

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait