7 Jenis Komplikasi Alzheimer Dan Cara Mengatasinya

komplikasi alzheimer

Apa saja komplikasi alzheimer dan bagaimana cara mengatasinya? Penyakit Alzheimer diawali kehilangan ingatan. Seiring berjalannya waktu, alzheimer menyebabkan komplikasi yang menyebabkan masalah mental, emosional, dan fisik lainnya.

Jika salah satu keluarga Anda mendapat alzheimer, pelajari beberapa komplikasi alzhemier dan bagaimana solusi penanganannya

1. Agitasi dan Agresi

Penyakit alzheimer meningkatkan kecemasan atau mudah marah. Seseorang mungkin akan gelisah, berteriak, melempar barang, atau bahkan mencoba memukul orang lain.

Tips mengatasi, bantu mereka dengan

– Jaga situasi tenang. Suara background, seperti suara TV yang keras bisa membuat bingung

– Rubah situasi baru. Perubahan lingkungan atau rutinitas kesehariannya, seperti perjalanan atau kunjungan dari tamu, bisa membuatnya gelisah.

– Memeriksa sesuatu yang mengganggu fisik nya. Rasa sakit, kelelahan, atau kebutuhan untuk menggunakan kamar kecil bisa membuatnya tidak tenang atau memicu rasa marah.

– Tetap tenang. Jika dia marah, jangan membantahnya atau mengkritiknya. Cobalah untuk tetap lembutkan suara Anda dan menjaga emosi Anda tetap stabil.

2. Masalah kandung kemih dan sembelit

Orang dengan Alzheimer sering mengalami masalah dalam rutinitas berak atau kencing akibat penyakitnya yang semakin memburuk.

Tips mengatasi

– Bawa dia ke kamar kecil setiap beberapa jam sekali.
– Beri pakaian yang longgar. Pakaian yang sempit menyebabkan mereka mudah gelisah.
– Beri minum agak sedikit saat menjelang siang.

3. Depresi

Seseorang dengan Alzheimer merasa tertekan, apalagi setelah dia tahu dia menderita penyakit ini. Obat antidepresan bisa membantu.

Hal lain yang juga membantu meliputi:

– Ajak dia untuk latihan fisik ringan namun rutin
– Menghabiskan lebih banyak waktu di bercanda dgn orang lain di sekelilingnya
– Beri kesibukan sesuai hobi dan aktivitas yang dia nikmati

4. Mudah jatuh

Alzheimer meningkatkan masalah koordinasi yang membuat orang lebih cenderung kehilangan keseimbangan dan sering jatuh.

Tips untuk mencegahnya:

– Olahraga teratur, terutama pada awal penyakit, tujuan: untuk membantu mereka menjaga keseimbangan dan kekuatan mereka.
– Pasang karpet anti selip di lantai kamar, ruang tamu, kamar mandi dll dari setiap ruangan yang sering dilalui.
– Pasang lampu untuk menerangi ruangan

5. Infeksi

Orang-orang di stadium akhir Alzheimer lebih cenderung terkena infeksi, termasuk infeksi kandung kemih, flu, dan pneumonia.

Cara mengatasi

– Bicaralah dengan dokternya tentang flu yang diderita
– Vaksinasi pneumonia shot satu kali setelah usia 65 tahun juga ide bagus.
– Perhatikan perubahan mendadak gejala atau perilaku, atau demam. Ini bisa menunjuk ke infeksi.

6. Gangguan Tidur

Orang dengan Alzheimer mungkin merasa mengantuk di siang hari namun sulit tidur di sepanjang malam. Ikuti langkah-langkah ini untuk membantu orang yang Anda cintai:

– Membuat jadwal tidur. Jaga dia pada rutinitas untuk tidur, bangun tidur, dan makan.
– Latih untuk tidak tidur siang lama agar di lelap tidur untuk malam hari.
– Berjemur sinar matahari terang di pagi hari. Hal ini bisa menyebabkan tidur lebih nyenyak di malam hari.
– Hindari perusak tidur seperti kafein, alkohol, dan tembakau.
– Periksa obat-obatan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah ada resepnya yang mempengaruhi tidur mereka.

7. Tidak betah di rumah atau tersesat pulang ke rumah.

Pada tahap lanjut alzheimer, masalah memori dan kebingungan mungkin membuat orang ingin pergi atau minggat jauh dari rumah. Jika dia meninggalkan rumah sendiri, dia bisa berada dalam bahaya.

Tips mencegah:

– Buat pintu sulit dibuka. Anda mungkin perlu menempatkan kunci lebih tinggi di pintu.
– Letakkan alarm di pintu sehingga terdengar suara saat dibuka.
– Sembunyikan kunci mobil.
– Pasang gelang ID, jika dia berkeliaran dan butuh bantuan untuk menemukan jalan pulang, gelang ID bisa untuk mengenali.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Definisi Demensia Frontotemporal Apa itu demensia frontotemporal? Demensia frontotemporal adalah penyakit lupa ingatan akibat menyusutnya lobus otak depan dan samping sehingga mempengaruhi kerja otak dalam mengendalikan keterampilan sosial, pengambilan keputusan, dan […]
  • Penyakit Alzheimer Usia Remaja 20 an Kebanyakan orang muda tidak terlalu banyak perhatian terhadap risiko Alzheimer karena mereka menganggap bahwa itu adalah penyakit umum yang menyerang orang tua. Namun, penelitian terbaru telah menemukan bahwa protein amyloid, penyebab […]
  • Tes Toleransi Glukosa Oral Untuk Ibu Hamil, Orang Dewasa Dan Anak Apa tes OGTT (oral glucose tolerance test)? Tes toleransi glukosa oral (TTGO) adalah standar diagnosis diabetes tipe 2 dan untuk mendiagnosis diabetes gestasional. Menjalani tes toleransi glukosa oral, berarti Anda akan berpuasa semalam […]
  • Mengapa Diabetes Menyebabkan Stroke Dan Efek Triple Whammy Komplikasi Diabetes Stroke. Mengapa diabetes menyebabkan stroke? Bagaimana mencegah stroke pada diabetes? Faktor Apa saja yang menyebabkan stroke? Memiliki penyakit diabetes melitus atau pradiabetes bisa memposisikan Anda pada […]
  • 7 Jenis Komplikasi Kemoterapi Dan Bagaimana Cara Mengatasinya Semua obat kanker akan menghasilkan efek samping namun Anda punya cara untuk meringankan gejala. Kuncinya, beritahu dokter Anda tentang masalah yang Anda hadapi, agar dia merekomendasikan perubahan untuk membantu masalah Anda. Dalam […]