Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan zat besi dan hal inilah yang mengakibatkan penurunan sel darah merah. Sel darah merah yang dikenal sebagai hemoglobin ini berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh dan membantu proses pembuangan karbondioksida dari paru-paru.

Kekurangan hemoglobin pada tubuh seseorang akan membuat penyebaran oksigen dan pembuangan karbondioksida menjadi terganggu. Wanita dan anak-anak merupakan yang paling umum terkena penyakit jenis ini tak jarang penyakit ini juga dikatoreikan sebagai penyakit anak oleh pakar kesehatan

Gejala Anemia defisiensi besi

Gejala anemia defisiensi besi tidak selalu muncul, tetapi tergantung pada respon tubuh dan seberapa cepat zat besi menurun. Respon terhadap setiap penderita juga memberikan timbulnya gejala yang berbeda-beda. Beberapa penderita kadang tidak memberikan gejala apa-apa, sementara penderita yang lain justru mengalami beberapa gejala sekaligus. Gejala- gejala yang yang umum terjadi antara lain:

  1. Lebih cepat lelah
  2. Mudah tersinggung
  3. Kurang berenergi
  4. Muka pucat
  5. Sesak nafas
  6. Kesulitan dalam berkonsentrasi atau berfikir
  7. Pusing dan sakit kepala
  8. Kaki dan tangan yang terasa dingin
  9. Sensasi kesemutan pada kaki
  10. Lidah membengkak atau terasa sakit
  11. Sistem kekebalan tubuh menurun hingga mudah terkena penyakit
  12. Sakit pada dada
  13. Jantung berdetak dengan cepat

Tanda-tanda lain yang akan dapat timbul seperti kuku menjadi mudah patah, rambut rontok dan nafsu makan yang menurun. Bila kekurangan zat besi semakin buruk dapat muncul gejala yang lebih parah, misalnya keinginan untuk memakan sesuatu yang seharusnya bukan untuk dimakan, seperti ingin memakan tanah.

Penyebab Anemia defisiensi besi

Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab Anemia defeisiensi besi. Seperti faktor genetika atau faktor yang disebabkan oleh keturunan, yaitu:

  1. Sel sabit, merupakan kondisi dimana banyak sel darah merah yang cacat sehingga tidak dapat membawa cukup banyak oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin yang cacat akan membuat sel darah merah berubah bentuk ketika oksigen dilepaskan pada jaringan tubuh. Pada kondisi normal sel darah merah berbentuk bulat dengan bagian tengah yang lebih tipis, namun pada penderita penyakit ini sel darah benbentuk seperti bulan sabit dan mudah menggumpal.
  2. Talasemia merupakan penyakit keturunan yang membuat penderitanya memproduksi hemoglobin atau sel darah merah yang mudah rusak. Hal ini membuat penderita kekurangan darah yang dapat menyebabkan anemia.

Selain itu terdapat penyebab penyakit anemia defisiensi besi yang tidak berdasarkan faktor keturunan, yaitu :

  1. Malanutrisi atau gizi buruk yang dikarenakan kurangnya asupan zat besi dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari.
  2. Kebiasaan minum kopi atau teh. Hal ini dapat menghambat penyerapan zat besi oleh tubuh.
  3. Konsumsi obat-obatan tertentu yang juga dapat memperlambat tubuh dalam menyerap zat besi.
  4. Kekurangan darah akibat luka, kecelakaan atau pendarahan yang berlebihan saat menstruasi pada wanita.
  5. Kebutuhan zat besi yang meningkat. Hal ini umumnya dialami oleh wanita hamil. Pada saat hamil kebutuhan zat besi meningkat, ini dikarenakan kebutuhan zat besi pada janin yang diserap dari darah sang ibu. Pada saat melahirkan seorang ibu yang mengalami pendarahan yang berlebihan juga beresiko kekurangan darah dan terkena anemia.
  6. Malabsorpsi atau ketidakmampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Keadaan ini adalah ketika tubuh tidak dapat mencerna dengan baik zat besi yang terdapat pada makanan yang telah dikonsumsi. Beberapa kasus yang dapat terjadi malabsorbsi yaitu seperti penderita penyakit celiac dan intoleransi terhadap gluten, Intoleransi usus terhadap makanan tertentu seperti susu atau keju, penderita penyakit chorn, penderita kolitif ulseratif dan Pascaoprasi pengangkatan bagian lambung
  7. Infeksi cacing tambang. Cacing tambang merupakan parasit yang menjangkiti usus halus dan hidup dengan memakan sel darah merah di dalam usus tersebut. Kebanyakan penderita cacing tambang tidak menyadarinya, karena tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Infeksi yang parah dapat menghilangkan nafsu makan. Apabila tidak ditangani penyakit ini dapat mempengaruhi perkembangan mental, intelektual dan psikologis anak.

Cara Mengobati

Penanganan Anemia defisiensi besi tergantung pada seberapa parah penyakit tersebut. Penyebab seseorang terkena penyakit tersebut dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan solusi yang pas dalam penyembuhannya. Untuk penggunaan vitamin, suplemen atau obat-obatan tertentu sangat diperlukan saran dan resep dari dokter. Karenanya diperlukan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu. Selain penggunaan obat-obatan, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi juga dapat membantu. Beberapa makanan yang mengandung zat besi seperti:

  1. Hati ayam
  2. Hati sapi
  3. Kacang-kacangan
  4. Tahu
  5. Tempe
  6. Makanan laut, seperti ikan, tiram atau kerang
  7. Sayuran berdaun hijau gelap, seperti bayam atau brokoli
  8. Daging merah tanpa lemak, seperti daging sapi dan kambing
  9. Buah-buahan kering, misalnya kismis

Apabila anemia defisiensi besi tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan mengakibatkan komplikasi penyakit lain dan dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Akibatnya penderita dapat dengan mudah terserang penyakit.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Anemia Sel Sabit Anemia sel sabit (sickle cell anemia) merupakan salah satu jenis penyakit anemia yang memiliki bentuk sel darah merah abnormal yaitu berbentuk sabit dan bertekstur keras. Kita tahu bahwa […]
  • Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat merupakan istilah dalam dunia medis yang sering dijumpai di masyarakat. Sebelum beranjak pada istilah tersebut, ada baiknya mengenal apa itu […]
  • Manfaat Rumput Laut Bagi Penderita Anemia Bagi Anda yang sering merasa pusing dan lelah, mungkin anda mengalami anemia. Anemia memang salah satu penyakit yang umum dialami oleh banyak orang. Pada awalnya, anemia memang tidak […]
  • Studi: Khasiat Avokatin Biji Alpukat Melawan Leukemia Myeloid Akut Benarkah alpukat bisa mengobati leukemia atau kanker darah? Kandungan Avokatin B pada biji Alpukat bisa melawan dan mengalahkan bentuk leukemia langka, khususnya leukemia myeloid akut, […]
  • Apa Leukemia Limfoblastik Kronik CLL Bisa Diobati Dan Disembuhkan? Apakah leukemia kronik CLL bisa sembuh? Leukemia kronik CLL sulit untuk bisa sembuh dengan perawatan standart namun mereka bisa mendapatkan hidup lebih lama. Kebanyakan, pasien tidak perlu […]