Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat merupakan istilah dalam dunia medis yang sering dijumpai di masyarakat. Sebelum beranjak pada istilah tersebut, ada baiknya mengenal apa itu anemia, anemia yaitu kondisi dimana tubuh kekurangan darah dan hemoglobin. Anemia adalah penyakit yang mudah menyerang tubuh seseorang, yang merupakan penyakit darah yang sering ditemukan apalagi bagi masyarakat Indonesia sendiri. Jadi, istilah untuk anemia defisiensi vitamin B12 dan folat berarti, kekurangan darah yang diakibatkan oleh kurangnya asupan vitamin B12 dan folat yang dibutuhkan guna memproduksi sel darah merah dan membantu kerja organ-organ dalam tubuh.

Penyakit dengan kondisi jumlah sel darah merah dan hemoglobin dibawah normal ini sering kali membuat aktivitas jadi terganggu. Akibat dari kurang darah sendiri membuat lesu, lemas, cepat pusing dan lelah. Tubuh yang cepat lelah akan menjadikan konsentrasi buyar dan mudah hilang. Alhasil, semua tidak terkendali dengan baik dan semestinya.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat ini biasanya memiliki indikasi seperti tekanan darah dibawah 120/80 mm Hg sehingga pusing menyerang. Sementara untuk nilai hemoglobinnya, nilai normal bekisar antara 12-16 gr/dL untuk wanita, 14-18 gr/dL untuk pria dan anak 10-16 gr/dL. Hemogoblin sendiri berperan mengangkut oksigen. Oksigen akan disebarkan ke seluruh tubuh.

Anemia defiesiensi vitamin B12 dan folat Merupakan kondisi dimana tubuh tidak dapat menyerap, mengambil atau kekurangan adanya vitamin B12 dan folat. Saat tubuh tidak dapat memproses atau pun mendapatkan vitamin B12 dan folat maka penyakit ini muncul. Vitamin B12 dan folat juga dapat berkurang dalam tubuh akibat dari asupan makanan yang sedikit atau tidak terpenuhinya kandungan dari vitamin B12 dan folat itu sendiri. Bisa dikatakan tubuh kurang nutrisi atau kurang gizi seimbang yang diperlukan oleh tubuh.

Vitamin B12 sendiri berfungsi mengatur kerja organ-organ dalam tubuh seperti otak dan saraf. Vitamin B12 berasal dari makanan yang diserap dari lambung. Sementara folat merupakan vitamin B9 yang mudah larut dalam air yang hanya dapat bertahan dalam tubuh selama empat bulan. Folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah, DNA dan juga bagi ibu hamil untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

Gejala Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Gejala yang nampak pada penderita pun begitu mudah terlihat. Berikut gejala yang akan muncul ketika anemia defisiensi vitamin B12 dan folat menyerang tubuh anda:

  1. Merasa letih dan lelah, Seperti anemia pada umumnya, letih dan lelah akan menghampiri anda
  2. Mudah pingsan karena kondisi yang lemah
  3. Mengalami penurunan berat badan
  4. Sering merasakan sakit kepala
  5. Mengalami berkurangnya nafsu makan
  6. Mengalami sulit berkonsentrasi
  7. Mengalami jantung berdetak tak beraturan ketika berolahraga
  8. Sering mengalami kesemutan pada area kaki dan tangan
  9. Akan mengalami sulit tidur

Dari gejala-gejala diatas mungkin hampir sama dengan gejala anemia jenis lainnya, yang menjadi pembeda untuk mengatasi jenis sakit ini diperlukan cukup vitamin B12 dan folat yang biasa ditemukan pada sayuran hijau dan daging-dagingan.

Namun ternyata ada juga gejala khusus pada tubuh saat kekurangan vitamin B12 dan folat, yaitu:

  1. Penglihatan akan kabur dan berkunang-kunang
  2. Mudah marah
  3. Cara berjalan dan bergerak mengalami perbedaan dari biasanya
  4. Depresi berkepanjangan
  5. Berkurangnya rasa sakit akibat dari kemampuan indra peraba menurun

Penyebab Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Dari semua gejala yang terjadi, penyebab dari penyakit ini karena kekurangan nutrisi dalam asupan makanan yang dikonsumsi, hal tersebut tergantung pola makan. Namun bisa juga karena faktor genetik, dimana tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 dan folat dengan baik, sehingga organ-organ tertentu dalam tubuh tidak dapat menjalankan kerjanya dengan baik. Ada sebab dimana vitamin B12 dan folat tidak dapat diserap oleh tubuh misalnya, karena mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan tertentu, pola makan yang tidak sehat, suka mengonsumsi minuman alkohol.

Cara Mengobati

Berikut pola makan yang harus diperhatikan dalam usaha mengembalikan kondisi tubuh agar prima kembali yaitu sebaiknya konsumsilah makanan dengan gizi seimbang, seperti sayur-sayuran hijau berupa brokoli, sawi, kacang-kacangan, beras merah (guna memenuhi kebutuhan akan folat) kemudian daging, produk olahan susu, ikan (guna memenuhi kebutuhan akan vitamin B12).

Pengobatan yang biasa dilakukan pada anemia defiesiensi vitamin B12 dan folat ini, adalah:

  1. Sebaiknya atur pola makan sehat dan mengusahakan asupan makanan berupa yang telah disebutkan diatas.
  2. Dengan obat-obatan yang diberi oleh dokter sesuai dengan diagnosa. Biasanya diberikan suntikan vitamin B12 ataupun tablet asam folat.
  3. Perlu dilakukan pengukuran jumlah darah dengan kadar folat dalam tubuh. Memeriksakan kembali jumlah darah dan kadar folat sekitar delapan minggu setelah mengonsumsi asam folat.
  4. Setelah masa pengobatan, jika kebutuhan gizi seimbang sulit terpenuhi, bisa digantikan dengan suplemen makanan.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait