Hit enter after type your search item
Statistik Penyebaran Virus Corona Di Indonesia Dan Dunia - Terbaru Hari Ini!
Lihat Di Sini
Home / Penyakit / Asma / 14 Penyebab Asma Pada Bayi

14 Penyebab Asma Pada Bayi

/
/
/
img
0
(0)

Penyebab Asma Pada Bayi. Asma adalah penyakit kronis di mana saluran udara ke paru-paru mengalami inflamasi yang menyebabkan episode sesak nafas.

Kondisi ini akibat reaksi kekebalan tubuh karena adanya iritan (alergen seperti debu, serbuk sari, dan jamur), dan polutan lingkungan (seperti asap r0k0k). Sehingga, ada hubungan yang kuat antara alergi dan asma.

Bayi menderita alergi – semisal alergi eksim – mereka berada pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan mengi yang berlanjut ke asma, meskipun serangan asma juga bisa disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan dan udara dingin.

Lalu, apa penyebab bayi menderita penyakit asma? Berikut point-point penting yang perlu Anda ketahui

1. Iritan

Sebuah episode asma terjadi ketika saluran udara terkena iritasi menyebabkan reaksi alergi sehingga membengkak, kejang, dan menghasilkan lendir yang berlebihan.

Hal ini menyebabkan saluran udara pada bayi akan mengerut, sehingga muncul suara siulan seperti hembuskan nafas orang tua, yang dikenal sebagai mengi.

2. Virus demam

Pada bayi, saluran pernafasan sangat kecil, hanya sedikit bengkak saja membuat mereka lebih sulit untuk bernapas. Akibatnya, riwayat mengi sebelum usia 1 th akibat virus demam bisa meningkatkan risiko asma.

Misalnya, RSV ( Respiratory Syncytial Virus ) sering menyebabkan salah satu tipe dari pneumonia yang disebut bronchiolitis pada anak-anak.

RSV biasanya dimulai seperti demam biasa, diiringi batuk dan hidung mampet, tetapi dapat berkembang menjadi kesulitan untuk bernapas, batuk memburuk, dan mengi.

3. Sering terpapar debu

Orang tua perlu memantau bayi setiap waktu. Paparan daerah berdebu bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas, dan bisa mengembangkan gejala asma seperti mengi.

4. Alergi eksim

Karena ada hubungan yang kuat antara asma dan alergi, jika seorang anak memiliki sejarah jenis reaksi alergi, seperti eksim, maka lebih cenderung ke tanda-tanda asma.

5. Kebiasaan buruk orang tua

Perilaku buruk orang tua yang merok0k akan menyebabkan bayi empat kali lebih mungkin untuk menderita infeksi saluran pernafasan dibandingkan dengan bayi di sebuah rumah bebas asap r0kok.

6. Gaya hidup buruk ibu semasa hamil

Seorang ibu yang mer0kok pada kehamilan akan berdampak negatif pada sistem pernafasan sang bayi yang meningkatkan risiko infeksi saluran nafas bagian atas.

7. Bayi lahir prematur

Bayi lahir dengan berat badan rendah atau lahir prematur, mereka lebih mudah terkena alergen.

8. Faktor keturunan

Riwayat keluarga alergi dan asma merupakan faktor risiko. Salah satu atau kedua orang tua menderita asma, atau kondisi alergi lain, seperti eksim, menyebabkan bayi berisiko untuk asma dibanding orang tua yang tidak memiliki asma atau alergi dalam keluarga.

9. Lingkungan yang sangat lembab

Keluarga dan bayi yang tinggal di sebuah rumah denga kelembaban yang tinggi akan memicu gangguan pernafasan si bayi.

10. Kondisi lain

Selain beberapa penyebab di atas, ada beberapa kondisi lain yang dicurigai sebagai pemicu asma dan mengi, antara lain

11. Floppy

“Floppy” saluran pernafasan bawaan yang sempit.

12. Makanan tersangkut

Makanan tersangkut, Sedikit makanan atau benda kecil bersarang di jalan napas akan menyebabkan infeksi jika tak segera ditangani.

13. Bronkitis

Bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia memiliki risiko tertinggi mengembangkan asma bronkitis akut.

14. Asam lambung

Asam lambung yang masuk ke paru-paru sebagai akibat dari refluks kronis

Mempelajari dan mengelola asma membutuhkan banyak diskusi dengan dokter Anda untuk belajar bagaimana memonitor napas bayi Anda.

Mengi bukanlah tanda pasti asma, bayi yang memiliki mengi berulang berarti dia memiliki penyakit saluran napas reaktif.

Sayangnya, tidak ada tes definitif yang dapat dengan mudah mendiagnosa asma pada bayi dan balita, sehingga tidak mungkin untuk mengukur kerja paru-paru (volume udara di paru-paru dan seberapa cepat itu dihembuskan) pada bayi yang masih kecil.

Image ilustrasi : http://www3.gehealthcare.com

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Pinterest
This div height required for enabling the sticky sidebar
Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :