Wajib Baca! 18 Langkah Penting Setelah Anda Divonis Kanker Payudara

Stop kanker payudara

Apa yang akan Anda lakukan setelah dokter memvonis Anda dengan kanker payudara? Setelah mengetahui Anda didiagnosis menderita kanker payudara, Anda mungkin merasa terkejut, sedih, cemas atau bingung.

Ingat! Penyebab utama kanker payudara adalah mal nutrisi, paparan toksisitas dari lingkungan, pembengkakan, dominasi estrogen, kerusakan genetik dan lemahnya antibodi.

Dalam penelitian terbesar tentang hubungan gaya hidup dan kanker payudara, American Institute of Cancer Research memperkirakan bahwa sekitar 40 persen kasus kanker payudara dapat dicegah dengan membuat pilihan gaya hidup yang lebih baik.

Mencegah kanker payudara jauh lebih penting dan kuat daripada mencoba mengobati setelah tumor terbentuk, itulah sebabnya saya ingin berbagi tips tentang cara mencegah kanker payudara agar tidak berkembang lebih lanjut, untuk Anda yang baru didiagnosis.

1. Batasi makan gula

Semua bentuk gula, terutama fruktosa, sangat merugikan kesehatan pada umumnya dan meningkatkan perkembangan kanker jenis apapun. Fruktosa adalah derivat etanol atau alk0hol, bagaimanapun, ini jelas salah satu pemicu perkembangan kanker dan harus dihindari sebisa mungkin.

2. Optimalkan vitamin D.

Vitamin D mempengaruhi hampir setiap sel di tubuh Anda dan merupakan salah satu zat anti kanker yang paling ampuh; Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa mempertahankan tingkat vitamin D dapat mengurangi risiko kanker Anda hingga 77 persen.

Vitamin D bisa masuk sel kanker dan memicu apoptosis (kematian sel terprogram). Jika Anda memiliki kanker, tingkat vitamin D Anda harus antara 70 dan 100 ng / ml.

Ingat, jika Anda mengonsumsi suplemen vitamin D3 oral, Anda juga perlu meningkatkan asupan vitamin K2 karena vitamin D akan meningkatkan kebutuhan K2 supaya tubuh berfungsi dengan baik.

3. Tingkatkan vitamin A

Dapatkan banyak vitamin A. alami. Ada bukti bahwa vitamin A juga berperan dalam membantu mencegah kanker payudara.Dapatkan vitamin A dari makanan, bukan suplemen. Sumber vit A terbaik adalah kuning telur organik, mentega mentah, susu murni, dan daging sapi atau hati ayam.

4. Terapi limfatik

Pijat limfatik dapat membantu meningkatkan kemampuan alami tubuh Anda untuk menghilangkan racun kanker. Carilah ahli terapis berlisensi, atau kunjungi dokter Anda dan cari tahu informasi ini.

5. Hindari daging panggang atau bakar

Acrylamide – karsinogen dari makanan yang dipanggang atau dibakar – Zat berbahaya ini telah ditemukan dapat meningkatkan risiko kanker payudara juga.

6. Hindari produk kedelai non fermentasi

Kedelai yang tidak difermentasi mengandung tinggi estrogen, atau fitoestrogen, yang juga dikenal sebagai isoflavon. Dalam beberapa penelitian, kedelai non fermentasi bekerja sama dengan estrogen manusia untuk meningkatkan proliferasi sel payudara, yang meningkatkan mutasi dan sel kanker.

7. Aktifkan insulin Anda

Tingkatkan sensitivitas reseptor insulin Anda. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menghindari gula dan biji-bijian dan memastikan Anda berolahraga, terutama dengan fitness atau gym.

8. Kontrol berat badan ideal

Pertahankan berat badan yang sehat secara alami dengan memilih makan bernutrisi dan aktifitas olahraga. Sangat penting jika Anda memiliki kegemukan untuk menurunkan kelebihan lemak tubuh karena lemak meningkatkan estrogen.

9. Minum jus organik

Minumlah setengah liter jus organik dari sayuran hijau setiap hari, pilih jus brokoli karena sayuran ini mengandung antioksidan tinggi yang menangkal radikal bebas penyebab kanker.

10. Tingkatkan asupan omega 3 hewani

Dapatkan banyak lemak omega-3 berbasis hewani berkualitas tinggi, seperti minyak krill. Kekurangan Omega-3 adalah faktor penyebab penyakit kanker umum.

11. Konsumsi kunyit putih

Kurkumin Ini adalah bahan aktif utama dalam kunyit putih. Kurkumin dikombinasikan dengan fosfolipid seperti fosfatidil kolin atau jinten hitam, menjadi sangat berguna dalam pengobatan kanker payudara.

12. Hindari penyalahgunaan alkohol

Minuman ini tidak pantas untuk Anda. Selain pemicu kanker payudara, juga meracuni hati.

13. Ibu tetap menyusui bayi

Menyusui secara eksklusif sampai enam bulan. Penelitian menunjukkan menyusui bisa mengurangi risiko kanker payudara Anda.

14. Jangan pakai bra underwire

Hindari memakai bra underwire. Ada banyak data bahwa bra underwire mengandung logam dapat meningkatkan risiko kanker payudara Anda.

15. Hindari paparan medan magnit

Hindari medan elektromagnetik sebisa mungkin karena mengacaukan ion-ion di tubuh Anda. Jangan pakai selimut atau bantal elektrik karena meningkatkan risiko kanker.

16. Hindari terapi hormon pengganti sintetis.

Kanker payudara adalah kanker yang berhubungan dengan estrogen, dan menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute, tingkat kanker payudara menurun bersamaan dengan penurunan penggunaan terapi penggantian hormon.

Ada risiko yang sama untuk wanita muda yang menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa Pil KB terbuat dari hormon sintetis, telah dikaitkan dengan kanker serviks dan kanker payudara.

Jika Anda mengalami gejala menopause berlebihan, memilih terapi pengganti hormon bioidentik sebagai gantinya, ini adalah hormon molekular yang identik dengan estrogen yang diproduksi tubuh Anda sehingga tidak berbahaya untuk sistem tubuh Anda.

17. Hindari BPA

BPA (bisphenol-A) adalah bahan kimia estrogen sintetis yang ditambahkan ke banyak produk komersial, termasuk wadah makanan dan produk-produk kebersihan.

Ini adalah senyawa mirip estrogen yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara

Aktifitas BPA menjadi pengganggu hormon sehingga menghilangkan keseimbangan hormonal tubuh, menyebabkan kanker payudara reseptor hormon positif semakin tumbuh dan berkembang.

18. Cukupi kebutuhan akan yodium

Pastikan Anda tidak kekurangan yodium. Ada bukti kuat yang menghubungkan kekurangan yodium dengan risiko kanker payudara.

Dr. David Brownstein, penulis buku tentang Iodine: Why You Need It, Why You Can’t Live Without It, menulis tentang yodium untuk obat kanker payudara karena menyebabkan kematian sel kanker payudara dan tiroid.

#Bagikan artikel ini untuk teman, atau saudara Anda. Semoga memberi manfaat#

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait