Inilah Bahan Kimia Berbahaya Cat Rambut Memicu Kanker Payudara

Inilah Bahan Kimia Berbahaya Cat Rambut Memicu Kanker Payudara

Topik artikel ini

– Paparan senyawa yang ditemukan pada beberapa produk rambut termasuk cat rambut dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
– Penggunaan semir rambut hitam dikaitkan dengan 51% peningkatan risiko kanker secara keseluruhan dan 72% berisiko kanker payudara reseptor estrogen di antara etnis Amerika Afrika.
– Penggunaan bahan pelurus rambut / rebonding, cat rambut, juga dikaitkan dengan peningkatan risiko di kalangan orang kulit putih 2 kali lipat.

Wanita yang sering mewarnai rambut berisiko lebih besar terkena kanker payudara, selain faktor obesitas dan ketidakseimbangan hormon

Profesor Kefah Mokbel, ahli bedah kanker payudara di Princess Grace Hospital di London, meninjau kaitan antara cat rambut dan kanker payudara dan ditemukan bahwa ada 14 persen peningkatan penyakit di antara wanita yang sering mewarnai rambut mereka.

Temuan studi terkait cat rambut dan risiko kanker payudara

Sebuah tim peneliti di Rutgers School of Public Health dan Rutgers Cancer Institute of New Jersey mengumpulkan data untuk memeriksa prevalensi dan pola penggunaan produk rambut, khususnya bahan-bahan kimia dalam produk pewarna rambut dan hubungannya dengan risiko kanker payudara tipe ER+

Studi menemukan, bahwa

– Wanita kulit hitam yang menggunakan semir rambut hitam memiliki risiko kanker sebanyak 51 persen lebih tinggi. Risiko pengembangan kanker payudara reseptor estrogen positif meningkat sebesar 72%
– Wanita kulit putih yang menggunakan chemical relaxers / straighteners memiliki peningkatan risiko sebesar 74 persen.

Komposisi kimia produk rambut yang dipasarkan di kalangan kulit putih mungkin berbeda dari produk yang dipasarkan untuk digunakan oleh orang Afrika-Amerika.

Bahan Kimia Berbahaya pada pewarna rambut

Periksa label dikemasan cat rambut, baca dan kenali sifat-sifat bahan kimia di bawah ini

1. PPD (para-phenylenediamine) ditemukan dalam semir rambut hitam – konsentrasi hingga enam persen, bersifat mudah diserap kulit lewat kulit kepala dan tangan.

2. Lawsone adalah bahan kimia alami, ditemukan pada henna dengan konsentrasi antara satu dan dua persen, bersifat mempengaruhi ginjal, suplai darah dan pencernaan.

3. Ammoniated mercury: mempunyai daya bleaching dan penguat warna pada rambut, bisa menyebabkan reaksi alergi.

4. Peroksida: dapat menyebabkan reaksi alergi, mengiritasi kulit dan paru-paru, namun kurang beracun.

5. Nonylphenol atau octylphenol: ini adalah kelompok bahan kimia bersifat penghambat hormon dan bioakumulator bisa meningkatkan dan mem build-up lemak tubuh lebih cepat daripada yang bisa dipecah oleh tubuh

6. Pewarna aniline berasal dari tar batubara dan digunakan dalam pewarna semi permanen. Bisa mengiritasi mata, kulit dan selaput lendir, dan reaksi alergi.

Referensi: Adana AM Llanos et al., Hair product use and breast cancer risk among African American and White women, Carcinogenesis (2017), https:doi.org/10.1093/carcin/bgx060.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait