Studi: Makan Daging Merah Di Usia Muda 20an Berisiko Kanker Payudara

Terlalu banyak makan daging merah semasa usia 20an bisa menyebabkan risiko kanker payudara. Sebuah penelitian besar di AS melihat asupan protein daging merah dan risiko kanker payudara selama periode 20 tahun.

Temuan utama adalah bahwa asupan daging merah yang lebih tinggi (termasuk daging olahan dan yang belum diproses) dikaitkan dengan 22% peningkatan risiko kanker payudara.

Asal studi

Studi ini dilakukan oleh peneliti dari Harvard School of Public Health di AS, Shahid Beheshti University of Medical Sciences di Teheran, Iran, dan institusi lainnya di AS.

Studi didanai oleh National Institutes of Health dan diterbitkan di jurnal peer-review BMJ. Artikel tersebut telah dipublikasikan secara open-akses, artinya tersedia bebas untuk dibaca secara online.

Konsep penelitian

Para peneliti sebelumnya melakukan analisis awal penelitian ini dengan masa tindak lanjut 12 tahun dan mempublikasikan temuan mereka. Cerita ini banyak dibahas di media Inggris, dan sebagian besar liputannya mencerminkan akuratnya temuan penelitian tersebut.

Ini adalah studi kohort dan prospektif yang menyelidiki hubungan antara makanan protein pada awal masa dewasa dan risiko kanker payudara.

Studi kohort adalah jenis penelitian untuk melihat efek dari faktor risiko dicurigai yang tidak dapat dikendalikan secara eksperimental. Hasil dari studi prospektif biasanya dianggap lebih kuat daripada studi retrospektif.

Jalannya penelitian

Penelitian melibatkan 88.803 perawat wanita berusia antara 24 dan 43 tahun, semuanya berasal dari AS. Wanita-wanita ini juga telah berpartisipasi dalam studi yang lebih luas (Nurses Health Study II) pada tahun 1991.

Para peneliti tertarik untuk menyelidiki potensi hubungan antara total asupan daging merah yang tidak diolah (misalnya daging sapi, babi, domba) dan daging merah olahan (misalnya hot dog, bacon, salami) sebelum menopause dan risiko kanker payudara dalam masa tindak lanjut 20 tahun (sampai 2011).

Apa hasil penelitian?

Usia rata-rata wanita pada tahun 1991 adalah 36,4 tahun. Selama masa tindak lanjut 20 tahun, ada 2.830 kasus kanker payudara yang tercatat. Temuan utama penelitian ini adalah:

– Asupan yang lebih tinggi dari total daging merah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara secara keseluruhan
– Makan daging unggas, ikan, telur, kacang-kacangan tinggi tidak terkait dengan risiko kanker payudara secara keseluruhan
– Asupan unggas yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah di banding makan daging merah antara wanita pascamenopause

Para peneliti menafsirkan bahwa asupan daging merah yang lebih tinggi pada awal masa dewasa adalah faktor risiko kanker payudara, dan mengganti daging merah dengan kombinasi unggas, kacang-kacangan dan ikan dapat mengurangi risiko ini.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, studi kohort ini menemukan bahwa asupan daging merah yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi di antara sekelompok wanita usia muda 20an (24 – 43th) di AS.

Untuk mencoba dan mengurangi risiko kanker secara keseluruhan, Anda harus mengikuti diet seimbang yang sehat yaitu diet tinggi buah dan sayuran, diet rendah lemak jenuh dan gula, hindari mer0kok dan alk0hol, serta latihan fisik sesuai rekomendasi dokter.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!