Efek Kemoterapi Pada Kulit Di Kaki & Tangan Serta Solusinya

Efek Kemoterapi Pada Kulit Di Kaki & Tangan Serta Solusinya

Topik: efek kemoterapi pada kulit. Kemoterapi memberi efek samping pada kulit, terutama di tangan dan kaki, disebut sindroma tangan kaki, atau sindrom Palmar-plantar. Kemoterapi mempengaruhi kulit telapak tangan dan telapak kaki, tapi kadang juga di kulit lutut atau siku.

Bagi sebagian orang, sindrom Palmar-plantar bisa menyulitkan aktivitas sehari-hari dan mengurangi kualitas hidup. Untungnya, ada beberapa perawatan tersedia untuk mengurangi risiko efek samping kemo ini.

Gejala Efek Kemoterapi Pada Kulit

Gejala umum dari sindroma tangan-kaki akibat kemoterapi antara lain:

– Tangan dan kaki kesemutan atau panas
– Kekakuan pada kulit tangan atau kaki
– Kulit kemerahan
– Pembengkakan
– Kebas atau mati rasa
– Luka atau lecet pada telapak tangan dan telapak kaki
– Kulit mengelupas
– Gatal
– Ruam kuit di tangan atau kaki

Gejala parah dari efek kemoterapi pada kulit meliputi:

– Kulit retak dan mengelupas
– Lecet, bisul atau luka kulit
– Kesulitan berjalan, atau menggunakan tangan
– kuku menjadi cantengan
– Lambatnya penyembuhan jika luka

Apakah kemoterapi selalu mempengaruhi kulit tangan dan kaki?

Ini tergantung pada jenis obat, dosis dan lama pengobatan. Gejala sindrom bisa muncul dalam waktu singkat setelah kemoterapi, namun lebih sering muncul beberapa minggu kemudian.

Bagaimana efek kemoterapi bisa mempengaruhi kulit di kaki dan tangan?

Kulit telapak tangan dan telapak kaki berisi pembuluh darah kecil (kapiler) yang tersambung ke kulit. Sindroma kaki tangan terjadi ketika sejumlah kecil obat kemoterapi bocor dari pembuluh kapiler, kemudian mempengaruhi pertumbuhan sel kulit di tangan dan kaki.

Jenis obat kemoterapi apa saja yang mempengaruhi kulit tangan dan kaki?

Obat kemoterapi yang paling mungkin menyebabkan sindrom tangan dan kaki adalah:

siklofosfamid
– vinorelbine (Navelbine).
– capecitabine (Xeloda)
docetaxel (Taxotere)
– doksorubisin liposomal
– doksorubisin (Adriamycin)
paclitaxel (Taxol)
– 5FU.

Terapi tertarget seperti lapatinib juga bisa menyebabkan sindrom kulit di kaki tangan, meski hal ini lebih mungkin terjadi bila diberikan bersama capecitabine (Xeloda).

Siapa saja yang berisiko sindrom kulit kaki tangan? Siapa pun yang menggunakan obat kemoterapi seperti tercantum di atas dapat mengalami sindroma tangan-kaki, namun kemungkinannya bergantung pada dosis yang diberikan.

Solusi mencegah efek kemoterapi pada kulit

Saran berikut dapat membantu mengurangi sindroma tangan dan mencegah keparahan:

– Jangan merendam tangan atau kaki dalam air panas untuk waktu yang lama.
– Gunakan air dingin jika mandi
– Jangan menggosok kasar kulit AndaGunakan krim tangan dan kaki atau lotion untuk menjaga kelembaban kulit sebelum memulai dan selama kemoterapi (gunakan dengan lembut, jangan memijat atau menggosoknya).
– Hindari keluar rumah di siang hari, gunakan pelindung kulit dari sinar matahari jika keluar.
– Hindari aktifitas fisik yang membuat gesekan atau gosokan kulit tangan atau kaki.
– Hati-hati dengan deterjen atau produk pembersih, atau klorin, gunakan sarung karet untuk melindungi kulit Anda.
– Gunakan alas kaki; sandal, sepatu atau kaus kaki lembut.
– Dinginkan kulit tangan dan kaki Anda dengan air dingin, air es untuk kain kompres, tapi jangan gunakan es batu ditimpa ke kulit Anda.

Bagikan Pada Temanmu!