Efek Kemoterapi Pada Sel Darah Dan Solusinya

Efek Kemoterapi Pada Sel Darah Dan Solusinya

Kemoterapi dapat mempengaruhi jumlah sel darah putih dan sel darah merah sehat di dalam tubuh. Jika jumlah sel darah Anda terlalu rendah, dokter mungkin perlu menunda pengobatan atau mengurangi dosis kemo. Berikut ulasannya

Neutropenia

Tidak memiliki sel darah putih yang cukup dapat meningkatkan risiko terkena infeksi. Resistansi terhadap infeksi biasanya pada titik terendah sekitar 7-14 hari setelah kemoterapi.

Jumlah sel darah putih biasanya kembali normal setelah perawatan. Ketika sel darah putih turun di bawah tingkat tertentu, disebut neutropenia. Jika Anda demam, dikenal sebagai neutropenia demam

Solusi: Jika merasa tidak enak badan, sakit tenggorokan atau menggigil, suhu badan di atas 38 derajat celcius, segera menghubungi rumah sakit, meskipun di malam atau dini hari.

Sebelum memulai kemoterapi, minta nomor kontak Rumah Sakit 24 jam. Anda mungkin membutuhkan antibiotik. Terkadang dokter merekomendasikan suntikan obat yang disebut faktor pertumbuhan untuk merangsang produksi sel darah putih dan mengurangi risiko infeksi.

Anemia

Memiliki terlalu sedikit sel darah merah membuat Anda menderita anemia. Jika Anda merasa sangat lelah, sesak napas, pusing, itu bagian gejala anemia akibat efek samping kemoterapi.

Solusi: Anda harus memberi tahu tim rumah sakit untuk mendapatkan transfusi darah. Transfusi mungkin diperlukan selama perawatan kemo.

Memar dan berdarah

Kemoterapi dapat mengurangi jumlah trombosit (zat untuk penggumpalan darah). Solusi: Jika Anda mudah memar, sering mimisan atau gusi mudah berdarah saat menyikat gigi, beritahu rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Bagikan Pada Temanmu!