Rambut Rontok Akibat Kemoterapi Dan Solusinya

Rambut Rontok Akibat Kemoterapi. Cara mencegah rambut rontok setelah kemoterapi. Salah satu efek samping kemoterapi adalah kerontokan rambut, ini menjadi salah satu efek kemo yang paling menyusahkan. Anda kehilangan rambut setelah terapi kemo biasanya dimulai dua sampai tiga minggu.

Tidak hanya rambut di kepala, kerontokan rambut juga mempengaruhi alis, bulu mata, bulu badan, hingga rambut kemaluan.

Namun, kerontokan rambut akibat efek kemoterapi bersifat sementara, rambut Anda akan mulai tumbuh kembali saat pengobatan usai (terkadang bahkan sebelum diakhiri).

Beberapa orang yang mengalami rambut rontok bisa tumbuh kembali, namun untuk sebagian orang mengalami rambut rontok permanen.

Mengalami rambut rontok, hampir terjadi pada orang-orang yang menjalani kemo, Anda tidak sendirian. Mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar adalah solusi yang paling membantu.

Jenis-jenis obat kemoterapi yang menyebabkan rambut rontok

Rambut rontok adalah efek samping pengobatan kanker paling mengubah penampilan. Beberapa jenis obat kemo yang paling berpotensi menyebabkan rambut rontok antara lain

  1. Adriamycin (kemoterapi CAF) menyebabkan rambut rontok total di kepala dimulai beberapa minggu pertama pengobatan. Obat kemo ini juga merontokkan bulu mata dan alis.
  2. Methotrexate (jenis kemoterapi CMF), bisa merontokkan rambut pada beberapa tertentu, belum tentu terjadi pada orang lain.
  3. Cytoxan dan 5-fluorouracil, menyebabkan sedikit rambut rontok namun beberapa orang bisa kehilangan banyak.
  4. Taxol, biasanya menyebabkan rambut rontok total, termasuk kepala, alis, bulu mata, daerah kemaluan, kaki, dan lengan.

Waktu perawatan dengan terapi kemo mempengaruhi rambut rontok. Beberapa jenis kemoterapi diberikan mingguan dalam dosis kecil dengan maksud untuk meminimalkan rambut rontok.

Pengobatan kemo lain dijadwalkan setiap tiga sampai empat minggu dalam dosis tinggi, dan ini mungkin lebih cenderung menyebabkan banyak rambut rontok.

Beberapa orang menemukan cara tersendiri dalam mensikapi rambut rontok atas dirinya. Bagi orang lain, ini bisa memakan waktu lebih lama, mereka kadang merasa sulit untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan kenyataan.

Jika ada kemungkinan Anda akan kehilangan rambut Anda akibat efek samping kemoterapi, bicarakan dengan dokter sebelum perawatan dimulai dan tanyakan tentang apa saja kemungkinan terjadi.

Solusi mencegah rambut rontok selama menjalani kemoterapi

Tip berikut mungkin berguna untuk semua jenis rambut selama menjalani kemoterapi:

  • Jangan mencuci rambut selama dua hari setelah kemoterapi, terutama jika menggunakan topi pendingin kulit kepala
  • Gunakan sampo atau pelembab ringan yang tanpa pengharum
  • Cobalah untuk tidak mencuci rambut lebih dari dua kali dalam seminggu
  • Gunakan air hangat ketika mencuci rambut kepala
  • Hindari menggosok rambut saat keramas, usap lembut rambut Anda.
  • Sisir rambut Anda dengan lembut, pilih gigi sisir rambut yang lentur dan renggang.
  • Jangan mengucir atau mengepang rambut.
  • Jangan menggunakan semir atau pewarna rambut yang mengandung bahan kimia kuat
  • Hindari produk beralkohol, seperti hairspray, yang bisa mengiritasi kulit kepala
  • Hindari pelurus rambut, pengering rambut, dan rol rambut.
  • Pijat ringan kulit kepala bisa membantu memperbaiki suplai darah ke folikel rambut

Kerontokan rambut, kulit kepala kering dan gatal juga bisa disebabkan pola makan yang salah, stres dan penyalahgunaan alk0hol. Perubahan pola makan dan gaya hidup akan membantu memperbaiki rambut Anda.

Cara mencegah rambut rontok setelah kemoterapi

Ada satu cara untuk mencegah rambut rontok setelah kemoterapi, yaitu menggunakan scalp cooling. Scalp cooling adalah topi kepala yang berisi gel pendingin untuk mendinginkan kulit kepala. Namun, pendinginan kulit kepala seringkali kurang efektif pada rambut keribo.

Mendinginkan kulit kepala dengan scalp cooling bisa mencegah atau mengurangi rambut rontok akibat efek samping kemoterapi. Teknik ini bekerja dengan cara mengurangi aliran darah ke folikel rambut, yang berarti jumlah obat yang sampai ke folikel rambut juga berkurang.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • 7 Jenis Komplikasi Kemoterapi Dan Bagaimana Cara Mengatasinya Semua obat kanker akan menghasilkan efek samping namun Anda punya cara untuk meringankan gejala. Kuncinya, beritahu dokter Anda tentang masalah yang Anda hadapi, agar dia merekomendasikan perubahan untuk membantu masalah Anda. Dalam […]
  • Kerusakan Otak Akibat Kemoterapi Dan Solusinya Kerusakan Otak Akibat Kemoterapi. Setelah menjalani kemoterapi kanker, beberapa wanita merasa sulit berkonsentrasi atau pelupa, kondisi ini disebut kemo otak (chemo brain) atau kemo kabut (chemo fog) Biasanya, efek ini segera membaik […]
  • Kerusakan Saraf Akibat Kemoterapi Dan Solusinya Kerusakan Saraf Akibat Kemoterapi. Obat kemoterapi bisa memberi efek samping terhadap kerusakan saraf di jari tangan dan kaki. Kerusakan saraf ini tidak selalu disebabkan efek samping kemo, tetapi juga bisa akibat pengaruh dari serangan […]
  • Trombositopenia Pada Penderita Kanker Payudara, Pelajari Lebih Lanjut! Trombosit berperan membantu penggumpalan darah saat Anda mengalami pendarahan akibat luka atau pembuluh darah pecah. Umumnya, orang memiliki sekitar 150.000 sampai 450.000 trombosit di tubuh mereka. Sumsum tulang belakang meningkatkan […]
  • Efek Kemoterapi Pada Kulit Di Kaki & Tangan Serta Solusinya Topik: efek kemoterapi pada kulit. Kemoterapi memberi efek samping pada kulit, terutama di tangan dan kaki, disebut sindroma tangan kaki, atau sindrom Palmar-plantar. Kemoterapi mempengaruhi kulit telapak tangan dan telapak kaki, tapi […]