Efek Samping Radioterapi Kanker Payudara Pada Jangka Panjang

Beberapa efek radioterapi bisa berkembang berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah akhir radioterapi. Namun, peralatan sekarang dilengkapi akurasi dalam menandai area kanker yang tepat untuk diobati, membuat efek samping jangka panjang ini berkurang.

Efek radioterapi kanker payudara dalam jangka panjang yang serius, meskipun sangat jarang terjadi. Para ahli sepakat bahwa, meski radioterapi memberi efek sampingan, namun manfaat pengobatan kanker dengan radioterapi adalah lebih besar ketimbang risiko yang mungkin diterima penderitanya.

5 Potensi Efek radioterapi kanker payudara dalam jangka panjang tersebut bisa diakses di lampiran bawah ini

1. Fibrosis payudara

Radioterapi ke payudara dan / atau di bawah lengan bisa menyebabkan pengerasan jaringan yang disebut fibrosis. Fibrosis terjadi karena penumpukan jaringan parut.

Jika fibrosis menjadi parah, payudara bisa mengecil dan keras. Fibrosis payudara terjadi beberapa bulan atau tahun setelah radioterapi selesai.

2. Telangiektasia kulit

Radioterapi di bawah kulit, pembuluh darah kecil bisa pecah, yang dikenal sebagai telangiectasia. Ini kondisi permanen dan tidak ada pengobatan untuk itu.

3. Kerapuhan tulang rusuk dan selangka

Tulang rusuk dan selangka bisa rapuh selama radioterapi. Pada beberapa orang, ini mungkin berlanjut lama tapi biasanya membaik secara bertahap dari waktu ke waktu.

Melemahnya tulang di daerah yang dirawat, bisa menyebabkan patah tulang.

4. Radang paru-paru

Terkadang setelah radioterapi kanker ke area dada, paru-paru bisa meradang menyebabkan batuk kering atau sesak napas. Ini biasanya sembuh sendiri meski butuh waktu relatif lama dari waktu ke waktu.

5. Neuropati perifer

Kerusakan pada saraf di lengan yang diobati dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, nyeri, kelemahan dan mungkin beberapa orang kehilangan fungsi mobilitas/gerakan.

Jika Anda khawatir dengan efek samping apa pun, bicarakan dengan ahli radiografi, ahli onkologi atau perawat kanker payudara Anda

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait

  • Bagaimana Prosedur Radioterapi Kanker Payudara Radioterapi kanker payudara adalah pengobatan kanker menggunakan sinar x energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker yang mungkin tertinggal di daerah mammae setelah operasi. Radioterapi biasanya sangat efektif untuk membasmi […]
  • Standar Pengobatan Kanker Payudara Dan Bagaimana Efek Sampingnya Setelah Anda didiagnosis, Anda dan tim medis akan menyusun rencana pengobatan kanker payudara yang spesifik berdasarkan laporan patologi. Rencana pengobatan kanker payudara spesifik oleh tim medis dimaksudkan untuk menargetkan sel kanker […]
  • Lymphedema – Penyebab Tangan Bengkak Setelah Operasi Payudara Operasi kanker payudara termasuk pengangkatan kelenjar getah bening, Anda berisiko mengembangkan lymphedema (dibaca: limfedema) yang dapat menyebabkan pembengkakan tangan. Operasi bedah kalenjar getah bening dalam istilah medis dikenal […]
  • Paresthesia: Tangan Kesemutan Seperti Ditusuk Jarum Lengan paresthesia merupakan sensasi kesemutan yang nyeri di kulit, seperti ditusuk jarum. Bagi pasien kanker payudara yang telah menjalani bedah aksila dan kemoterapi, kadang mengalami paresthesia lengan namun akan sembuh sendiri pada […]
  • Komplikasi Dan Efek Samping Setelah Operasi Bedah Kanker Payudara Apa saja efek samping operasi bedah kanker payudara? Operasi kanker payudara umumnya dianggap aman, namun seiring dengan operasi bedah apapun, ada risiko komplikasinya. Kemungkinan masalah komplikasi yang muncul,meliputi: - Infeksi. - […]