14 Faktor Risiko Yang Menyebabkan Kanker Payudara

14 Faktor Risiko Yang Menyebabkan Kanker Payudara

Secara etiologi kanker payudara tidak dipahami dengan baik apa yang menjadi pemicu. Namun, ada beberapa penyebab kanker payudara sebagai faktor risiko.

Faktor risiko kanker payudara dikategorikan menjadi 2 sub, yaitu faktor risiko yang bisa dirubah dan faktor risiko yang permanent, atau tidak bisa diubah.

Penyebab dan faktor risiko ca mamae atau kanker payudara diuraikan sebagai berikut

Faktor risiko kanker payudara yang permanent

1. Pertambahan usia

Faktor risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia dan kebanyakan didiagnosis pada wanita di atas 50 tahun setelah menopause.

Ini berarti bahwa semua wanita berusia antara 50 dan 70 tahun harus diskrining untuk kanker payudara setiap tiga tahun sekali.

2. Gender

Meski wanita lebih berisiko terkena kanker payudara, kanker ini juga bis terjadi di kalangan pria. Wanita lebih mungkin mendapat risiko kanker payudara dibandingkan lelaki.

3. Tingkat densitas

Lobulus adalah bagian p4yudara yang menghasilkan susu dan terdapat saluran yang membawanya. Jaringan ini mengandung konsentrasi sel kanker yang lebih tinggi daripada jaringan lainnya dan membuat struktur p4yudara menjadi padat.

Wanita dengan jaringan p4yudara lebih padat memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena ada lebih banyak sel yang bisa berubah menjadi kanker.

4. Sejarah keluarga

Wanita yang memiliki kerabat dekat dengan kanker payudara atau kanker ovarium memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Ada kemungkinan gen-gen seperti BRCA1 dan BRCA2 ini diturunkan dari orang tua ke anak mereka. Gen ketiga (TP53) juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

5. Ada riwayat tumor payudara jinak sebelumnya

Biasanya benjolan jinak atau non kanker payudara belum tentu menunjukkan adanya kanker payudara.

Namun, perubahan tumor jinak merupakan risiko kanker payudara termasuk duktus hiperplasia atipikal (sel tumbuh secara tidak normal di saluran) dan karsinoma lobular in situ (sel abnormal di dalam lobus).

6. Paparan estrogen

Kanker payudara dirangsang untuk tumbuh oleh hormon estrogen wanita. Wanita terpapar dengan durasi sekresi estrogen lebih lama dari ovarium memiliki resiko tinggi kanker payudara.

7. Tinggi Badan

Wanita yang lebih tinggi lebih cenderung terkena kanker payudara daripada seseorang yang lebih pendek. Ini mungkin karena interaksi antara gen, nutrisi dan hormon. Alasan ini sebenarnya masih ragu, atau tidak diketahui.

Faktor risiko kanker payudara yang bisa diubah

8. Berat badan berlebih atau obesitas

Wanita dengan obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara karena mereka memiliki kadar estrogen lebih tinggi dalam darah. Dan wanita dengan obesitas setelah menopause memiliki produksi estrogen yang lebih tinggi.

9. Penyalahgunaan alkohol

Wanita yang mengkonsumsi alk0hol dalam jumlah banyak lebih mungkin terkena kanker payudara. Untuk setiap 200 wanita yang minum dua gelas alkohol sehari, tiga orang didiagnosis menderita kanker payudara dibandingkan dengan jumlah wanita yang sama sekali tidak minum.

10. Paparan radiasi

Tes pencitraan seperti sinar X dan CT scan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Wanita yang telah terpapar terapi radiasi untuk kanker sebelumnya berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

11. Terapi penggantian hormon (HRT)

Wanita yang memakai HRT, mereka perlu minum pil yang mengandung estrogen, progesteron atau keduanya. HRT dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara.

12. Paparan Dietilstilbesterol (DES)

Wanita yang mengkonsumsi dietilstilbestrol (DES) untuk mencegah keguguran mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara setelah usia 40 tahun.

13. Memiliki riwayat kanker payudara sebelumnya

Wanita yang pernah menderita kanker payudara di salah satu, lebih mungkin terkena kanker payudara sebelah lain atau sisi yang sama lagi.

14. Tidak diangkat dengan implan

Faktor risiko kanker payudara yang lain adalah tidak diangkat oleh implan payudara (yang disetujui oleh pihak berwenang). Rekonstruksi implan payudara dilakukan setelah operasi pengangkatan kanker payudara.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait