Studi: Paparan Glifosat Dari Herbisida Bisa Picu Kanker Payudara

glifosat dan kanker payudara

Penelitian yang didanai oleh Breast Cancer UK yang dipublikasikan pada 12 Juli di jurnal Food and Chemical Toxicology telah menemukan bahwa paparan tinggi glifosat dari bahan herbisida bisa memicu perkembangan kanker payudara karena senyawa tersebut bersifat oestrogenik.

Periset menemukan bahwa glifosat (herbisida berbasis glyphosate), bersifat oestrogenik, namun hanya pada konsentrasi yang relatif tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa manusia yang terpapar glifosat pada tingkat paparan rendah kurang memiliki peningkatan risiko kanker payudara sebagai akibat oestrogenicity. Glifosat dapat mengaktifkan reseptor estrogen dengan potensi yang mirip dengan estrogen alami.

Formulasi herbisida berbasis glifosat sangat umum digunakan oleh petani di seluruh dunia. Keberadaan glyphosate ada disekitar lingkungan kita dan telah terdeteksi secara nyata dalam tubuh manusia.

Pada 2015, Badan Internasional WHO untuk Research on Cancer mengklasifikasikan glifosat sebagai karsinogen manusia karena memiliki hubungan erat dengan limfoma non-Hodgkin pada manusia; juga mempengaruhi hati dan ginjal pada hewan.

Baru-baru ini, negara bagian California mengelompokkan glifosat sebagai zat “yang diketahui menyebabkan kanker. Namun, klasifikasi glifosat sebagai karsinogenik manusia banyak diperdebatkan oleh beberapa ilmuwan,termasuk EU’s chemicals agency, ECHA

Dengan menggunakan dua tes (E-screen dan ERE-luciferase assay reporter) penelitian baru menemukan bahwa konsentrasi yang relatif tinggi glifosat (10 mg / l atau lebih) bisa mengaktifkan reseptor estrogen, memicu peningkatan pertumbuhan dan pembelahan sel kanker payudara.

Ciri-ciri kanker payudara adalah adanya proliferasi sel yang didorong oleh aktivasi reseptor estrogen. Dengan menggunakan penelitian ekspresi gen dan sekuens RNA, penelitian tersebut menunjukkan bahwa sel kanker payudara yang terpapar konsentrasi tinggi glifosat menunjukkan peningkatan aktivasi estrogen. Ini berarti, konsentrasi tinggi glifosat bersifat oestrogenik yang berpotensi menyebabkan kanker payudara.

Studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya peran glifosat dan risiko kanker payudara, serta dampak potensial lain dari eksposur kronis jangka panjang ini, terutama untuk campuran herbisida dengan glyphosate atau EDC lainnya.

Mesnage et al. (2017). Evaluation of estrogen receptor alpha activation by glyphosate-based herbicide constituents. Food and Chemical Toxicology (2017), doi: 10.1016/j.fct.2017.07.025.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait