6 Jawaban Ilmiah: Benarkah Graviola Untuk Kanker Itu Hoak?

6 Jawaban Ilmiah: Benarkah Graviola Untuk Kanker Itu Hoak?

Graviola kanker hoak, benarkah? Dekade terakhir, graviola atau sirsak telah mendapat banyak perhatian. Beberapa orang berhasil membuat meme tentang graviola kanker adalah berita bohong, mengesankan tentang tanaman yang baik seolah-olah tampil buruk dan membuat bencana.

Setelah membaca artikel ini Anda akan memiliki pemahaman jauh lebih baik tentang graviola. Istilah graviola atau sirsak, keduanya mengacu pada tanaman yang sama.

1. GRAVIOLA BUKAN OBAT KANKER

Jawaban: salah

Sirsak bisa membunuh beberapa jenis sel kanker vitro dan in vivo. Penelitian di Amerika Serikat, Jepang dan Taiwan semuanya telah melaporkan bahwa graviola memiliki beberapa sifat membunuh sel kanker.

Namun, tak satu pun dari penelitian ini yang dilakukan terhadap manusia, sehingga graviola tidak secara medis dianggap sebagai obat kanker.

Studi in vivo dan in vitro menunjukkan bahwa graviola memiliki efek antikanker dan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Namun, tidak satupun penelitian dilakukan pada manusia. Oleh karena itu, graviola tidak dikenali secara medis sebagai pengobatan kanker atau pencegahan kanker pada manusia.

2. GRAVIOLA BISA MELAWAN SEMUA JENIS KANKER

Jawaban : SALAH, Graviola hanya dapat membunuh beberapa jenis sel kanker saja.

Acetogenins graviola telah dilaporkan menjadi toksik pada jenis sel tumor tertentu termasuk: paru-paru, breast cancer, kanker prostat, kanker hati, pankreas, usus besar, limfoma hati, ovarium, leher rahim, kandung kemih dan sel kanker kulit.

Namun, graviola tidak untuk semua jenis sel kanker, atau semua strain sel kanker.

3. GRAVIOLA ADALAH PENGGANTI KEMOTERAPI

Jawaban: SALAH

Graviola bukanlah alternatif kemoterapi. Meski penelitian menunjukkan bahwa sirsak bisa membunuh sel kanker, sama sekali bukan pengganti pengobatan kanker standar.

Namun, banyak pasien kanker dan praktisi herbalis menambahkan teh daun sirsak sebagai terapi komplementer untuk pengobatan kanker mereka.

4. GRAVIOLA BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN ANDA

Jawaban: TIDAK TERBUKTI

Orang-orang di seluruh dunia telah mengkonsumsi buah graviola selama berabad-abad.

FDA – badan administrasi makanan dan obat-obatan dunia, tidak menganggap graviola berbahaya. FDA mengizinkan produk graviola untuk dikonsumsi oleh masyarakat Amerika.

Cancer Research UK, Inggris menyatakan bahwa “Tidak mungkin minuman atau makanan yang mengandung graviola dapat membahayakan Anda bila dikonsumsi sebagai bagian dari diet normal. Tetapi selalu bicarakan dengan dokter Anda sebelum menggunakan terapi komplementer atau pengobatan alternatif.”

5. GRAVIOLA MENGANDUNG RACUN NEUROTOXINS

Jawaban: BENAR

Seperti banyak buah dan sayuran lain yang dikonsumsi oleh manusia, graviola mengandung racun/toksin.

Racun dalam sirsak/graviola dalam jumlah ringan yang terletak di batang dan tangkai daun, namun tidak menunjukkan reaksi dan risiko saat dikonsumsi sebagai bagian dari diet normal.

Sama seperti biji apel atau ceri, biji graviola mengandung alkaloid anonain dan anoniine. Kulit graviola mengandung alkaloid murida dan murisinin. Biji mengandung 45% minyak yellow non-drying yang merupakan racun iritan, menyebabkan radang mata.

FDA di AS telah melarang impor jus graviola tertentu karena pemasok tersebut tidak memisahkan bijinya dengan benar. Hal ini sama bisa terjadi dengan pemasok jus apel yang ceroboh.

6. SIRSAK  MENYEBABKAN PENYAKIT PARKINSON

Jawaban: TIDAK TERBUKTI

Dua penelitian yang dilakukan di Prancis menunjukkan bahwa mungkin ada kaitan antara gejala Parkinson akut dengan konsumsi graviola.

Menurut Kementerian Kesehatan di Prancis, kedua studi ini dianggap tidak meyakinkan karena

1. Mereka berfokus pada komunitas kecil yang terisolasi secara genetik;
2. Mereka hanya melihat komunitas Parkinson namun tidak memperhitungkan secara keseluruhan di mana cara mengonsumsi sirsak itu sama pentingnya.

Pada tahun 2010, badan keamanan makanan Prancis (Agence française de sécurité sanitaire des aliments) menyimpulkan bahwa, berdasarkan temuan penelitian,

“Tidak mengkonfirmasi kasus sindrom Parkinson atipikal terkait konsumsi dari graviola Annona muricata, “

Efek samping – kontraindikasi sirsak

– Wanita hamil tidak boleh makan graviola. Graviola telah menunjukkan aktivitas stimulan uterus.

– Graviola tidak untuk darah rendah. Aktivitas hipotensi, vasodilator, dan kardiodepresan ditunjukkan pada graviola. Orang yang memakai obat antihipertensi harus memeriksakan diri ke dokter sebelum mengambil graviola.

– Graviola telah menunjukkan sifat antimikroba in vitro yang signifikan. Penggunaan jangka panjang menyebabkan kematian bakteri ramah di saluran pencernaan.

– Graviola telah menunjukkan sifat emetik, menyebabkan mual atau muntah. Kurangi pemakaian jika ini terjadi.

– Graviola meningkatkan stress. Pada dosis tinggi, graviola menyebabkan peningkatan aktivitas dopamin, norepinephrine, dan monomine oxidase, serta penghambatan pelepasan hormon serotonin.

Referensi

Morton, J. 1987. Soursop. p. 75–80. In: Fruits of warm climates. Julia F. Morton, Miami, FL.), Tersedia secara online melalui Universitas Purdue.

Memorial Sloan Kettering Cancer Center offers a detailed webpage outlining the known facts about graviola, including health benefits and side effects. The page includes references and links to the various studies about soursop.

Leslie Taylor’s, The Healing Power of Rainforest Herbs, (copyright 2005) a complete extract of which is made available online by the Tropical Plant Database.

Graviola Tea Company. https://www.graviolateacompany.com/pages/about-graviola-soursop#cancerpolicy

Beri Vote Jika Bermanfaat

Artikel Terkait

Bagikan Ke Temanmu: