Studi ilmiah: Hubungan Paparan Kadmium dan Risiko Kanker Payudara

Studi ilmiah: Hubungan Paparan Kadmium dan Risiko Kanker Payudara

Hubungan tingkat tinggi paparan kadmium dan risiko kanker payudara. Penting untuk dicatat bahwa peneliti menemukan hubungan antara kadmium dan risiko kanker payudara, tapi itu belum menjadi bukti akurat terkait sebab dan akibat.

Temuan bukan bertujuan menghindari sayuran dan biji-bijian, kata periset. Ada beberapa biji-bijian dan sayuran yang terpapar kadmium dengan cara lain yang meningkatkan risiko kanker payudara.

Apa itu kadmium?

Kadmium adalah logam yang biasa ditemukan di lingkungan sekitar Anda. Kadmium juga ditemukan di beberapa pupuk pertanian.

“Kadmium adalah senyawa beracun dan bersifat karsinogenik,” kata Bettina Julin, seorang mahasiswa doktoral Institut Karolinska di Stockholm.

Kadmium juga memiliki sifat seperti estrogen yang dapat memicu pertumbuhan kanker payudara.

Studi tentang kadmium dan kanker payudara

Dalam studi tersebut, Julin dan rekan-rekannya merekrut hampir 56.000 wanita Swedia selama lebih dari 12 tahun. Mereka yang memiliki tingkat paparan kadmium tertinggi dari makanan, memiliki 21% risiko kanker payudara. Penelitian ini dipublikasikan di Cancer Research.

Hasil penelitian mengambil kesimpulan, hubungan paparan kadmium dengan kanker payudara karena efek mirip estrogen. Kelebihan estrogen bisa meningkatkan risiko kanker payudara estrogen-reseptor positif pada wanita masa menopause.

Reseptor estrogen positif atau kanker ER-positif dipicu oleh estrogen. Hubungan antara kadmium dan risiko kanker payudara untuk kanker ER-negatif sangat terlalu sedikit dan belum signifikan jika dilihat dari sudut pandang statistik, kata Julin.

Penelitian ini didanai oleh Swedish Cancer Society, Swedish Research Council for Environment, Agricultural Sciences and Spatial Planning, dan Swedish Research Council / Research Infrastructures.

Perspektif tentang kadmium terhadap kanker payudara

“Ini adalah studi yang sangat solid dalam mendapatkan pengaruh kadmium sebagai karsinogen yang menjadi promotor tumor payudara,” kata Kenneth Portier, PhD, Manager Direktur Pusat Statistik & Evaluasi untuk American Cancer Society.

Untuk alasan, mengapa kadmium dikaitkan dengan risiko masih belum jelas. Kenneth Portier menduga itu adalah sifat mirip estrogen.

Penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa kadmium dapat bertindak seperti estrogen yang mendorong laju pertumbuhan kanker.

Efek ini akan sangat terlihat pada wanita masa menopause karena mereka kekurangan estrogen. Akibatnya, mereka peka terhadap peningkatan estrogen tidak alami dari luar tubuh.

“Pada wanita yang telah mengalami menopause, Anda harus hati-hati dengan apapun yang dapat meningkatkan kadar estrogen – termasuk yang bersumber dari makanan,” kata Kenneth Portier.

Namun, banyak faktor lain yang mempengaruhi risiko kanker payudara, termasuka:

– Riwayat keluarga kanker payudara
– Penyalahgunaan alk0hol
– Kegemukan
– Gaya hidup tidak aktif
– Merok0k
– Dll

Untuk mengetahui informasi lanjut bagaimana cara mengurangi kemungkinan risiko kanker payudara akibat kadmium,diperlukan penelitian lebih lanjut, tambah Kenneth Portier.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait