Kanker Payudara Terkait Hormon Siklus Menstruasi dan Kesuburan

Kanker Payudara Terkait Hormon Siklus Menstruasi dan Kesuburan

Kanker Payudara Estrogen. Kanker payudara hormon reseptor-positif (HR-positif atau HR +) adalah sejenis kanker payudara terkait hormon estrogen dan progesteron.

Hormon estrogen dan progesteron secara alami hadir dalam tubuh dan berperan dalam siklus menstruasi dan kesuburan wanita.

Jenis kanker payudara ini bisa ditargetkan dengan perawatan hormon untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker atau mengurangi risiko kekambuhan.

Hormon reseptor-positif (estrogen dan progesteron) ini tersedia dalam tubuh sebagai makanan bagi sel kanker payudara agar bisa tumbuh dan bekembang.

Bagi sebagian besar wanita dengan kanker payudara, sel kanker abnormal mengandung reseptor yang diaktifkan dengan adanya hormon estrogen dan progesteron.

Jadi, estrogen dan progesteron dapat mendorong pertumbuhan beberapa jenis sel kanker payudara, meningkatkan kecepatan replikasi dan berdampak negatif untuk kesehatan pasien.

Jenis hormon reseptor positif

Ada dua jenis kanker payudara reseptor hormon positif, berdasar tipe hormon yang dihubungkan dengan reseptor, yaitu

1. Kanker payudara estrogen positif (ER+)

Jenis kanker payudara ini mengandung reseptor untuk hormon estrogen

2. Kanker payudara progesteron positif ( PR+)

Ini adalah jenis kanker payudara yang mengandung reseptor untuk hormon progesteron

Diagnosa dan uji hormon reseptor

Ketika seorang wanita didiagnosis menderita kanker payudara, ia akan menjalani tes untuk mengetahui jenis kanker payudara yang dimilikinya.

Laporan medis akan menunjukkan hasil tes hormon reseptor, yang menggambarkan apakah sel kanker payudara itu reseptor hormon positif. Informasi ini penting karena membantu keputusan pengobatan terbaik bagi pasien.

Hasilnya akan mengkategorikan kanker payudara sebagai salah satu dari berikut ini:

1. Kanker payudara ER +

Sekitar 75-80% kanker payudara adalah reseptor estrogen positif

2. Kanker payudara ER + dan PR +

Pada 65% kanker payudara adalah peningkatan hormon estrogen dan progesteron sebagai reseptor positif

3. Kanker payudara ER + atau PR –

Sekitar 13% kanker payudara adalah reseptor estrogen positif dan reseptor progesteron negatif

4. Kanker payudara ER – atau PR +

Sekitar 2% kanker payudara adalah reseptor estrogen negatif dan reseptor progesteron positif.

5. Kanker payudara ER- atau PR-

Sekitar 20-25% kanker payudara adalah reseptor estrogen negatif.

Pengobatan Terapi Hormonal

Bagi wanita yang memiliki kanker payudara HR-positif, terapi hormonal mungkin direkomendasikan sebagai bagian dari rencana pengobatan seperti terapi adjuvant dikombinasi dengan terapi lain

Ada beberapa jenis terapi hormonal yang bisa diindikasikan, tergantung karakteristik pasien dan jenis kanker, yaitu

1. Estrogen selektif reseptor modulator respon (SERMs – Selective estrogen-receptor response modulators) seperti tamoxifen atau toremifene untuk wanita pra-atau pasca menopause.

2. Inhibitor atau penghambat aromatase seperti anastrazol, exemestane, atau letrozole untuk wanita pascamenopause, bekerja dengan menghalangi enzim yang menghasilkan estrogen di dalam tubuh.

3. Estrogen reseptor downregulators (ERDs) seperti fulvestrant, bekerja menghalangi efek estrogen pada jaringan kanker payudara.

4. Luteinizing hormone-releasing hormone agents (LHRHs) seperti goserelin, leuprolide, atau triptorelin untuk wanita pra-menopause, bekerja menghambat produksi estrogen di ovarium.

Bagi beberapa wanita, operasi pengangkatan ovarium dengan ooforektomi mungkin merupakan pilihan terbaik untuk menurunkan konsentrasi estrogen dalam tubuh dan mengurangi risiko kambuhnya kanker payudara.

Perbedaan terapi hormonal dan terapi pengganti hormon

Terapi hormonal untuk kanker payudara berbeda dengan terapi pengganti hormon (HRT) dimana HRT digunakan dalam penanganan gejala menopause. Pengetahuan ini sangat penting bagi pasien untuk meningkatkan wawasan.

Terapi pengganti hormon (HRT) bisa meningkatkan kadar estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Oleh karena itu, HRT memiliki efek negatif pada kanker payudara jenis HR-positif.

Sebaliknya, terapi hormonal untuk kanker payudara memiliki efek sebaliknya, yaitu mengurangi efek hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh. Terapi hormonal bertujuan untuk menurunkan konsentrasi atau menghalangi aksi hormon tersebut.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

Bagikan Pada Temanmu!

Artikel Terkait