Prosedur Mastektomi Kanker Payudara Dan Berbagai Komplikasi nya

Prosedur Mastektomi Kanker Payudara Dan Berbagai Komplikasi nya

Apa itu mastektomi? Bagaimana prosedur tindakan mastektomi untuk kanker payudara? Mastektomi adalah operasi bedah kanker payudara dengan tujuan mengobati kanker payudara untuk mencegah sel-sel kanker tumbuh kembali.

Jika Dokter ingin Anda menjalani mastektomi, Anda memiliki hak untuk berfikir dalam beberapa waktu dua minggu. Bicara dengan keluarga Anda untuk mendapatkan dukungan.

Prosedur Mastektomi

Sebelum melakukan mastektomi, Anda berkesempatan untuk mendiskusikan bagaimana prosedur mastektomi dan bagaimana pengaruhnya baik secara fisik maupun emosional dalam kehidupan Anda mendatang.

Perawat akan memberi Anda saran praktis tentang bra dan prostesis (sisipan bra), jika Anda membutuhkannya. Dokter bedah Anda akan membahas jenis mastektomi yang Anda butuhkan, pilihan rekonstruksi payudara mungkin juga di jelaskan.

Jika saat ini Anda mengkonsumsi obat-obatan, cari tahu apakah Anda harus meminumnya sebelum operasi. Namun, jangan berhenti minum obat kecuali jika disarankan untuk berhenti.

Stop merokok, karena efek buruknya dapat meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah operasi, juga dapat memperlambat waktu pemulihan.

Ada beberapa jenis mastektomi yang berbeda. Jenis yang direkomendasikan tergantung pada faktor-faktor seperti seberapa besar kanker telah menyebar.

Semua jenis mastektomi menggunakan anestesi umum dan melibatkan pemotongan (sayatan) secara diagonal atau horizontal di mammae sehingga jaringan bisa diangkat.

Sebelum operasi, Anda mungkin perlu menjalani kemoterapi atau terapi hormon untuk mengurangi ukuran tumor.

Setelah menjalani mastektomi

Mastektomi adalah prosedur yang sangat aman, dengan sedikit komplikasi. Kebanyakan orang mengalami pemulihan setelah operasi dan hanya perlu tinggal di rumah sakit selama satu malam.

Namun, beberapa orang perlu menghabiskan beberapa hari di rumah sakit. Umumnya dibutuhkan waktu tiga dan enam minggu untuk pulih sepenuhnya.

Selama tahap awal pemulihan, Anda diberi tabung untuk mengalirkan darah dan cairan. Tujuannya untuk membantu mencegah pembengkakan atau infeksi. Bekas luka dan jahitan Anda akan ditutup dengan dressing.

Merupakan kondisi umum jika Anda mengalami rasa sakit, mati rasa, kesemutan dan bengkak setelah mastektomi, tapi obat penghilang rasa sakit akan diresepkan dokter untuk memberi sedikit kenyamanan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, efek samping dan kompilkasi serius dapat terjadi setelah mastektomi, termasuk infeksi pada luka dan penyembuhan yang tertunda.

Rekonstruksi payudara

Setelah mammae Anda diangkat, Anda dapat memilih untuk melakukan rekonstruksi payudara. Ini adalah mamma buatan untuk menggantikan payudara yang telah diangkat. Rekonstruksi ini kadang disebut implan payudara.

Kadang-kadang, rekonstruksi payudara dilakukan bersamaan dengan mastektomi, walaupun bisa ditunda sampai hari berikutnya jika memang diperlukan.

Komplikasi Mastektomi.

Dalam kebanyakan kasus, pemulihan dari mastektomi sangat mudah dilakukan dan tanpa komplikasi. Namun, suatu hal lumrah jika seseorang mengalami efek samping tertentu, seperti nyeri dan pembengkakan jaringan di dinding dada Anda. Anda juga memiliki bekas luka sayatan mastektomi.

1. Seroma

Anda mungkin mengalami seroma, yaitu pembengkakan di bekas operasi karena cairan tubuh terkumpul di bawah kulit. Seroma akan hilang sendiri meski tanpa perawatan, meski mungkin perlu dikeringkan dengan jarum suntik.

Bicaralah dengan dokter bedah atau perawat jika Anda berpikir Anda sedang mengalami seroma.

2. Sakit di bawah lengan

Mastektomi kadang mengangkat kelenjar getah bening di bawah lengan Anda, Anda mungkin mengalami mati rasa dan kesemutan di sekitar area ini.

Rasa sakit di bawah lengan bisa sembuh sendiri, namun dalam beberapa kasus bersifat permanen. Ada juga kemungkinan kecil bahwa rasa sakit yang Anda alami setelah mastektomi akan berlangsung lama.

Bicaralah dengan perawat spesialis atau perawat ca mammae jika Anda mungkin mengalami gejala sakit di bawah lengan setelah mastektomi.

3. Infeksi luka

Luka yang terinfeksi jika:

– menjadi merah
– lebih menyakitkan dan bengkak
– Adanya cairan keluar(discharge)

Infeksi bisa diobati dengan antibiotik.

4. Lymphoedema

Jika beberapa kelenjar getah bening diangkat, Anda juga berisiko terkena kondisi yang disebut lymphoedema. Ini biasanya dimulai beberapa saat setelah operasi, tapi bisa juga berkembang berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Lymphoedema adalah penumpukan cairan di lengan yang menyebabkan pembengkakan, nyeri dan sakit pada lengan atau tangan Anda.

Perawat Anda akan memberitahu Anda bagaimana cara mencegah lymphoedema menggunakan teknik dan latihan perawatan kulit. Limfedema dapat dikontrol dengan pengobatan di klinik khusus limfoedema.

5. Efek implan payudara

Jika implan payudara dimasukkan setelah mastektomi, ada sedikit risiko terinfeksi. Jika ini terjadi, implan mungkin perlu dikeluarkan lagi atau dilepas.

Yang ke dua, Implan juga bisa dilepas lagi jika kulit Anda tidak sembuh dengan benar. Risiko bongkar pasang implan sering terjadi pada orang yang menderita diabetes atau perokok aktif.

Bagikan Pada Temanmu!