Mengapa Payudara Kencang Padat Justru Berisiko Tinggi Kanker Mammae

Mammae terbentuk dari ribuan kelenjar lobulus yang menghasilkan susu. Jaringan kelenjar ini mengandung konsentrasi sel kanker yang lebih tinggi daripada jaringan mammae lainnya, membuatnya lebih padat.

Wanita dengan payudara padat bisa jadi memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena berpeluang ada lebih banyak sel yang bisa menjadi kanker.

Densitas atau kepadatan jaringan membuat pemindaian mammogram menjadi sulit dibaca sehingga setiap benjolan atau adanya area jaringan abnormal lebih sulit dikenali.

Densitas mammae yang tinggi memiliki sedikit jaringan lemak namun banyak jaringan non lemak. Jenis ini memiliki lebih banyak jaringan kelenjar susu yang disebut stroma.

Pengukuran dan penilaian densitas mammae menurut BI-RADS (The Breast Imaging Reporting and Database Systems) melaporkan temuan mammogram, dan mengklasifikasikan menjadi empat kelompok:

  • Sebagian besar berlemak:

Mammae terdiri dari sebagian besar lemak dan mengandung sedikit jaringan fibrosa dan kelenjar. Ini berarti mammogram kemungkinan akan menunjukkan sesuatu yang tidak normal.

  • Tidak beraturan

Mammae memiliki sedikit lemak, tapi ada beberapa area jaringan fibrosa dan kelenjar.

  • Kepadatan konsisten

Mammae memiliki banyak area jaringan fibrosa dan kelenjar yang terdistribusi secara merata. Hal ini dapat membuat sulit mammogram untuk melihat massa kecil kanker payudara.

  • Berlebihan

Ini berarti, mammae memiliki terlalu banyak jaringan berserat dan kelenjar. Hal ini dapat membuat sulit untuk melihat kanker pada mammografi karena kanker dapat berbaur dengan jaringan normal.

Sayangnya, hingga hari ini, tidak ada atau belum ada kesepakatan dokter dalam metode pengukuran untuk menilai berapa tingkat densitas atau kepadatan dengan resiko kanker payudara.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!