Apakah Anda Memiliki Saudara Kandung Dengan Riwayat Kanker?

Sekitar 1 dari 15 kasus kanker payudara dianggap disebabkan oleh mutasi gen kanker payudara yang diturunkan atau diwarisi dari orang tua, yang dikenal sebagai family ca mammae.

Studi lain mengungkapkan, meskipun beberapa orang mengembangkan mutasi gen dan tidak memiliki riwayat keturunan kanker payudara dalam keluarga mereka, sehingga mutasi gen tidak semata-mata berdasarkan keturunan.

Kanker Payudara Penyakit Keturunan

Wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara lebih mungkin terkena kanker payudara.

Setiap wanita yang memiliki dua kerabat darah (di pihak ibu atau ayah) seperti nenek, ibu, bibi, atau saudara perempuan yang telah didiagnosis menderita kanker payudara, maka ia dianggap memiliki riwayat keluarga penyakit ini.

Risiko kanker payudara juga tergantung pada usia dan diagnosis anggota keluarga lainnya yang terkena. Secara khusus, keluarga yang memiliki diagnosis kanker payudara pada individu berusia di bawah 50 tahun, atau mereka memiliki kanker ovarium, lebih cenderung terkena risikonya.

Tes mutasi gen

Ada beberapa gen yang bisa diwariskan yang mungkin menyebabkan kanker payudara atau kanker ovarium. Gen ini biasanya terlibat dalam produksi protein yang mengatur pertumbuhan sel dan replikasi sel payudara.

Oleh karena itu, mutasi gen yang mengganggu fungsinya dapat menyebabkan pertumbuhan sel abnormal dan kanker payudara.

Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 diketahui terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara. Ada tes genetik yang tersedia untuk mendeteksi apakah seseorang adalah pembawa mutasi gen dan berisiko tinggi terkena kanker payudara.

Tes ini tidak direkomendasikan secara rutin ke semua anggota keluarga, namun diatur di pusat kanker keluarga untuk individu yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara.

Ada juga berbagai gen yang bermutasi terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara, seperti: gen-gen ATM, CDH1, CHEK2, MRE11A, NBN, PALB2, PTEN, RAD50, RAD51C, dan TP53.

Ada beberapa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara yang kuat, namun hasil tes genetik mengungkap bahwa dia tidak positif terhadap mutasi gen terkait kanker payudara.

Dalam beberapa kasus, ini mungkin disebabkan oleh gen warisan yang menyebabkan kanker payudara keturunan namun belum diidentifikasi secara jelas dalam penelitian ilmiah.

Individu dalam keluarga pembawa mutasi gen.

Seorang individu yang mewarisi mutasi gen, belum tentu terkena kanker payudara. Statement ini bisa jadi manfaat bagi mereka untuk menyadari risiko sehingga mereka bisa bersikap proaktif terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi individu untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara, mencakup:

– Tetap aktif secara fisik
– Pertahankan berat badan yang sehat
– Konsumsilah makanan bergizi dengan asupan buah segar dan sayuran segar
– Hindari atau stop-merokok
– Hindari penyalahgunaan-alkohol

Dianjurkan untuk pembawa gen untuk melakukan pemeriksaan payudara secara teratur untuk memeriksa tanda-tanda pertumbuhan abnormal.

Jika mereka melihat adanya perubahan ukuran, bentuk, atau perkembangan benjolan, mereka harus menemui seorang profesional medis untuk mencari saran lebih lanjut dan menjalani tes yang sesuai, jika perlu.

Skrining kanker payudara

Skrining kanker payudara secara teratur dengan mammogram direkomendasikan untuk semua wanita berusia di atas 50 tahun, namun mungkin juga bermanfaat bagi wanita muda jika mereka adalah pembawa mutasi gen kanker payudara.

Wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara yang kuat namun tidak diketahui adanya mutasi gen juga dianjurkan untuk melakukan tes skrining sejak usia dini.

Pengobatan mutasi gen

Dalam beberapa kasus, wanita yang membawa gen terkait kanker payudara dapat memilih untuk menjalani pengobatan profilaksis untuk mengurangi risiko.

Ada berbagai pilihan untuk membantu mencegah perkembangan kanker payudara, seperti terapi hormonal, seperti modulator reseptor estrogen selektif (SERMs) atau inhibitor aromatase, untuk mengurangi risiko kanker dengan hormon-reseptor positif.

Bagi beberapa wanita yang tidak ingin hamil di masa depan, pengangkatan indung telur bisa menjadi pilihan terakhir. Temui dokter Anda, dan konsultasikan semua pertanyaan Anda.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

Bagikan Pada Temanmu!